alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Siswa Dicegat, Motor Dibawa Kabur

LAMONGAN – Modus penipuan motor disertai menakut-nakuti dengan sasaran siswa kembali terjadi. Yakni, pelaku menghadang, menakut-nakuti, lalu membawa kabur motor milik korban. Kejahatan meresahkan ini menimpa M. Sholihin. Kejadian ini terjadi saat korban berusia 14 tahun ini pulang sekolah, Jumat sore (27/4). Korban salah satu MTs di Kecamatan Lamongan ini kehilangan motor matik nopol S 2658 MF.

Hingga sabtu (28/4), kepolisian masih menyelidiki pelaku penipuan yang disertai menakut-nakuti korban tersebut. “Kami masih memburu pelaku penipuan tersebut. Dan, masih mengembangkan kasus perampasan motor ini,” kata Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Harmuji sabtu. Kejadian berawal ketika korban pulang sekolah mengendarai motor matik nopol S 2658 MF.

Baca Juga :  DLH Belum Hitung Pohon yang Ditebang Imbas Proyek Trotoar

Ketika melintas di Jalan Cendrawasih 2, Lamongan, mendadak korban dicegat dua orang yang juga mengendarai motor matik. Dua orang tak dikenalnya itu bergegas menuduh korban menganiaya adiknya. Selanjutnya, korban diajak untuk menemui orang yang diklaim adik salah satu terlapor tersebut. Korban pun diajak ke Jalan Lamongrejo, Lamongan. Tiba di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku menyuruh korban menitipkan motor dan tasnya kepada terlapor satunya.

Setelah itu korban dibonceng salah satu terlapor. Serta, diturunkan di depan toko tak jauh dari TKP. Korban menunggu di depan toko cukup lama. Namun, terlapor tak kunjung datang. Itu yang membuat korban merasa curiga jika motor matik miliknya dibawa kabur. Selanjutnya, Jumat malam, korban bersama orang tuanya melaporkan kejadian yang meresahkan warga ini ke mapolres. “Selanjutnya korban dan orang tuanya melaporkan ke Mapolres Lamongan. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 16,5 juta,” ujar Harmuji. Dia memastikan, kepolisian masih mengembangkan laporan tersebut.

Baca Juga :  Garasi Direnovasi, Motor CBR Raib

LAMONGAN – Modus penipuan motor disertai menakut-nakuti dengan sasaran siswa kembali terjadi. Yakni, pelaku menghadang, menakut-nakuti, lalu membawa kabur motor milik korban. Kejahatan meresahkan ini menimpa M. Sholihin. Kejadian ini terjadi saat korban berusia 14 tahun ini pulang sekolah, Jumat sore (27/4). Korban salah satu MTs di Kecamatan Lamongan ini kehilangan motor matik nopol S 2658 MF.

Hingga sabtu (28/4), kepolisian masih menyelidiki pelaku penipuan yang disertai menakut-nakuti korban tersebut. “Kami masih memburu pelaku penipuan tersebut. Dan, masih mengembangkan kasus perampasan motor ini,” kata Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Harmuji sabtu. Kejadian berawal ketika korban pulang sekolah mengendarai motor matik nopol S 2658 MF.

Baca Juga :  Tangkap Tiga Pelaku Sindikat Pencurian¬†Amankan 12 Motor

Ketika melintas di Jalan Cendrawasih 2, Lamongan, mendadak korban dicegat dua orang yang juga mengendarai motor matik. Dua orang tak dikenalnya itu bergegas menuduh korban menganiaya adiknya. Selanjutnya, korban diajak untuk menemui orang yang diklaim adik salah satu terlapor tersebut. Korban pun diajak ke Jalan Lamongrejo, Lamongan. Tiba di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku menyuruh korban menitipkan motor dan tasnya kepada terlapor satunya.

Setelah itu korban dibonceng salah satu terlapor. Serta, diturunkan di depan toko tak jauh dari TKP. Korban menunggu di depan toko cukup lama. Namun, terlapor tak kunjung datang. Itu yang membuat korban merasa curiga jika motor matik miliknya dibawa kabur. Selanjutnya, Jumat malam, korban bersama orang tuanya melaporkan kejadian yang meresahkan warga ini ke mapolres. “Selanjutnya korban dan orang tuanya melaporkan ke Mapolres Lamongan. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 16,5 juta,” ujar Harmuji. Dia memastikan, kepolisian masih mengembangkan laporan tersebut.

Baca Juga :  Motor Hilang di Depan Mata

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/