alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Diperlukan Pojok Baca untuk Menjangkau Literasi

Radar Bojonegoro – Mesin pendingin perpustakaan daerah (perpusda) menyejukkan. Mendinginkan suasana pengunjung perpustakaan yang membaca dan mencari koleksi buku kemarin (29/3). Rerata pengunjung masih pelajar dan mahasiswa. Namun, pengunjung perpustakaan selama pandemi ini masih ada pembatasan. Padahal, semangat literasi harus terus digencarkan.

Pembenahan saat ini diperlukan kesadaran menambah pojok baca karena masih minim. Belum semua tempat layanan publik tersedia pojok baca. Juga belum menjangkau ke sejumlah desa-desa. Padahal, perpustakaan mini itu diperlukan seiring kebutuhan literasi bagi masyarakat.

‘’Kalau dibanding dengan jumlah penduduk, tentu jumlah pojok baca masih minim,’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kamidin kemarin (29/3).

Menurut Kamidin, diperlukan kesadaran bersama semua instansi dan pelayanan publik untuk membikin pojok baca. Nantinya, bisa berkolaborasi dengan dinas perpustakaan dan kearsipan untuk mengisi buku-bukunya. Misalnya, di rumah sakit, tentu perlu diberikan pojok baca. Terutama terhadap pengunjung yang antre berobat atau menunggu di apotek.

Baca Juga :  Air Dicuri 550 Pompa

‘’Saat menunggu antrean alangkah baiknya bisa membaca buku,’’ ujar mantan kepala satpol PP itu. ‘’Nanti bisa rolling untuk mengisi bukunya agar pembaca tak bosan. Bisa tiga bulan sekali kami ganti buku dengan pojok buku lainnya,’’ ujar Kamidin.

Tak hanya instansi, pihak pemerintah desa (pemdes) bisa ikut terlibat. Misalnya, membuat pojok baca di desa setempat untuk mengenalkan masyarakat terhadap budaya baca. ‘’Nanti tetap bukunya di-rolling dengan lainnya, agar bukunya bervariasi,’’ jelasnya.

Menurut dia, perpustakaan daerah fokus kolaborasi pojok baca. Itu setelah perpustakaan keliling belum berjalan normal karena masih berlangsung pandemi. ‘’Semangat literasi harus ditumbuhkan meskipun masih pan demi,’’ ujarnya. 

Radar Bojonegoro – Mesin pendingin perpustakaan daerah (perpusda) menyejukkan. Mendinginkan suasana pengunjung perpustakaan yang membaca dan mencari koleksi buku kemarin (29/3). Rerata pengunjung masih pelajar dan mahasiswa. Namun, pengunjung perpustakaan selama pandemi ini masih ada pembatasan. Padahal, semangat literasi harus terus digencarkan.

Pembenahan saat ini diperlukan kesadaran menambah pojok baca karena masih minim. Belum semua tempat layanan publik tersedia pojok baca. Juga belum menjangkau ke sejumlah desa-desa. Padahal, perpustakaan mini itu diperlukan seiring kebutuhan literasi bagi masyarakat.

‘’Kalau dibanding dengan jumlah penduduk, tentu jumlah pojok baca masih minim,’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kamidin kemarin (29/3).

Menurut Kamidin, diperlukan kesadaran bersama semua instansi dan pelayanan publik untuk membikin pojok baca. Nantinya, bisa berkolaborasi dengan dinas perpustakaan dan kearsipan untuk mengisi buku-bukunya. Misalnya, di rumah sakit, tentu perlu diberikan pojok baca. Terutama terhadap pengunjung yang antre berobat atau menunggu di apotek.

Baca Juga :  Gedung Baru DPRD Dinilai Bukan Program Prioritas

‘’Saat menunggu antrean alangkah baiknya bisa membaca buku,’’ ujar mantan kepala satpol PP itu. ‘’Nanti bisa rolling untuk mengisi bukunya agar pembaca tak bosan. Bisa tiga bulan sekali kami ganti buku dengan pojok buku lainnya,’’ ujar Kamidin.

Tak hanya instansi, pihak pemerintah desa (pemdes) bisa ikut terlibat. Misalnya, membuat pojok baca di desa setempat untuk mengenalkan masyarakat terhadap budaya baca. ‘’Nanti tetap bukunya di-rolling dengan lainnya, agar bukunya bervariasi,’’ jelasnya.

Menurut dia, perpustakaan daerah fokus kolaborasi pojok baca. Itu setelah perpustakaan keliling belum berjalan normal karena masih berlangsung pandemi. ‘’Semangat literasi harus ditumbuhkan meskipun masih pan demi,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/