alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Hobi Masak hingga Jualan Camilan

NURUL Cholipah sudah fasih dengan urusan dapur. Semenjak masih duduk di bangku menengah pertama, Nurul, panggilan akrabnya, diperkenalkan dengan berbagai macam bumbu-bumbu dapur.

Kecintaannya pada memasak, membuat perempuan 21 tahun ini memutuskan memasuki SMK jurusan tata boga. Baginya, dunia masak memasak itu sangat mengasyikkan. ’’Saat sekolah kita dibekali pendalaman ilmu tentang jasa boga atau memasak. Itu dipelajari secara detail,’’ ucap perempuan asal Desa Bakalan, Kecamatan Kapas.

Meski saat ini ia disibukkan dengan bisnis camilannya, ia tetap tidak menghilangkan hobi memasaknya. Dari hobi memasak hingga terjun bisnis di dunia camilan tidaklah mudah. Semenjak Nurul terjun bisnis camilan, berbagai masalah pasti tetap ada. Kadang hidup di atas. Kadang hidup di bawah. Kadang hasil bisnis berlimpah. Kadang sepi pembeli.

Baca Juga :  Tunda ke Bali

’’Kita harus sabar menghadapi semua masalah. Namanya bisnis tidak akan berjalan mulus terus. Pasti ada saja masalahnya,’’ kata Nurul.

Dia mengetahui jika terjun di dunia bisnis makanan harus memiliki mental kuat. Persaingan ketat antarpenjual menjamur. Namun, karena kecintaannya pada makanan ia dapat bertahan.

’’Saya percaya rezeki sudah ada yang mengatur. Jadi jangan pernah takut gagal sebelum mencoba,’’ kata perempuan berjilbab itu.

NURUL Cholipah sudah fasih dengan urusan dapur. Semenjak masih duduk di bangku menengah pertama, Nurul, panggilan akrabnya, diperkenalkan dengan berbagai macam bumbu-bumbu dapur.

Kecintaannya pada memasak, membuat perempuan 21 tahun ini memutuskan memasuki SMK jurusan tata boga. Baginya, dunia masak memasak itu sangat mengasyikkan. ’’Saat sekolah kita dibekali pendalaman ilmu tentang jasa boga atau memasak. Itu dipelajari secara detail,’’ ucap perempuan asal Desa Bakalan, Kecamatan Kapas.

Meski saat ini ia disibukkan dengan bisnis camilannya, ia tetap tidak menghilangkan hobi memasaknya. Dari hobi memasak hingga terjun bisnis di dunia camilan tidaklah mudah. Semenjak Nurul terjun bisnis camilan, berbagai masalah pasti tetap ada. Kadang hidup di atas. Kadang hidup di bawah. Kadang hasil bisnis berlimpah. Kadang sepi pembeli.

Baca Juga :  Tunda ke Bali

’’Kita harus sabar menghadapi semua masalah. Namanya bisnis tidak akan berjalan mulus terus. Pasti ada saja masalahnya,’’ kata Nurul.

Dia mengetahui jika terjun di dunia bisnis makanan harus memiliki mental kuat. Persaingan ketat antarpenjual menjamur. Namun, karena kecintaannya pada makanan ia dapat bertahan.

’’Saya percaya rezeki sudah ada yang mengatur. Jadi jangan pernah takut gagal sebelum mencoba,’’ kata perempuan berjilbab itu.

Artikel Terkait

Most Read

Gadis ini Merintis Jadi Entrepeneur

Tujuh Rumah di Sekar Tergenang Banjir

Jangan Tegang Main di Bali

Artikel Terbaru


/