alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Jalan di Wonocolo Potensi Longsor Susulan

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Akibat diguyur hujan deras Selasa (28/1) lalu, bahu Jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Kedewan, persisnya di Desa Wonocolo alami longsor. Mengakibatkan jalan cor antar kecamatan mengalami keretakan sedikit. 

Longsor juga mengakibatkan saluran Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) terputus. Sehingga menganggu aktivitas warga setempat mendapat pasokan air. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memperkirakan potensi terjadi longsor susulan. Tentu, bisa berdampak rumah di bawah tebing. Hal ini disebabkan kemiringan tebing curam dan memiliki jenis tanah batuan berpasir. 

“Adapun dimensi longsornya panjang 20 meter, lebar 1 meter dan tinggi 3,5 meter,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Umar Ghoni. 

Baca Juga :  Mulai Antre Pencairan Santunan Duka

Menurut dia, penyebab lainnya seperti kurangnya drainase sehingga ketika turun hujan dengan intensitas tinggi, air langsung masuk ke tanah. Dan menggerus lapisan tanah. Hingga saat ini pihak pemerintah desa (pemdes) ntelah melakukan perbaikan sementara untuk pamsimas. Jalan di titik longsor diberi bambu serta mengganjal dengan batu-batuan. 

- Advertisement -

“Sebaiknya masyarakat tidak mendekati lokasi tersebut karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” tegasnya.

Sebelumnya, selama musim hujan berlangsung, ancaman bencana tanah longsor mengintai kawasan Bojonegoro. Selain tanah longsor, juga banjir bandang dan banjir luapan Bengawan Solo. 

Umar, mengatakan sejak Desember 2019 lalu hingga sekarang sudah ada lima titik terdampak longsor. Di antaranya bahu jalan Kecamatan Kedewan. Bantaran Bengawan Solo longsor akibat hujan deras tepatnya di Dusun Jarakan, Desa Ngablak, Kecamatan Dander pada 19 Januari 2020. 

Baca Juga :  Uji Coba Kartu Tani Gagal

Lalu tanggul Sungai Kalikerjo, Dusun Poluju, Desa/Kecamatan Baureno mengalami longsor pada 7 Januari 2020 lalu. Kemudian, salah satu jembatan di Desa Jumok, Kecamatan Ngraho juga ambles akibat longsor pada 2 Januari 2020 lalu. Pada 28 Desember 2019 lalu jalan poros desa di Dusun Suruan, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem juga mengalami longsor usai diguyur hujan deras.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Akibat diguyur hujan deras Selasa (28/1) lalu, bahu Jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Kedewan, persisnya di Desa Wonocolo alami longsor. Mengakibatkan jalan cor antar kecamatan mengalami keretakan sedikit. 

Longsor juga mengakibatkan saluran Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) terputus. Sehingga menganggu aktivitas warga setempat mendapat pasokan air. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memperkirakan potensi terjadi longsor susulan. Tentu, bisa berdampak rumah di bawah tebing. Hal ini disebabkan kemiringan tebing curam dan memiliki jenis tanah batuan berpasir. 

“Adapun dimensi longsornya panjang 20 meter, lebar 1 meter dan tinggi 3,5 meter,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Umar Ghoni. 

Baca Juga :  Baru DItangani, Segera Diganti Total

Menurut dia, penyebab lainnya seperti kurangnya drainase sehingga ketika turun hujan dengan intensitas tinggi, air langsung masuk ke tanah. Dan menggerus lapisan tanah. Hingga saat ini pihak pemerintah desa (pemdes) ntelah melakukan perbaikan sementara untuk pamsimas. Jalan di titik longsor diberi bambu serta mengganjal dengan batu-batuan. 

- Advertisement -

“Sebaiknya masyarakat tidak mendekati lokasi tersebut karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” tegasnya.

Sebelumnya, selama musim hujan berlangsung, ancaman bencana tanah longsor mengintai kawasan Bojonegoro. Selain tanah longsor, juga banjir bandang dan banjir luapan Bengawan Solo. 

Umar, mengatakan sejak Desember 2019 lalu hingga sekarang sudah ada lima titik terdampak longsor. Di antaranya bahu jalan Kecamatan Kedewan. Bantaran Bengawan Solo longsor akibat hujan deras tepatnya di Dusun Jarakan, Desa Ngablak, Kecamatan Dander pada 19 Januari 2020. 

Baca Juga :  Normalisasi Saluran Air, Pertokoan Ngumpakdalem Dibongkar

Lalu tanggul Sungai Kalikerjo, Dusun Poluju, Desa/Kecamatan Baureno mengalami longsor pada 7 Januari 2020 lalu. Kemudian, salah satu jembatan di Desa Jumok, Kecamatan Ngraho juga ambles akibat longsor pada 2 Januari 2020 lalu. Pada 28 Desember 2019 lalu jalan poros desa di Dusun Suruan, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem juga mengalami longsor usai diguyur hujan deras.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/