alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Tantangan Berat Penuhi Target Objek Wisata

Radar Bojonegoro – Pendapatan dari sektor wisata belum maksimal. Di tengah pendemi ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro ditarget memenuhi target dari pengelolaan objek wisata Rp 1,4 miliar.

Sesuai data realisasi per Juni, baru menyentuh angka Rp 111 juta. Sehingga, harus bekerja ekstra untuk memenuhi targetnya. Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Disbudpar Bojonegoro Mudiono mengatakan, masa pandemi ini membuat pendapatan sektor wisata cukup berat.

Sebab, kapasitasnya tidak bisa penuh. Sehingga, pendapatannya juga tidak bisa maksimal. Saat ini objek wisata masih buka seperti biasa. Namun, tetap dengan prokes yang ketat. Yakni, pembatasan jumlah pengunjung yang masuk ke objek. ‘’Kunjungan masih lumayan. Namun dengan penerapan prokes ketat,’’ katanya.

Baca Juga :  Merawat Amanah Umat

Menurut dia, pembukaan objek wisata segera dievaluasi. Sesuai Surat Edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendari) berakhir pada 5 Juli mendatang. Evaluasi akan dilakukan gugus tugas kabupaten. ‘’Saat ini masih buka. Tentunya dengan prokes yang ketat,’’ imbuh Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiyanto.

Menurut Budi, saat ini situasi pandemi di Bojonegoro dalam warna oranye. Artinya, Bojonegoro masih belum dinyatakan darurat penuluaran. Kondisi itu masih memungkinkan dibukanya objek wisata. Meski demikian, disbudpar ikut aturan dari gugus tugas.

Jika dirasa tidak aman, siap menutup sementara semua objek wisata. ‘’Sampai detik ini masih belum ada perintah menutup. Jadi, masih tetap buka,’’ jelasnya.

Budi menambahkan, sesuai edaran Mendagri, pembukaan objek wisata berlaku sampai 5 Juli mendatang. Setelah itu akan dievaluasi. Rapat evaluasi akan digelar berakhirnya SE Mendagri itu. ‘’Nanti akan dirapatkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Sehari Harus Lebih Satu Persen

Dari tiga objek wisata yang dikelola pemkab, kata Budi, hanya dua dibuka. Yakni, Kahyangan Api, dan Waduk Pacal. Sedangkan Dander Park masih belum buka. Sebab, objek wisata air masih rawan penularan. Tidak hanya objek wisata pemkab, objek wisata desa juga akan dilakukan hal yang sama. Jika ada penutupan, akan ditutup semua. ‘’Saat ini masih buka semua,’’ ungkapnya.

Radar Bojonegoro – Pendapatan dari sektor wisata belum maksimal. Di tengah pendemi ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro ditarget memenuhi target dari pengelolaan objek wisata Rp 1,4 miliar.

Sesuai data realisasi per Juni, baru menyentuh angka Rp 111 juta. Sehingga, harus bekerja ekstra untuk memenuhi targetnya. Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Disbudpar Bojonegoro Mudiono mengatakan, masa pandemi ini membuat pendapatan sektor wisata cukup berat.

Sebab, kapasitasnya tidak bisa penuh. Sehingga, pendapatannya juga tidak bisa maksimal. Saat ini objek wisata masih buka seperti biasa. Namun, tetap dengan prokes yang ketat. Yakni, pembatasan jumlah pengunjung yang masuk ke objek. ‘’Kunjungan masih lumayan. Namun dengan penerapan prokes ketat,’’ katanya.

Baca Juga :  Wow, Setiap Kelurahan Dapat Rp 300 Juta

Menurut dia, pembukaan objek wisata segera dievaluasi. Sesuai Surat Edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendari) berakhir pada 5 Juli mendatang. Evaluasi akan dilakukan gugus tugas kabupaten. ‘’Saat ini masih buka. Tentunya dengan prokes yang ketat,’’ imbuh Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiyanto.

Menurut Budi, saat ini situasi pandemi di Bojonegoro dalam warna oranye. Artinya, Bojonegoro masih belum dinyatakan darurat penuluaran. Kondisi itu masih memungkinkan dibukanya objek wisata. Meski demikian, disbudpar ikut aturan dari gugus tugas.

Jika dirasa tidak aman, siap menutup sementara semua objek wisata. ‘’Sampai detik ini masih belum ada perintah menutup. Jadi, masih tetap buka,’’ jelasnya.

Budi menambahkan, sesuai edaran Mendagri, pembukaan objek wisata berlaku sampai 5 Juli mendatang. Setelah itu akan dievaluasi. Rapat evaluasi akan digelar berakhirnya SE Mendagri itu. ‘’Nanti akan dirapatkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Brak, Mobil Kades Meduri Tertabrak Kereta Api

Dari tiga objek wisata yang dikelola pemkab, kata Budi, hanya dua dibuka. Yakni, Kahyangan Api, dan Waduk Pacal. Sedangkan Dander Park masih belum buka. Sebab, objek wisata air masih rawan penularan. Tidak hanya objek wisata pemkab, objek wisata desa juga akan dilakukan hal yang sama. Jika ada penutupan, akan ditutup semua. ‘’Saat ini masih buka semua,’’ ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/