alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Mengadu Nasib Menanam Bawang Merah

Radar Bojonegoro – Menanam bawang merah ibarat judi, karena harganya kerap fluktuatif, petani harus jeli membaca peluang dan tantangan. Agar saat musim panen harga berpihak pada petani. Fluktuatifnya harga tanaman holtikultura itu karena selama ini belum ada campur tangan dari instansi terkait, petani berjuang sendiri, bahkan mencari benih dari kabupaten tetangga, tepatnya di Kabupaten Nganjuk.

Andoko, Anggota Kelompok Tani Srimulyo Desa Krondonan, Kecamatan Gondang menje laskan, petani di desanya mulai tanam bawang merah. Sebab, diprediksi bulan depan air mudah didapatkan dan mulai musim hujan. ‘’Saya tergolong yang tanam terakhir, hari Jumat lalu,’’ ujarnya kemarin (29/8).

Andoko menuturkan, musim tanam ini menanam tiga ribu bibit bawang merah dengan luasan lahan 3.000 meter persegi, sedangkan rerata petani bawang merah di Desa Krondonan antara 2 sampai 3 ribu meter. ‘’Disesuaikan dengan lahan yang dipunyai petani, kalau saya tiga ribu dibagi dua tempat,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Huda : Sang Legenda

Andoko menjelaskan, bibit bawang yang ditanam petani semuanya berjenis taiwan, dengan hasil ukuran yang cukup besar. Rerata suplai bibit petani di desanya dari Kabu paten Nganjuk. Berharap musim panen ini diberengi dengan cuaca yang mendukung. Sebab, jika suplai air tidak maksimal àkan berdampak kualitas bawang merah.

Umur bawang merah sampai bisa dipanen paling cepat 60 hari. Jika ingin memperoleh maksimal perlu menunggu 65 sampai 70 hari. Para petani desanya saat panen menggunakan sistem borong langsung di lahan.

Pemborong banyak yang dari luar daerah seperti Klaten, Nganjuk, dan Blora. Sedangkan untuk pemborong lokal dari Bojonegoro, rerata asal Kecamatan Kedungadem. ‘’Saat musim panen tiba tengkulak dari berbagai wilayah datang langsung ke lahan petani,’’ ungkapnya Rerata hasil panen petani berkisar 3,5 ton, dengan harga bawang merah perkilo Rp 15 ribu, dengan jumlah tersebut harga dirasa stabil.

Harga bawang cenderung fluktuatif, bahkan pernah mengalami sampai harga Rp 8.000 sampai Rp 5.000. Kabid Tanaman Perkebunan dan Hortikultura Dinas Keta hanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin menjelaskan, harga panen petani saat ini memang stabil dengan besaran Rp 16 ribu. Terus memantau agar tidak terjadi penurunan harga saat panen tiba. ‘’Kami datang ke sana, ikut memanen harganya tidak anjlok,’’ klaimnya.

Baca Juga :  Status Manajer Persibo Didiskusikan

Menurut Imam, harga bawang yang stabil dipengaruhi oleh kebutuhan pasar dan panen di petani yang seimbang. Tentu kualitas bawang juga penting diperhatikan dengan menjaga suplai air dan pupuk yang mèncukupi. ‘’Agar proses pertumbuhan tidak terganggu,’’ katanya.

Imam menambahkan, akan melakukan pendataan lagi jika terdapat petani yang dulunya menanam padi berganti menjadi bawang merah. Akan mencarikan pasar bagi petani bawang yang kesulitan mencari pembeli. ‘’Pendataan bagi petani bawang baru akan dila kukan, agar jika ada bantuan juga mendapatkan,’’ pungkasnya. (luk)

Radar Bojonegoro – Menanam bawang merah ibarat judi, karena harganya kerap fluktuatif, petani harus jeli membaca peluang dan tantangan. Agar saat musim panen harga berpihak pada petani. Fluktuatifnya harga tanaman holtikultura itu karena selama ini belum ada campur tangan dari instansi terkait, petani berjuang sendiri, bahkan mencari benih dari kabupaten tetangga, tepatnya di Kabupaten Nganjuk.

Andoko, Anggota Kelompok Tani Srimulyo Desa Krondonan, Kecamatan Gondang menje laskan, petani di desanya mulai tanam bawang merah. Sebab, diprediksi bulan depan air mudah didapatkan dan mulai musim hujan. ‘’Saya tergolong yang tanam terakhir, hari Jumat lalu,’’ ujarnya kemarin (29/8).

Andoko menuturkan, musim tanam ini menanam tiga ribu bibit bawang merah dengan luasan lahan 3.000 meter persegi, sedangkan rerata petani bawang merah di Desa Krondonan antara 2 sampai 3 ribu meter. ‘’Disesuaikan dengan lahan yang dipunyai petani, kalau saya tiga ribu dibagi dua tempat,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Sisa Tujuh Hari, Belum Ada Kandidat Diajukan Ketua Askab PSSI Bojonegoro

Andoko menjelaskan, bibit bawang yang ditanam petani semuanya berjenis taiwan, dengan hasil ukuran yang cukup besar. Rerata suplai bibit petani di desanya dari Kabu paten Nganjuk. Berharap musim panen ini diberengi dengan cuaca yang mendukung. Sebab, jika suplai air tidak maksimal àkan berdampak kualitas bawang merah.

Umur bawang merah sampai bisa dipanen paling cepat 60 hari. Jika ingin memperoleh maksimal perlu menunggu 65 sampai 70 hari. Para petani desanya saat panen menggunakan sistem borong langsung di lahan.

Pemborong banyak yang dari luar daerah seperti Klaten, Nganjuk, dan Blora. Sedangkan untuk pemborong lokal dari Bojonegoro, rerata asal Kecamatan Kedungadem. ‘’Saat musim panen tiba tengkulak dari berbagai wilayah datang langsung ke lahan petani,’’ ungkapnya Rerata hasil panen petani berkisar 3,5 ton, dengan harga bawang merah perkilo Rp 15 ribu, dengan jumlah tersebut harga dirasa stabil.

Harga bawang cenderung fluktuatif, bahkan pernah mengalami sampai harga Rp 8.000 sampai Rp 5.000. Kabid Tanaman Perkebunan dan Hortikultura Dinas Keta hanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin menjelaskan, harga panen petani saat ini memang stabil dengan besaran Rp 16 ribu. Terus memantau agar tidak terjadi penurunan harga saat panen tiba. ‘’Kami datang ke sana, ikut memanen harganya tidak anjlok,’’ klaimnya.

Baca Juga :  Tidak Sarankan Daun Direbus Dulu

Menurut Imam, harga bawang yang stabil dipengaruhi oleh kebutuhan pasar dan panen di petani yang seimbang. Tentu kualitas bawang juga penting diperhatikan dengan menjaga suplai air dan pupuk yang mèncukupi. ‘’Agar proses pertumbuhan tidak terganggu,’’ katanya.

Imam menambahkan, akan melakukan pendataan lagi jika terdapat petani yang dulunya menanam padi berganti menjadi bawang merah. Akan mencarikan pasar bagi petani bawang yang kesulitan mencari pembeli. ‘’Pendataan bagi petani bawang baru akan dila kukan, agar jika ada bantuan juga mendapatkan,’’ pungkasnya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/