alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Kapolres Imbau Warga Tak Gelar Takbir Keliling

Radar Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan mengimbau agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling malam ini (30/7). Alasannya, masa pandemi Covid19 saat ini, Bojonegoro masih masuk zona oranye di tingkat Provinsi Jawa Timur. Artinya risiko sedang yang mana penularan tetap harus diantisipasi.

Kapolres mengatakan, acara takbir keliling sebaiknya ditunda dulu tahun ini. Ia menyarankan takbiran di masjid, musala, dan rumah. Karena apabila memaksakan menggelar takbir keliling, tentu berakibat penumpukan massa. Ia berharap masyarakat bisa memahami dan menyadari bahwa imbauan ini demi kebaikan bersama.

“Sebaiknya tetap di rumah saja, kalau mau takbiran bisa ke musala atau masjid terdekat. Tidak perlu beramairamai, sangat berisiko,” tegasnya. Selain itu, momen penyem belihan hewan kurban, ia juga menyarankan agar para panitia kurban mulai mendata warganya akan diberi daging kurban.

Baca Juga :  Lawan Persis, Puncak Evaluasi Skuad

Penyerahan lebih baik secara door to door. Sehingga, bisa meminimalisasi penum pukan massa akan mengambil daging kurban. Pihaknya telah mengerahkan Bhabinkamtibmas agar turut membantu pendistribusian daging kurban di desa-desa.

“Di Polres Bojonegoro juga akan mengirimkan daging kurban secara door to door,” tuturnya. Kapolres menambahkan, terpenting di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ialah tetap memperhatikan protokol kese hatan atau 3-M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Kapolres mengingatkan agar kewaspadaan masyarakat tetap harus selalu ditingkatkan. Tindak kejahatan yang masih marak seperti 3-C yakni curat, curas, dan curanmor juga perlu diantisipasi.

Radar Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan mengimbau agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling malam ini (30/7). Alasannya, masa pandemi Covid19 saat ini, Bojonegoro masih masuk zona oranye di tingkat Provinsi Jawa Timur. Artinya risiko sedang yang mana penularan tetap harus diantisipasi.

Kapolres mengatakan, acara takbir keliling sebaiknya ditunda dulu tahun ini. Ia menyarankan takbiran di masjid, musala, dan rumah. Karena apabila memaksakan menggelar takbir keliling, tentu berakibat penumpukan massa. Ia berharap masyarakat bisa memahami dan menyadari bahwa imbauan ini demi kebaikan bersama.

“Sebaiknya tetap di rumah saja, kalau mau takbiran bisa ke musala atau masjid terdekat. Tidak perlu beramairamai, sangat berisiko,” tegasnya. Selain itu, momen penyem belihan hewan kurban, ia juga menyarankan agar para panitia kurban mulai mendata warganya akan diberi daging kurban.

Baca Juga :  Perjamuan Kata-Kata dengan Membaca Puisi dan Geguritan

Penyerahan lebih baik secara door to door. Sehingga, bisa meminimalisasi penum pukan massa akan mengambil daging kurban. Pihaknya telah mengerahkan Bhabinkamtibmas agar turut membantu pendistribusian daging kurban di desa-desa.

“Di Polres Bojonegoro juga akan mengirimkan daging kurban secara door to door,” tuturnya. Kapolres menambahkan, terpenting di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ialah tetap memperhatikan protokol kese hatan atau 3-M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Kapolres mengingatkan agar kewaspadaan masyarakat tetap harus selalu ditingkatkan. Tindak kejahatan yang masih marak seperti 3-C yakni curat, curas, dan curanmor juga perlu diantisipasi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/