alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Mulia, Gadis ini Ingin Punya Rumah Tahfiz

SHE – Bagi Putri Safira Qolby, ketika diri kita lebih bisa bermanfaat untuk orang lain, kebahagiaan yang akan kita dapat tentu lebih besar. Karena alasan itulah, gadis yang akrab disapa Putri itu sangat ingin sekaligus bercita-cita memiliki rumah tahfiz. 

Dia menjelaskan bahwa rumah tahfiz merupakan rumah yang disediakan bagi aktivitas untuk menghafal Alquran. “Pembibitan penghafal Alquran bisa lahir di tengah-tengah masyarakat, tak harus lahir dari pondok pesantren,” ujar gadis asal Dusun Badug, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo.

Jadi, dia sedang membayangkan melalui rumah tersebut diharapkan adanya keterlibatan potensi masyarakat yang ada, baik para hafiz (guru ngaji yang hafal Alquran), alim ulama, tokoh masyarakat maupun warga yang ingin bersedekah atau berinfak bagi kemajuan program ini. Di sisi lain, Putri sendiri masih menempuh studi di Stikes Muhammadiyah Bojonegoro, jurusan administrasi rumah sakit semester 6. Dia ingin menuntaskan studinya tersebut lalu ingin menjalani profesi yang selaras dengan pendidikan yang ditempuh. “Mungkin harus memikirkan profesi dulu, pelan-pelan keinginan buat rumah tahfiz mulai dirancang dulu,” terang gadis kelahiran 1997 itu.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Santunan Rp 1,8 Miliar

Putri juga sedang disibukkan dengan berjualan online busana muslimah. Dia pun memiliki minat berbisnis sejak kuliah. Dia pun mulai banyak belajar bagaimana cara memutar modal yang pas untuk menjalankan bisnisnya. “Meski skalanya masih kecil, setidaknya berani mencoba,” katanya.  Ke depannya, dia ingin membuat usaha di bidang kuliner, karena dia merasa memiliki bakat memasak. “Memasak jadi hobi yang sangat saya idolakan,” pungkasnya. 

SHE – Bagi Putri Safira Qolby, ketika diri kita lebih bisa bermanfaat untuk orang lain, kebahagiaan yang akan kita dapat tentu lebih besar. Karena alasan itulah, gadis yang akrab disapa Putri itu sangat ingin sekaligus bercita-cita memiliki rumah tahfiz. 

Dia menjelaskan bahwa rumah tahfiz merupakan rumah yang disediakan bagi aktivitas untuk menghafal Alquran. “Pembibitan penghafal Alquran bisa lahir di tengah-tengah masyarakat, tak harus lahir dari pondok pesantren,” ujar gadis asal Dusun Badug, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo.

Jadi, dia sedang membayangkan melalui rumah tersebut diharapkan adanya keterlibatan potensi masyarakat yang ada, baik para hafiz (guru ngaji yang hafal Alquran), alim ulama, tokoh masyarakat maupun warga yang ingin bersedekah atau berinfak bagi kemajuan program ini. Di sisi lain, Putri sendiri masih menempuh studi di Stikes Muhammadiyah Bojonegoro, jurusan administrasi rumah sakit semester 6. Dia ingin menuntaskan studinya tersebut lalu ingin menjalani profesi yang selaras dengan pendidikan yang ditempuh. “Mungkin harus memikirkan profesi dulu, pelan-pelan keinginan buat rumah tahfiz mulai dirancang dulu,” terang gadis kelahiran 1997 itu.

Baca Juga :  KPK Sebut Ada Potensi Korupsi

Putri juga sedang disibukkan dengan berjualan online busana muslimah. Dia pun memiliki minat berbisnis sejak kuliah. Dia pun mulai banyak belajar bagaimana cara memutar modal yang pas untuk menjalankan bisnisnya. “Meski skalanya masih kecil, setidaknya berani mencoba,” katanya.  Ke depannya, dia ingin membuat usaha di bidang kuliner, karena dia merasa memiliki bakat memasak. “Memasak jadi hobi yang sangat saya idolakan,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/