alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Perbanyak Beasiswa, Pemkab Bojonegoro Serius Tingkatkan IPM

Radar Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto sangat serius meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Program populis itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang terkendala finansial. Mei Lianawati, salah satu mahasiswa penerima beasiswa menuturkan, telah menerima beasiswa Rp17 juta per satu semester dari Pemkab Bojonegoro. ‘’Terima kasih Bu Anna, program beasiswa sangat membantu,’’ tuturnya.

Menurut Mei, beasiswa yang diberikan dalam bentuk tunai sesuai dengan besaran uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa setiap semester dengan memertahankan nilai indeks prestasi (IP). Mahasiswa asal Desa Papringan, Kecamatan Temayang ini telah menerima beasiswa Rp 17 juta untuk membayar UKT.

“Dengan adanya beasiswa scientist ini, keluarga saya merasa terbantu untuk biaya UKT, sekaligus memotivasi saya untuk terus belajar dengan tekun,’’ ungkapnya saat penyerahan simbolis beasiswa di Pendapa Malowopati Jumat (27/08).

Baca Juga :  Bebaskan Perizinan Lingkungan

Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Negeri Jember itu mengajak teman-teman mahasiswa lainnya yang masih ragu untuk melanjutkan kuliah. Kendala finansial tak perlu khawatir karena ada beasiswa scientist dan beasiswa satu desa dua sarjana yang bisa diperoleh melalui disdik.

Faisal Rahmadil, Mahasiswa Universitas Lampung asal Bojonegoro menambahkan, proses untuk mengurus beasiswa sangatlah mudah. Selain itu, mengurus berbagai persyaratan yang diperlukan di disdik tidak dipungut biaya apapun dengan pelayanan cukup bagus.

Pemkab Bojonegoro telah menyalurkan beasiswa kepada 241 mahasiswa, sebagai wujud keseriusan Bupati Anna Mu’awannah membangun IPM jangka panjang. Ada empat jalur untuk mendapatkan bantuan beasiswa dari Pemkab Bojonegoro. 

“Yaitu melalui jalur beasiswa satu desa dua sarjana, beasiswa scientist, beasiswa semester akhir, dan beasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Namun untuk (PTS) masih dalam proses perubahan peraturan bupati (Perbup),” tutur Bu Anna di acara Sambung Roso Bu’e Marang Mahasiswa, di Pendapa Malowopati.

Baca Juga :  Rp 170 Juta untuk PPDB Online

Bu Anna menjelaskan, untuk mendapatkan beasiswa tentu ada kriteria dan persyaratan yang harus dimiliki. Di anta ranya mempunyai nilai IPK yang telah ditentukan, harus memiliki kartu indonesia pintar (KIP). 

“Namun, jika tidak mempunyai KIP, bagi orang tuanya yang punya KPM dapat memanfaatkan kartu KPM tersebut untuk mengakses beasiswa dari Pemkab Bojonegoro,” imbuh bupati perempuan pertama Bojonegoro.

Bu’e berpesan kepada mahasiswa yang telah menerima bantuan beasiswa dari agar tetap semangat, fokus dalam belajar dalam meningkatkan nilai IPK, dan jangan sampai nilai IPK yang sudah bagus malah turun dan tidak sesuai dengan standart. “Jika semester ini nilai IPK turun, maka beasiswa tidak bisa dicairkan atau ditransfer, namun apabila di semester berikutnya naik, maka akan dicairkan kembali,” ujar Bu’e warga Bojonegoro ini. (luk)

Radar Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto sangat serius meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Program populis itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang terkendala finansial. Mei Lianawati, salah satu mahasiswa penerima beasiswa menuturkan, telah menerima beasiswa Rp17 juta per satu semester dari Pemkab Bojonegoro. ‘’Terima kasih Bu Anna, program beasiswa sangat membantu,’’ tuturnya.

Menurut Mei, beasiswa yang diberikan dalam bentuk tunai sesuai dengan besaran uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa setiap semester dengan memertahankan nilai indeks prestasi (IP). Mahasiswa asal Desa Papringan, Kecamatan Temayang ini telah menerima beasiswa Rp 17 juta untuk membayar UKT.

“Dengan adanya beasiswa scientist ini, keluarga saya merasa terbantu untuk biaya UKT, sekaligus memotivasi saya untuk terus belajar dengan tekun,’’ ungkapnya saat penyerahan simbolis beasiswa di Pendapa Malowopati Jumat (27/08).

Baca Juga :  Buka Lagi Lelang Kadisdik Bojonegoro

Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Negeri Jember itu mengajak teman-teman mahasiswa lainnya yang masih ragu untuk melanjutkan kuliah. Kendala finansial tak perlu khawatir karena ada beasiswa scientist dan beasiswa satu desa dua sarjana yang bisa diperoleh melalui disdik.

Faisal Rahmadil, Mahasiswa Universitas Lampung asal Bojonegoro menambahkan, proses untuk mengurus beasiswa sangatlah mudah. Selain itu, mengurus berbagai persyaratan yang diperlukan di disdik tidak dipungut biaya apapun dengan pelayanan cukup bagus.

Pemkab Bojonegoro telah menyalurkan beasiswa kepada 241 mahasiswa, sebagai wujud keseriusan Bupati Anna Mu’awannah membangun IPM jangka panjang. Ada empat jalur untuk mendapatkan bantuan beasiswa dari Pemkab Bojonegoro. 

“Yaitu melalui jalur beasiswa satu desa dua sarjana, beasiswa scientist, beasiswa semester akhir, dan beasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Namun untuk (PTS) masih dalam proses perubahan peraturan bupati (Perbup),” tutur Bu Anna di acara Sambung Roso Bu’e Marang Mahasiswa, di Pendapa Malowopati.

Baca Juga :  Enam Desa Terancam Tak Terima ADD

Bu Anna menjelaskan, untuk mendapatkan beasiswa tentu ada kriteria dan persyaratan yang harus dimiliki. Di anta ranya mempunyai nilai IPK yang telah ditentukan, harus memiliki kartu indonesia pintar (KIP). 

“Namun, jika tidak mempunyai KIP, bagi orang tuanya yang punya KPM dapat memanfaatkan kartu KPM tersebut untuk mengakses beasiswa dari Pemkab Bojonegoro,” imbuh bupati perempuan pertama Bojonegoro.

Bu’e berpesan kepada mahasiswa yang telah menerima bantuan beasiswa dari agar tetap semangat, fokus dalam belajar dalam meningkatkan nilai IPK, dan jangan sampai nilai IPK yang sudah bagus malah turun dan tidak sesuai dengan standart. “Jika semester ini nilai IPK turun, maka beasiswa tidak bisa dicairkan atau ditransfer, namun apabila di semester berikutnya naik, maka akan dicairkan kembali,” ujar Bu’e warga Bojonegoro ini. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Hampir 500 Rumah Kebanjiran

Gelapkan Mobil, Diamankan

UNBK Masih Dianggap Sakral

Hibah Dibatalkan, Kasek Mengadu Ketua DPRD

Artikel Terbaru


/