alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Tahanan Carnopen Meninggal di Lapas, Ini Penyebabnya

TUBAN – Totok Sugiarto, tahanan kasus peredaran carnopen kemarin (29/1) sekitar pukul 05.00 ditemukan meninggal di Lapas Kelas IIB Tuban. Pemilik seribu butir carnopen yang diamankan petugas Polsek Tuban pada 27 November 2017 lalu itu diduga tewas karena depresi atas kasus yang melilitnya. Setelah divisum, jenazah pria 47 tahun itu diserahkan kepada keluarganya.

Kasubsie Regbimas Lapas Tuban Wenda Indra Bachtiar mengatakan, sejak dititipkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban pada 28 November 2017 lalu, Totok sering terlihat linglung.

Dia beberapa kali meminta keluar lapas dengan alasan tidak betah. Sabtu (27/1) lalu, warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding itu mengeluh sakit batuk. ‘’Setelah diperiksa medis lapas, dia diberi obat batuk,’’ tutur Wenda kemarin (29/1).

Baca Juga :  CFD Radar Bojonegoro: Baca Koran sambil Menikmati Musik Jazz

Kemarin pagi, ketika warga binaan menjalankan aktivitas rutinnya, Totok masih terlihat tidur di kamar tahanan. Ketika dibangunkan warga binaan lain, dia tak bergerak. Petugas lapas yang mengecek di kamar tahanan sudah mendapati pria ini  tanpa nyawa. 

Berdasar keterangan petugas medis lapas, selain menderita depresi, Totok diduga mengidap penyakit dalam. ‘’Sakitnya apa kami belum tahu, keluarga menolak diotopsi,’’ ujar Wenda.

Sidang dengan agenda pembacaan vonis terhadap Totok diagendakan berlangsung pada 11 Februari 2018. Menjelang putusan tersebut, kabarnya dia kerap terlihat cemas karena ketakutan.

TUBAN – Totok Sugiarto, tahanan kasus peredaran carnopen kemarin (29/1) sekitar pukul 05.00 ditemukan meninggal di Lapas Kelas IIB Tuban. Pemilik seribu butir carnopen yang diamankan petugas Polsek Tuban pada 27 November 2017 lalu itu diduga tewas karena depresi atas kasus yang melilitnya. Setelah divisum, jenazah pria 47 tahun itu diserahkan kepada keluarganya.

Kasubsie Regbimas Lapas Tuban Wenda Indra Bachtiar mengatakan, sejak dititipkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban pada 28 November 2017 lalu, Totok sering terlihat linglung.

Dia beberapa kali meminta keluar lapas dengan alasan tidak betah. Sabtu (27/1) lalu, warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding itu mengeluh sakit batuk. ‘’Setelah diperiksa medis lapas, dia diberi obat batuk,’’ tutur Wenda kemarin (29/1).

Baca Juga :  Sektor Hotel Menanti Realisasi Lapter Ngloram

Kemarin pagi, ketika warga binaan menjalankan aktivitas rutinnya, Totok masih terlihat tidur di kamar tahanan. Ketika dibangunkan warga binaan lain, dia tak bergerak. Petugas lapas yang mengecek di kamar tahanan sudah mendapati pria ini  tanpa nyawa. 

Berdasar keterangan petugas medis lapas, selain menderita depresi, Totok diduga mengidap penyakit dalam. ‘’Sakitnya apa kami belum tahu, keluarga menolak diotopsi,’’ ujar Wenda.

Sidang dengan agenda pembacaan vonis terhadap Totok diagendakan berlangsung pada 11 Februari 2018. Menjelang putusan tersebut, kabarnya dia kerap terlihat cemas karena ketakutan.

Artikel Terkait

Most Read

Pupuk Diprediksi Hanya Cukup Sampai Mei

Guru dan Orang Tua Harus Evaluasi

Pemkab Bangun Jalan Nasional

Menpora Ajak Mimipi Raih Juara Dunia

Artikel Terbaru


/