alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Logistik Pilkada Harus Baru

TUBAN – Radar Tuban, Sebagian besar logistik pemilu serentak 2019 masih layak pakai, mulai kotak dan bilik suara. Namun, logistik berbahan karton tersebut tak lagi bisa dipakai pelaksanaan pilkada serentak 2020.

Divisi Perencanaan dan Data Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban M. Nurokhib mengatakan, logistik kotak dan bilik suara yang diproduksi dari bahan karton tersebut hanya sekali pakai. Artinya, tidak bisa dimanfaatkan untuk pilkada, meski sebagian besar kondisinya cukup layak untuk dimanfaatkan lagi.

‘’Karena logistik berbahan karton ini sifatnya sekali pakai, sehingga sudah tidak bisa pakai lagi,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin.

Baca Juga :  KPUK Tuban Tetapkan Daftar Pemilih Tetap Pilkada Sebanyak 942.519 Jiwa

Karena itulah, pilkada pada tahun depan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sebab, dibutuhkan pengadaan logistik baru untuk melaksanakan pemilihan bupati (pilbup). Berbeda dengan Pilkada 2015 yang masih memungkinkan memanfaatkan logistik berbahan aluminium dari pemilu sebelumnya.

‘’Sekarang tidak bisa (memanfaatkan logistik bekas, Red), karena aturannya memang sekali pakai. Itu aturan dari KPU RI,’’ tegas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Sekadar diketahui, awalnya usulan anggaran pilkada yang diajukan KPUK Tuban mencapai Rp 69 miliar, namun Pemkab Tuban hanya mampu merealisasikan usulan anggaran pilkada yang diajukan KPUK sebesar Rp 54 miliar, sesuai yang tercantum dalam rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) APBD 2020.

Baca Juga :  Pengiriman Logistik Pemilu Gandeng BMKG

Adapun untuk tahapan pilkada serentak 2020 diprediksi bakal mulai dilaksanakan pada September 2019. Termasuk pemilihan bupati (pilbup) Kabupaten Tuban. Diawali dari tahapan sosialisasi. Sedangkan untuk coblosan pilkada serentak berlangsung pada 23 September 2020 mendatang.

TUBAN – Radar Tuban, Sebagian besar logistik pemilu serentak 2019 masih layak pakai, mulai kotak dan bilik suara. Namun, logistik berbahan karton tersebut tak lagi bisa dipakai pelaksanaan pilkada serentak 2020.

Divisi Perencanaan dan Data Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban M. Nurokhib mengatakan, logistik kotak dan bilik suara yang diproduksi dari bahan karton tersebut hanya sekali pakai. Artinya, tidak bisa dimanfaatkan untuk pilkada, meski sebagian besar kondisinya cukup layak untuk dimanfaatkan lagi.

‘’Karena logistik berbahan karton ini sifatnya sekali pakai, sehingga sudah tidak bisa pakai lagi,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin.

Baca Juga :  16 Parpol Siap Ramaikan Pemilu

Karena itulah, pilkada pada tahun depan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sebab, dibutuhkan pengadaan logistik baru untuk melaksanakan pemilihan bupati (pilbup). Berbeda dengan Pilkada 2015 yang masih memungkinkan memanfaatkan logistik berbahan aluminium dari pemilu sebelumnya.

‘’Sekarang tidak bisa (memanfaatkan logistik bekas, Red), karena aturannya memang sekali pakai. Itu aturan dari KPU RI,’’ tegas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Sekadar diketahui, awalnya usulan anggaran pilkada yang diajukan KPUK Tuban mencapai Rp 69 miliar, namun Pemkab Tuban hanya mampu merealisasikan usulan anggaran pilkada yang diajukan KPUK sebesar Rp 54 miliar, sesuai yang tercantum dalam rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) APBD 2020.

Baca Juga :  Ainur Rofiq Bongkar Dapur HTI

Adapun untuk tahapan pilkada serentak 2020 diprediksi bakal mulai dilaksanakan pada September 2019. Termasuk pemilihan bupati (pilbup) Kabupaten Tuban. Diawali dari tahapan sosialisasi. Sedangkan untuk coblosan pilkada serentak berlangsung pada 23 September 2020 mendatang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/