alexametrics
24.3 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Curi Kotak Amal, Divonis Empat Bulan

KOTA – Nanang Masrur Rozi, 34, melakukan gerakan sujud syukur usai hakim Nova Flory Bunda mengetok palu sidang. Gerakannya diikuti istrinya yang hadir dalam persidangan tersebut. Pria asal Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan yang terjerat perkara pencurian ini menerima putusan hakim tersebut.

Dia dijatuhi pidana penjara selama empat bulan 15 hari. Pria yang pernah menjadi imam musala itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian. Dia mencuri isi kotak amal musala setempat.

‘’Menjatuhkan pidana penjara selama empat bulan lima belas hari dikurangi masa penangkapan dan penahanan. Menetapkan barang bukti berupa satu kotak amal setinggi satu meter dan uang tunai Rp 7 ribu yang ada di dalamnya dikembalikan kepada musala Miftakhul Jannah. Serta uang tunai Rp 2,3 juta dikembalikan kepada terdakwa,’’ kata hakim kemarin (29/3) yang memimpin sidang di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

Baca Juga :  Distribusi Air Bermasalah, Tiga Ribu Pelanggan PDAM Terdampak

Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih rendah dari tuntuntan jaksa penuntut umum (JPU). Pada sidang sebelumnya, JPU Yoyok Junaidi mendakwa Rozi melanggar pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dalam keadaan yang memberatkan. Tuntutannya, enam bulan penjara.

Seperti diberitakan, Oktober lalu, Rozi dilaporkan takmir dan warga sekitar musala yang sudah lama mencurigai gerak-geriknya. Saat tidak memasuki waktu salat, terdakwa masuk ke musala dengan kunci cadangan yang dimilikinya. Setelah dirasa aman dan tidak ada yang melihatnya, terdakwa membuka paksa kotak amal. Para saksi akhirnya melihat kotak amal yang rusak dan hanya tersisa Rp 7 ribu di dalamnya. Mereka pun mendatangi warung tempat terdakwa berjualan sehari-hari untuk menanyakan hilangnya uang di kotak amal. Terdakwa mengakui telah mengambil uang di kotak amal Rp 2,3 juta untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Atap Bocor, Lantai Becek, Pasar Kota Mendesak Perbaikan

Hakim kemudian memberi kesempatan bagi Nanang untuk menyampaikan eksepsinya terhadap putusan itu. ‘’Saya menerima. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,’’ kata terdakwa.

KOTA – Nanang Masrur Rozi, 34, melakukan gerakan sujud syukur usai hakim Nova Flory Bunda mengetok palu sidang. Gerakannya diikuti istrinya yang hadir dalam persidangan tersebut. Pria asal Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan yang terjerat perkara pencurian ini menerima putusan hakim tersebut.

Dia dijatuhi pidana penjara selama empat bulan 15 hari. Pria yang pernah menjadi imam musala itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian. Dia mencuri isi kotak amal musala setempat.

‘’Menjatuhkan pidana penjara selama empat bulan lima belas hari dikurangi masa penangkapan dan penahanan. Menetapkan barang bukti berupa satu kotak amal setinggi satu meter dan uang tunai Rp 7 ribu yang ada di dalamnya dikembalikan kepada musala Miftakhul Jannah. Serta uang tunai Rp 2,3 juta dikembalikan kepada terdakwa,’’ kata hakim kemarin (29/3) yang memimpin sidang di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

Baca Juga :  Sesuai Moment, Kreator Undangan Kebanjiran Pesanan

Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih rendah dari tuntuntan jaksa penuntut umum (JPU). Pada sidang sebelumnya, JPU Yoyok Junaidi mendakwa Rozi melanggar pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dalam keadaan yang memberatkan. Tuntutannya, enam bulan penjara.

Seperti diberitakan, Oktober lalu, Rozi dilaporkan takmir dan warga sekitar musala yang sudah lama mencurigai gerak-geriknya. Saat tidak memasuki waktu salat, terdakwa masuk ke musala dengan kunci cadangan yang dimilikinya. Setelah dirasa aman dan tidak ada yang melihatnya, terdakwa membuka paksa kotak amal. Para saksi akhirnya melihat kotak amal yang rusak dan hanya tersisa Rp 7 ribu di dalamnya. Mereka pun mendatangi warung tempat terdakwa berjualan sehari-hari untuk menanyakan hilangnya uang di kotak amal. Terdakwa mengakui telah mengambil uang di kotak amal Rp 2,3 juta untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Khofifah Menyapa Nelayan Lamongan

Hakim kemudian memberi kesempatan bagi Nanang untuk menyampaikan eksepsinya terhadap putusan itu. ‘’Saya menerima. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,’’ kata terdakwa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/