alexametrics
24.1 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Izinkan Rekam Biometrik Mandiri

KOTA – Belum semua calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan membayar pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Hingga kemarin (29/3), terdata 481 CJH dari 1.696 CJH yang belum melunasi BPIH.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Lamongan, M Khoirul Anam, mengatakan, sebagian CJH yang belum melunasi berdomisili di luar daerah dan luar negeri. Pihaknya memerbolehkan CJH yang di luar kota membayar pelunasan BPIH di tempatnya tinggal saat ini. Usai melunasi, maka harus menyerahkan berkas-berkasnya ke kantor Kemenag Lamongan.

Menurut Anam, pelunasan tahun ini berbeda karena pertama kali menggunakan mata uang rupiah. ‘’Tahun sebelumnya pakai dollar. Sehingga CJH yang mau pelunasan harus lihat kurs dollarnya dulu. Kalau nilainya turun baru ramai-ramai dilunasi. Sekarang pakai rupiah, lebih mudah,’’ kata Anam kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Baca Juga :  Ditemukan Lima Kejanggalan Menyolok

Batas akhir pelunasan BPIH, 15 April nanti. Besaran BPIH yang harus dilunasi CJH berdasarkan Keppres Nomor 8 Tahun 2019 Rp 36,58 juta.

Hingga saat ini, proses input nama serta nomor paspor masih dilakukan. Data itu untuk mengajukan jadwal perekaman data biometrik kepada Visa Fasilitation Service Tasheel.

‘’Minggu ini kita sudah membuatkan kurang dari sepuluh surat pengantar bagi CJH yang domisili di luar untuk melakukan perekaman biometrik di kota tempat tinggalnya. Rekam biometrik mandiri boleh dan dilayani Tasheel. Tapi harus ada rekomendasi dari kemenag,’’ tambah Anam.

Rencananya perekaman biometrik diajukan pada minggu ke-2 dan ke-3 April nanti. Anam mendapat informasi dari pihak Tasheel bahwa ada 25 counter perekaman yang disediakan di BG Junction. Ada pula counter khusus bagi lansia dan difabel.

Baca Juga :  Amankan Pengedar Ganja

Perekaman biometrik layaknya perekaman KTP elektroknik. Data yang diambil antara lain pemindaian sepuluh sidik jari dan retina mata. Pemerintah Saudi Arabia mewajibkan seluruh pendatang melakukan perekaman biometrik. Data biometrik ini hanya berlaku enam bulan.

KOTA – Belum semua calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan membayar pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Hingga kemarin (29/3), terdata 481 CJH dari 1.696 CJH yang belum melunasi BPIH.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Lamongan, M Khoirul Anam, mengatakan, sebagian CJH yang belum melunasi berdomisili di luar daerah dan luar negeri. Pihaknya memerbolehkan CJH yang di luar kota membayar pelunasan BPIH di tempatnya tinggal saat ini. Usai melunasi, maka harus menyerahkan berkas-berkasnya ke kantor Kemenag Lamongan.

Menurut Anam, pelunasan tahun ini berbeda karena pertama kali menggunakan mata uang rupiah. ‘’Tahun sebelumnya pakai dollar. Sehingga CJH yang mau pelunasan harus lihat kurs dollarnya dulu. Kalau nilainya turun baru ramai-ramai dilunasi. Sekarang pakai rupiah, lebih mudah,’’ kata Anam kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Baca Juga :  Amankan Pengedar Ganja

Batas akhir pelunasan BPIH, 15 April nanti. Besaran BPIH yang harus dilunasi CJH berdasarkan Keppres Nomor 8 Tahun 2019 Rp 36,58 juta.

Hingga saat ini, proses input nama serta nomor paspor masih dilakukan. Data itu untuk mengajukan jadwal perekaman data biometrik kepada Visa Fasilitation Service Tasheel.

‘’Minggu ini kita sudah membuatkan kurang dari sepuluh surat pengantar bagi CJH yang domisili di luar untuk melakukan perekaman biometrik di kota tempat tinggalnya. Rekam biometrik mandiri boleh dan dilayani Tasheel. Tapi harus ada rekomendasi dari kemenag,’’ tambah Anam.

Rencananya perekaman biometrik diajukan pada minggu ke-2 dan ke-3 April nanti. Anam mendapat informasi dari pihak Tasheel bahwa ada 25 counter perekaman yang disediakan di BG Junction. Ada pula counter khusus bagi lansia dan difabel.

Baca Juga :  Delapan Bulan 10 Perkara Poligami

Perekaman biometrik layaknya perekaman KTP elektroknik. Data yang diambil antara lain pemindaian sepuluh sidik jari dan retina mata. Pemerintah Saudi Arabia mewajibkan seluruh pendatang melakukan perekaman biometrik. Data biometrik ini hanya berlaku enam bulan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/