alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Bisnis Makanan Luar Negeri Sasar Remaja

BISNIS – Pelaku usaha kafe dan kuliner tak hanya mengandalkan menu-menu Nusantara. Sebaliknya, di Kecamatan Cepu mulai terdapat kafe menyajikan pizza, sebagai jajanan mancanegara. Ternyata, respons dari konsumen membaik. Permintaan selalu terjadi, karena segmentasinya menyasar konsumen remaja.Kevin Peter Guilano pemilik kedai pizza di Kecamatan Cepu mengatakan, selama ini konsumen pizza meluas. Mulai dari anak kecil usia sekolah dasar (SD) sampai kalangan orang tua meminati pizza. Dalam sehari, rerata bisa menjual 20 sampai 30 loyang. 

“Kalau weekend (akhir pekan) atau libur biasanya mencapai 45 loyang,” ujarnya.Tentu, tak hanya mengandalkan nama kuliner asal Italia saja. Sebaliknya, kata Peter, sapaannya, juga memberikan rasa berbeda.

Baca Juga :  Atensi Tiga Titik Jalur

Terutama memberikan cita rasa asli Indonesia. Seperti rasa rendang dan bakso. Meski begitu, juga menyajikan ragam pizza dari Italia. Seperti clasic pizza, ring pizza, dan ittalian pizza. “Untuk ukuran ada small, medium, dan  large,” ujarnya.

Selain ragam pizza, untuk menarik konsumen juga memberi ragam pilihan harga terjangkau. Termasuk, terdapat pizza harganya Rp 15.000. Strategi ini pun, ternyata mampu menarik konsumen dari Bojonegoro kawasan barat.

Saat ini, dengan berkembangnya bisnis pizza, Peter akan semakin mengembangkan kuliner pizzanya ke kota/kabupaten lain. “Kami juga membuka cabang di Semarang,” ujarnya. 

BISNIS – Pelaku usaha kafe dan kuliner tak hanya mengandalkan menu-menu Nusantara. Sebaliknya, di Kecamatan Cepu mulai terdapat kafe menyajikan pizza, sebagai jajanan mancanegara. Ternyata, respons dari konsumen membaik. Permintaan selalu terjadi, karena segmentasinya menyasar konsumen remaja.Kevin Peter Guilano pemilik kedai pizza di Kecamatan Cepu mengatakan, selama ini konsumen pizza meluas. Mulai dari anak kecil usia sekolah dasar (SD) sampai kalangan orang tua meminati pizza. Dalam sehari, rerata bisa menjual 20 sampai 30 loyang. 

“Kalau weekend (akhir pekan) atau libur biasanya mencapai 45 loyang,” ujarnya.Tentu, tak hanya mengandalkan nama kuliner asal Italia saja. Sebaliknya, kata Peter, sapaannya, juga memberikan rasa berbeda.

Baca Juga :  Gadis ini Rasakan Nikmatnya Jadi Perantau

Terutama memberikan cita rasa asli Indonesia. Seperti rasa rendang dan bakso. Meski begitu, juga menyajikan ragam pizza dari Italia. Seperti clasic pizza, ring pizza, dan ittalian pizza. “Untuk ukuran ada small, medium, dan  large,” ujarnya.

Selain ragam pizza, untuk menarik konsumen juga memberi ragam pilihan harga terjangkau. Termasuk, terdapat pizza harganya Rp 15.000. Strategi ini pun, ternyata mampu menarik konsumen dari Bojonegoro kawasan barat.

Saat ini, dengan berkembangnya bisnis pizza, Peter akan semakin mengembangkan kuliner pizzanya ke kota/kabupaten lain. “Kami juga membuka cabang di Semarang,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/