alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Pasokan Sayur dan Buah Sempat Terhambat

- Advertisement -

BABAT – Ambruknya Jembatan Cincin Babat-Widang minggu lalu, sempat menyebabkan sejumlah stok sayur dan buah di Pasar Agrobis Semando Babat tersendat. Sehingga, pasokan buah telat dan harga naik. Namun, saat ini sudah berangsur normal karena arus lalu lintas mulai stabil. “Saat jembatan ambruk, stok sayur dan buah sempat telat,” kata Kepala UPT Pasar Agrobis Semando Babat Aji Santoso. Menurut dia, tersendatnya stok buah karena pedagang asal Jawa Tengah sebelumnya menyetok buah dan sayur dalam skala besar, tidak bisa melewati Jembatan Babat-Ngimbang.

Sehingga, harus memutar lewat Bojonegoro atau jalan Pantura Lamongan. Memutarnya arus lalu lintas itu membuat biaya operasional pengiriman bertambah. Serta, kualitas sayur dan buah semakin buruk karena waktu perjalanan bertambah dua kali lipat. “Buah dan sayur itu kan gampang busuk,” ujarnya. Karena Jembatan Babat-Widang tidak bisa dilewati truk besar, sebagian pedagang menyiasatinya mengirim dengan pikap. Namun, pengirimannya tidak sebanyak truk. “Harga berangsur normal, karena stok juga sudah mulai stabil,” kata Aji tanpa menyebut harga buah dan sayur di Pasar Agrobis Semando Babat.

Baca Juga :  Manajer Kecewa

BABAT – Ambruknya Jembatan Cincin Babat-Widang minggu lalu, sempat menyebabkan sejumlah stok sayur dan buah di Pasar Agrobis Semando Babat tersendat. Sehingga, pasokan buah telat dan harga naik. Namun, saat ini sudah berangsur normal karena arus lalu lintas mulai stabil. “Saat jembatan ambruk, stok sayur dan buah sempat telat,” kata Kepala UPT Pasar Agrobis Semando Babat Aji Santoso. Menurut dia, tersendatnya stok buah karena pedagang asal Jawa Tengah sebelumnya menyetok buah dan sayur dalam skala besar, tidak bisa melewati Jembatan Babat-Ngimbang.

Sehingga, harus memutar lewat Bojonegoro atau jalan Pantura Lamongan. Memutarnya arus lalu lintas itu membuat biaya operasional pengiriman bertambah. Serta, kualitas sayur dan buah semakin buruk karena waktu perjalanan bertambah dua kali lipat. “Buah dan sayur itu kan gampang busuk,” ujarnya. Karena Jembatan Babat-Widang tidak bisa dilewati truk besar, sebagian pedagang menyiasatinya mengirim dengan pikap. Namun, pengirimannya tidak sebanyak truk. “Harga berangsur normal, karena stok juga sudah mulai stabil,” kata Aji tanpa menyebut harga buah dan sayur di Pasar Agrobis Semando Babat.

Baca Juga :  Dibangun Dekat Proyek Jembatan Trucuk

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/