alexametrics
24 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

10 Puskesmas Belum Rawat Inap

BOJONEGORO – Belum semua puskesmas di Bojonegoro berstatus rawap inap. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro mencatat hingga hanya 10 puskesmas berstatus rawat jalan. Sisanya, 26 puskesmas sudah melayani rawat inap.

‘’Setiap tahun jumlah rawat inap selalu bertambah. Tahun ini kita juga ada yang ditingkatkan jadi rawat inap,’’ kata Kepala Dinkes Ninik Susmiati.

Ninik menjelaskan, di Bojonegoro saat ini ada 36 puskesmas. Rencananya tidak semua puskesmas itu akan diberlakukan rawat inap. Itu karena di beberapa puskesmas dekat dengan rumah sakit.

‘’Ada empat puskesmas yang tidak akan naik jadi rawat inap,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pemekaran Empat Desa di Bojonegoro Ditentukan Hari Ini

Empat puskesmas itu antara lain, Puskesmas Wisma Indah, Sumberejo, Padangan, dan Kapas.  Empat puskemas itu lokasinya tidak jauh dari rumah sakit. Sehingga, statusnya tetap dijadikan rawat jalan. ‘’Lainnya akan kita jadikan rawat inap,’’ jelasnya.

Untuk meningkatkan menjadi rawat inap, kata Ninik, puskesmas hanya perlu menambah jam saja. Tidak perlu menambah personil. Idealnya ada tambahan dokter. Namun, dengan dua dokter setiap puskesmas sudah cukup. Peningkatan status menjadi rawat inap, tentu akan memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Mereka tidak perlu antre di rumah sakit jika ingin rawat inap.

Ninik menjelaskan, selain meningkatkan status menjadi rawat inap, dinkes juga berencana merelokasi sejumlah puskesmas. Di antaranya Puskesmas Gunungsari Baureno. Puskesmas itu berlokasi di lahan tidak strategis. Tidak mudah dijangkau. Sehingga, harus dipindah ke lokasi lainnya.

Baca Juga :  Jembatan Bojonegoro-Trucuk Harus Tuntas Tahun IniĀ 

‘’Akan dicarikan lokasi yang agak luas,’’ jelasnya.

Ninik menambahkan, Puskesmas Gunungsasi melayani sejumlah desa di Baureno. Sehingga, harus dipilih lokasi strategis. Sehingga, lebih mudah dijangkau masyarakat di kawasan sekitar.

BOJONEGORO – Belum semua puskesmas di Bojonegoro berstatus rawap inap. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro mencatat hingga hanya 10 puskesmas berstatus rawat jalan. Sisanya, 26 puskesmas sudah melayani rawat inap.

‘’Setiap tahun jumlah rawat inap selalu bertambah. Tahun ini kita juga ada yang ditingkatkan jadi rawat inap,’’ kata Kepala Dinkes Ninik Susmiati.

Ninik menjelaskan, di Bojonegoro saat ini ada 36 puskesmas. Rencananya tidak semua puskesmas itu akan diberlakukan rawat inap. Itu karena di beberapa puskesmas dekat dengan rumah sakit.

‘’Ada empat puskesmas yang tidak akan naik jadi rawat inap,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Kepala Dinas Dikandangkan

Empat puskesmas itu antara lain, Puskesmas Wisma Indah, Sumberejo, Padangan, dan Kapas.  Empat puskemas itu lokasinya tidak jauh dari rumah sakit. Sehingga, statusnya tetap dijadikan rawat jalan. ‘’Lainnya akan kita jadikan rawat inap,’’ jelasnya.

Untuk meningkatkan menjadi rawat inap, kata Ninik, puskesmas hanya perlu menambah jam saja. Tidak perlu menambah personil. Idealnya ada tambahan dokter. Namun, dengan dua dokter setiap puskesmas sudah cukup. Peningkatan status menjadi rawat inap, tentu akan memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Mereka tidak perlu antre di rumah sakit jika ingin rawat inap.

Ninik menjelaskan, selain meningkatkan status menjadi rawat inap, dinkes juga berencana merelokasi sejumlah puskesmas. Di antaranya Puskesmas Gunungsari Baureno. Puskesmas itu berlokasi di lahan tidak strategis. Tidak mudah dijangkau. Sehingga, harus dipindah ke lokasi lainnya.

Baca Juga :  Kaji Nasib Persibo, Dispora Bergerak Jika Liga 3 Bergulir

‘’Akan dicarikan lokasi yang agak luas,’’ jelasnya.

Ninik menambahkan, Puskesmas Gunungsasi melayani sejumlah desa di Baureno. Sehingga, harus dipilih lokasi strategis. Sehingga, lebih mudah dijangkau masyarakat di kawasan sekitar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/