alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Diterjang Akar, Air PDAM Mampet

- Advertisement -

TUBAN – Pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lestari Tuban di sebagian wilayah Tuban dan sekitarnya terganggu, jumat (29/6). Pemicunya, pipa air di wilayah Desa Gemulung, Kecamatan Kerek pecah akibat diterjang akar pohon.

Terganggunya pasokan air PDAM dikeluhkan sebagian warga kota. Di kawasan Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, misalnya. Sejak pagi, keran air di rumah-rumah pelanggan tak mengucur alias mampet. Begitu juga di kawasan Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Karang, dan wilayah selatan kota lainnya.

Setiyawan, salah satu karyawan kantor di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo mengatakan, bukan kali ini saja air PDAM mampet. Sebelumnya, hal yang sama kerap terjadi. ”Untuk wudu saja karyawan se-kantor harus mengungsi,” keluh dia.

Baca Juga :  Jokowi: Mbak Puti, Jaga Pancasila

Warga lain kepada Jawa Pos Radar Tuban mengkhawatirkan matinya aliran air PDAM berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Sebab, simpanan air tandonnya hanya mampu bertahan sekitar 2-3 hari saja. Kalau matinya aliran air PDAM lebih dari itu, tentu warga kelimpungan karena harus membeli air tangki. ”Biasanya kalau ada gangguan pipa, matinya lumayan lama. Sekitar satu minggu,” ujar Nurul Fitria warga Perumahan Bukit Karang.

Kabag Administrasi Umum dan Kepegawaian PDAM Tirta Lestari Tuban Agus Setyo Utomo ketika dikonfirmasi mengatakan, matinya aliran air  PDAM dipicu dari kerusakan pipa di Desa Gemulung, Kecamatan Kerek sejak kemarin pagi. Pemicunya akibat terkena akar pohon.

- Advertisement -

Pipa tersebut berdiameter 300 milimeter (mm) pada kedalaman sekitar 2 meter (m). Kerusakan pipa tersebut cukup parah. Panjangnya  diperkirakan sekitar 6 m.

Baca Juga :  Desain Jembatan Membutuhkan Waktu Enam

Agus memastikan, pecahnya pipa bukan dipicu karena kualitas pipa, namun karena akar pohon yang terus berkembang hingga mengenai instalansi PDAM tersebut. ”Pipa ini baru dipasang. Jadi ini karena faktor nonteknis,” terang dia.

Perbaikan pipa tersebut, lanjut Agus, sekarang ini masih berlangsung. Setelah tuntas, ditargetkan pasokan air kembali normal.

Menurut catatan koran ini,  kerusakan tersebut merupakan kali keduanya selama tiga bulan terakhir, Kerusakan pertama terjadi 30 April lalu. Ketika itu, pipa berdiameter 300 di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak juga rusak. Penyebabnya, diduga tekanan air yang terlalu kuat.

TUBAN – Pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lestari Tuban di sebagian wilayah Tuban dan sekitarnya terganggu, jumat (29/6). Pemicunya, pipa air di wilayah Desa Gemulung, Kecamatan Kerek pecah akibat diterjang akar pohon.

Terganggunya pasokan air PDAM dikeluhkan sebagian warga kota. Di kawasan Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, misalnya. Sejak pagi, keran air di rumah-rumah pelanggan tak mengucur alias mampet. Begitu juga di kawasan Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Karang, dan wilayah selatan kota lainnya.

Setiyawan, salah satu karyawan kantor di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo mengatakan, bukan kali ini saja air PDAM mampet. Sebelumnya, hal yang sama kerap terjadi. ”Untuk wudu saja karyawan se-kantor harus mengungsi,” keluh dia.

Baca Juga :  EMCL Dorong Kontraktor Lokal Bisa Bersaing

Warga lain kepada Jawa Pos Radar Tuban mengkhawatirkan matinya aliran air PDAM berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Sebab, simpanan air tandonnya hanya mampu bertahan sekitar 2-3 hari saja. Kalau matinya aliran air PDAM lebih dari itu, tentu warga kelimpungan karena harus membeli air tangki. ”Biasanya kalau ada gangguan pipa, matinya lumayan lama. Sekitar satu minggu,” ujar Nurul Fitria warga Perumahan Bukit Karang.

Kabag Administrasi Umum dan Kepegawaian PDAM Tirta Lestari Tuban Agus Setyo Utomo ketika dikonfirmasi mengatakan, matinya aliran air  PDAM dipicu dari kerusakan pipa di Desa Gemulung, Kecamatan Kerek sejak kemarin pagi. Pemicunya akibat terkena akar pohon.

- Advertisement -

Pipa tersebut berdiameter 300 milimeter (mm) pada kedalaman sekitar 2 meter (m). Kerusakan pipa tersebut cukup parah. Panjangnya  diperkirakan sekitar 6 m.

Baca Juga :  Desain Jembatan Membutuhkan Waktu Enam

Agus memastikan, pecahnya pipa bukan dipicu karena kualitas pipa, namun karena akar pohon yang terus berkembang hingga mengenai instalansi PDAM tersebut. ”Pipa ini baru dipasang. Jadi ini karena faktor nonteknis,” terang dia.

Perbaikan pipa tersebut, lanjut Agus, sekarang ini masih berlangsung. Setelah tuntas, ditargetkan pasokan air kembali normal.

Menurut catatan koran ini,  kerusakan tersebut merupakan kali keduanya selama tiga bulan terakhir, Kerusakan pertama terjadi 30 April lalu. Ketika itu, pipa berdiameter 300 di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak juga rusak. Penyebabnya, diduga tekanan air yang terlalu kuat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/