alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Dua Pengedar Karnopen Dicokok Polisi

BRONDONG – Kawasan pantura Lamongan tak pernah sepi dari peredaran pil koplo, khususnya jenis karnopen. Dua pengedar pil jenis psikotropika berhasil dicokok aparat Polsek Brondong Selasa (28/5) lalu. Mereka ditangkap saat mengedarkan pil setan itu di kawasan (tempat pelelangan ikan) Brondong. Kedua tersangka itu masing-masing bernama Hasan Fanani, 39, asal Lingkungan Tegalsari Kelurahan / Kecamatan Brondong dan Wanasis, 33, asal Desa/Kecamatan Laren.

‘’ Dari kedua tersangka berhasil diamankan barang bukti sebanyak 385 butir pil karnopen yang belum dijual,’’ ungkap Kapolsek Brondong, AKP Suratman selasa (29/5). Menurut dia, cara penjualan kedua tersangka berbeda. Yang satu lebih suka membawa barang ke tempat tujuan pembeli yang pesan. Sedangkan pelaku lainnya menjual di tempatnya saja.

Baca Juga :  Mufidah Ch, Perempuan Penggerak Masjid asal Bojonegoro 

‘’Kebanyakan pelanggannya para nelayan,’’ ujarnya. Dia melanjutkan, harga jualnya sekitar Rp 50 Ribu mendapatkan 10 butir atau sering disebut juga satu tik. Keuntungannya dua kali lipat dari harga pembelian. Sehingga sangat menggiurkan bagi yang tidak mempunyai pekerjaan. Rata – rata barang itu didapatkan dari wilayah Tuban, karena dinilai paling murah. ‘’Satu pelaku beberapa hari yang lalu tertangkap dengan kasus yang sama,’’ katanya.

Menurut dia, tertangkapnya dua pelaku itu setelah adanya laporan dari masyarakat, karena di wilayah tersebut sering dijadikan transaksi pil karnopen. Setelah dilakukan penggerebekan, kali pertama yang tertangkap Wanasis, saat menunggu pelanggannya. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata dirinya tidak sendirian melainkan bersama temannya, yang juga berhasil ditangkap tak jauh dari lokasi penangkapan pertama.

Baca Juga :  27 Ribu Lebih Pemilih Potensial ‘’Tak Jelas’’

‘’Penjualannya dibagi untuk persiapan lebaran,’’ tukasnya. Dia menambahkan, barang bukti yang diamankan, yakni 385 butir pil karnopen dan uang hasil penjualan Rp 2,5 Juta serta dua handphone yang digunakan sebagai alat penjualan. ‘’Uang Rp 2,5 Juta ini diduga hasil penjulan pil karnopen. Namun tersangka masih terbelit memberikan penjelasan. Kemungkinan besar, yang sudah dijual lebih dari 200 butir,’’ tukasnya.

BRONDONG – Kawasan pantura Lamongan tak pernah sepi dari peredaran pil koplo, khususnya jenis karnopen. Dua pengedar pil jenis psikotropika berhasil dicokok aparat Polsek Brondong Selasa (28/5) lalu. Mereka ditangkap saat mengedarkan pil setan itu di kawasan (tempat pelelangan ikan) Brondong. Kedua tersangka itu masing-masing bernama Hasan Fanani, 39, asal Lingkungan Tegalsari Kelurahan / Kecamatan Brondong dan Wanasis, 33, asal Desa/Kecamatan Laren.

‘’ Dari kedua tersangka berhasil diamankan barang bukti sebanyak 385 butir pil karnopen yang belum dijual,’’ ungkap Kapolsek Brondong, AKP Suratman selasa (29/5). Menurut dia, cara penjualan kedua tersangka berbeda. Yang satu lebih suka membawa barang ke tempat tujuan pembeli yang pesan. Sedangkan pelaku lainnya menjual di tempatnya saja.

Baca Juga :  Penyelenggaraan Kampanye Didominasi Pelanggaran Administrasi

‘’Kebanyakan pelanggannya para nelayan,’’ ujarnya. Dia melanjutkan, harga jualnya sekitar Rp 50 Ribu mendapatkan 10 butir atau sering disebut juga satu tik. Keuntungannya dua kali lipat dari harga pembelian. Sehingga sangat menggiurkan bagi yang tidak mempunyai pekerjaan. Rata – rata barang itu didapatkan dari wilayah Tuban, karena dinilai paling murah. ‘’Satu pelaku beberapa hari yang lalu tertangkap dengan kasus yang sama,’’ katanya.

Menurut dia, tertangkapnya dua pelaku itu setelah adanya laporan dari masyarakat, karena di wilayah tersebut sering dijadikan transaksi pil karnopen. Setelah dilakukan penggerebekan, kali pertama yang tertangkap Wanasis, saat menunggu pelanggannya. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata dirinya tidak sendirian melainkan bersama temannya, yang juga berhasil ditangkap tak jauh dari lokasi penangkapan pertama.

Baca Juga :  Bunga Mati Harus Diganti

‘’Penjualannya dibagi untuk persiapan lebaran,’’ tukasnya. Dia menambahkan, barang bukti yang diamankan, yakni 385 butir pil karnopen dan uang hasil penjualan Rp 2,5 Juta serta dua handphone yang digunakan sebagai alat penjualan. ‘’Uang Rp 2,5 Juta ini diduga hasil penjulan pil karnopen. Namun tersangka masih terbelit memberikan penjelasan. Kemungkinan besar, yang sudah dijual lebih dari 200 butir,’’ tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Sinkronisasi UNBK SMA Dua Hari

18 Kades Dimintai Keterangan Panwaskab

Bupati di Padangan, Wabup di Darusalam

Artikel Terbaru


/