alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Launching BPJS Kesehatan Dengan Sampah 

LAMONGAN – Bupati Lamongan, Fadeli, juga me-launching program pembayaran BPJS Kesehatan menggunakan sampah di lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Minggu siang (29/4). ‘’Program ini bisa membantu Pemkab Lamongan yang menargetkan seratus persen BPJS Kesehatan bagi seluruh warga Lamongan tahun ini,’’ tutur Fadeli.

Puluhan warga Desa Sidorejo menyambut bupati dengan tarian serta fashion show berbahan sampah daur ulang. Program ini tidak hanya mampu mendukung gerakan bersih sampah, juga memberikan manfaat bagi masyarakat. 

‘’Jadi dengan sampah yang tak terpakai bisa menambah income (pemasukan) bagi masyarakat,’’ imbuhnya. 

Sementara itu, Kades Sidorejo, Saptaya Nugraha Duta mengatakan, desanya belum bisa berkontribusi di awal launching LGC pada 2011. Desa Sidorejo baru mulai mengikuti LGC setahun berikutnya. Kini, mayoritas RT di Desa Sidorejo sudah mengikuti program LGC. 

Baca Juga :  Pelantikan Perangkat Tak Dipungut Biaya 

‘’Mulai tahun 2015 tidak ada lagi perintis, seluruhnya sudah berkembang. Itu berkat partisipasi seluruh masyarakat Sidorejo,’’ katanya. 

Sedangkan, bank sampah sektor di Desa Sidorejo diresmikan pada November 2017 dengan potensi pengumpulan sampah lebih dari 1 ton per bulannya. Nugroho menjelaskan, program ini tak lepas dari adanya warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan. 

‘’Dengan program ini, kita menargetkan seluruh warga memiliki BPJS Kesehatan mandiri pada Agustus nanti,’’ ujar Nugroho.

LAMONGAN – Bupati Lamongan, Fadeli, juga me-launching program pembayaran BPJS Kesehatan menggunakan sampah di lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Minggu siang (29/4). ‘’Program ini bisa membantu Pemkab Lamongan yang menargetkan seratus persen BPJS Kesehatan bagi seluruh warga Lamongan tahun ini,’’ tutur Fadeli.

Puluhan warga Desa Sidorejo menyambut bupati dengan tarian serta fashion show berbahan sampah daur ulang. Program ini tidak hanya mampu mendukung gerakan bersih sampah, juga memberikan manfaat bagi masyarakat. 

‘’Jadi dengan sampah yang tak terpakai bisa menambah income (pemasukan) bagi masyarakat,’’ imbuhnya. 

Sementara itu, Kades Sidorejo, Saptaya Nugraha Duta mengatakan, desanya belum bisa berkontribusi di awal launching LGC pada 2011. Desa Sidorejo baru mulai mengikuti LGC setahun berikutnya. Kini, mayoritas RT di Desa Sidorejo sudah mengikuti program LGC. 

Baca Juga :  Tewas Menggantung di Makam

‘’Mulai tahun 2015 tidak ada lagi perintis, seluruhnya sudah berkembang. Itu berkat partisipasi seluruh masyarakat Sidorejo,’’ katanya. 

Sedangkan, bank sampah sektor di Desa Sidorejo diresmikan pada November 2017 dengan potensi pengumpulan sampah lebih dari 1 ton per bulannya. Nugroho menjelaskan, program ini tak lepas dari adanya warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan. 

‘’Dengan program ini, kita menargetkan seluruh warga memiliki BPJS Kesehatan mandiri pada Agustus nanti,’’ ujar Nugroho.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/