alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Baru Dua Desa Laporkan Kekeringan

TUBAN, Radar Tuban – Memasuki puncak kemarau, baru Desa Sembung dan Pacing, keduanya di Kecamatan Parengan yang resmi melaporkan kondisi kekeringan di wilayahnya. Kondisi tersebut dilaporkan tertulis oleh perangkat desa ke kecamatan. Dari laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban memetakan.

Koordinator Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) BPBD Tuban Frendy Setiawan mengatakan, sejak memasuki kemarau hingga kemarin (29/7), baru dua desa itu yang melaporkan kekeringan. Praktis, hanya dua desa tersebut yang menjadi fokus penyaluran bantuan air bersih. ‘’Acuan data kekeringan BPBD berdasarkan laporan dari desa dan kecamatan,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Salat Idul Adha Tunggu Evaluasi PPKM Darurat

Frendy tak menampik kondisi di lapangan terkait banyaknya desa yang mengalami kekeringan dan belum dilaporkan. Karena itu, dia mengimbau desa dan kecamatan untuk berperan aktif mendata dan melaporkan kekeringan di wilayahnya. ‘’Tidak adanya laporan tertulis membuat kami kesulitan memetakan daerah krisis air bersih,’’ ujar dia.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sejumlah desa di Kecamatan Grabagan, Semanding, Senori, dan sekitarnya mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Puncak kekeringan dipreksi berlangsung pada Agustus. Pada bulan itu jumlah desa yang mengalami kekeringan diperkirakan bertambah dan meluas.

TUBAN, Radar Tuban – Memasuki puncak kemarau, baru Desa Sembung dan Pacing, keduanya di Kecamatan Parengan yang resmi melaporkan kondisi kekeringan di wilayahnya. Kondisi tersebut dilaporkan tertulis oleh perangkat desa ke kecamatan. Dari laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban memetakan.

Koordinator Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) BPBD Tuban Frendy Setiawan mengatakan, sejak memasuki kemarau hingga kemarin (29/7), baru dua desa itu yang melaporkan kekeringan. Praktis, hanya dua desa tersebut yang menjadi fokus penyaluran bantuan air bersih. ‘’Acuan data kekeringan BPBD berdasarkan laporan dari desa dan kecamatan,’’ tegas dia.

Baca Juga :  PDAM Tuban Tetap Tingkatkan Pelayanan, Utamakan Kebutuhan Pelanggan

Frendy tak menampik kondisi di lapangan terkait banyaknya desa yang mengalami kekeringan dan belum dilaporkan. Karena itu, dia mengimbau desa dan kecamatan untuk berperan aktif mendata dan melaporkan kekeringan di wilayahnya. ‘’Tidak adanya laporan tertulis membuat kami kesulitan memetakan daerah krisis air bersih,’’ ujar dia.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sejumlah desa di Kecamatan Grabagan, Semanding, Senori, dan sekitarnya mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Puncak kekeringan dipreksi berlangsung pada Agustus. Pada bulan itu jumlah desa yang mengalami kekeringan diperkirakan bertambah dan meluas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/