alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Menunggu Perbup ­Penanggulangan HIV-AIDS 

BOJONEGORO – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penanggulangan HIV-AIDS dan tuberculosis (TB) telah disahkan akhir tahun lalu. Perda tersebut mewajibkan petugas kesehatan memberikan konseling kepada calon pengantin (catin) melaksanakan tes HIV. 

Namun, amanat perda tersebut belum bisa diterapkan, karena hingga sekarang belum ada peraturan bupati (perbup). Urgensi perda tersebut mengingat jumlah kasus baru HIV-AIDS di Bojonegoro tak menentu (selengkapnya lihat grafis).

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah mengatakan, perda tersebut sangat mungkin diterapkan mendeteksi secara dini virus HIV-AIDS di wilayah Bojonegoro. 

Selain calon pengantin, para penderita TB juga wajib dikonseling melakukan tes HIV. Karena TB salah satu penyakit penyerta atau infeksi oportunistik (IO) terbanyak orang dengan HIV-AIDS (ODHA). Sehingga, perlu adanya pemeriksaan tes HIV-AIDS kepada penderita TB, begitu pun sebaliknya. 

Baca Juga :  Tabrak Truk Parkir, Dihantam Trailer

“ODHA perlu lakukan tes TB dan juga penderita TB perlu lakukan tes HIV-AIDS,” katanya. 

Namun, tetap memerlukan persetujuan dari pasien TB atau calon pengantin. Karena itu, menurut dia, pihak puskesmas atau rumah sakit tetap melakukan konseling agar bersangkutan bersedia melakukan tes HIV. Sekaligus memberitahukan bahwa tes tersebut merupakan imbauan dari pemerintah.

Whenny mengatakan, perda tersebut setidaknya mampu menekan persebaran virus TB dan HIV-AIDS. Karena selain dari sisi pengobatan, perda mengatur tentang peran seluruh dinas-dinas terkait mengembalikan kondisi sosial dan ekonominya.

BOJONEGORO – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penanggulangan HIV-AIDS dan tuberculosis (TB) telah disahkan akhir tahun lalu. Perda tersebut mewajibkan petugas kesehatan memberikan konseling kepada calon pengantin (catin) melaksanakan tes HIV. 

Namun, amanat perda tersebut belum bisa diterapkan, karena hingga sekarang belum ada peraturan bupati (perbup). Urgensi perda tersebut mengingat jumlah kasus baru HIV-AIDS di Bojonegoro tak menentu (selengkapnya lihat grafis).

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah mengatakan, perda tersebut sangat mungkin diterapkan mendeteksi secara dini virus HIV-AIDS di wilayah Bojonegoro. 

Selain calon pengantin, para penderita TB juga wajib dikonseling melakukan tes HIV. Karena TB salah satu penyakit penyerta atau infeksi oportunistik (IO) terbanyak orang dengan HIV-AIDS (ODHA). Sehingga, perlu adanya pemeriksaan tes HIV-AIDS kepada penderita TB, begitu pun sebaliknya. 

Baca Juga :  Bung Karno Semalam Menginap di Bojonegoro

“ODHA perlu lakukan tes TB dan juga penderita TB perlu lakukan tes HIV-AIDS,” katanya. 

Namun, tetap memerlukan persetujuan dari pasien TB atau calon pengantin. Karena itu, menurut dia, pihak puskesmas atau rumah sakit tetap melakukan konseling agar bersangkutan bersedia melakukan tes HIV. Sekaligus memberitahukan bahwa tes tersebut merupakan imbauan dari pemerintah.

Whenny mengatakan, perda tersebut setidaknya mampu menekan persebaran virus TB dan HIV-AIDS. Karena selain dari sisi pengobatan, perda mengatur tentang peran seluruh dinas-dinas terkait mengembalikan kondisi sosial dan ekonominya.

Artikel Terkait

Most Read

Dikontrak, Rumah Terbakar

Tidak Berharap Mendapatkan Adipura

Tren Debit Bengawan Solo Merangkak Naik

Artikel Terbaru

Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

Harga Tanah Rp 450 Ribu Per Meter

Sempat Vakum Dua Tahun


/