alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Kesulitan Realisasikan  Bus Sekolah, Kecelakaan Pelajar Tak Sedikit

KOTA – Program bus sekolah yang dirancang dinas perhubungan (dishub) batal direalisasikan tahun ini. Pemicunya, anggaran untuk pengadaan bus sekolah masih belum dialokasikan. Padahal, keberadaan bus sekolah cukup penting, mengingat angka kecelakaan melibatkan siswa tak sedikit. 

Kali terakhir, kecelakaan melibatkan pelajar tewas terjadi Senin (27/11). Ahmad Anwarudin, pelajar MAN Model Bojonegoro tewas dihantam bus ketika melintas di Jalan Bojonegoro-Babat, persisnya Desa Medalem, Kecamatan Sumberrejo. Korban tewas mengendarai motor ketika berangkat sekolah. 

’’Tahun ini dan tahun depan sepertinya masih belum bisa,’’ kata Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar rabu (29/11).

Iskandar menjelaskan, rencana bus sekolah melibatkan banyak organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab, bus sekolah dibutuhkan persiapan cukup banyak. Di antaranya, anggaran dan tenaga akan mengoperasionalkan bus tersebut. 

Baca Juga :  Dua Perlintasan KA Harus Dibenahi

Salah satu yang akan diajak membicarakan masalah itu adalah dinas pendidikan (disdik). Sebab, bus itu melibatkan sekolah yang notabene instansi di bawah naungan disdik. Setidaknya, kata Iskandar, bus sekolah tersebut cukup mendesak diadakan. 

Sebab, ini demi keselamatan dan kenyamanan siswa sekolah. Saat ini, siswa yang rumahnya jauh dari sekolah diperbolehkan membawa motor ke sekolahan. ’’Jika ada bus sekolah, sedikit demi sedikit itu bisa dikurangi,’’ jelasnya.

Iskandar menjelaskan, anggaran yang di­butuhkan untuk mengadakan bus mencapai Rp 1 miliar lebih. Estimasinya satu unit bus tersebut seharga Rp 350 juta. ’’Rencananya, saya mengajukan empat unit,’’ jelasnya.

Empat unit tersebut untuk wilayah barat, timur, dan dua unit untuk selatan. Sehingga, semua wilayah Bojonegoro bisa terkaver bus sekolah. ’’Dua tahun lagi mungkin bus itu baru realisasi,’’ jelansya.

Baca Juga :  Usulkan Remisi, Terbanyak Napi Narkoba

Iskandar menjelaskan, kawasan yang paling mendesak diberikan bus sekolah di kawasan timur. Sebab, kondisi jalan nasional di Bojonegoro arah timur sangat sempit. Hal itu sangat rawan terjadi laka lantas. ’’Dengan adanya bus sekolah, laka melibatkan pelajar bisa ditekan,’’ ujarnya.

KOTA – Program bus sekolah yang dirancang dinas perhubungan (dishub) batal direalisasikan tahun ini. Pemicunya, anggaran untuk pengadaan bus sekolah masih belum dialokasikan. Padahal, keberadaan bus sekolah cukup penting, mengingat angka kecelakaan melibatkan siswa tak sedikit. 

Kali terakhir, kecelakaan melibatkan pelajar tewas terjadi Senin (27/11). Ahmad Anwarudin, pelajar MAN Model Bojonegoro tewas dihantam bus ketika melintas di Jalan Bojonegoro-Babat, persisnya Desa Medalem, Kecamatan Sumberrejo. Korban tewas mengendarai motor ketika berangkat sekolah. 

’’Tahun ini dan tahun depan sepertinya masih belum bisa,’’ kata Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar rabu (29/11).

Iskandar menjelaskan, rencana bus sekolah melibatkan banyak organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab, bus sekolah dibutuhkan persiapan cukup banyak. Di antaranya, anggaran dan tenaga akan mengoperasionalkan bus tersebut. 

Baca Juga :  Proyek Belum Setahun, Talud Bengawan Longsor

Salah satu yang akan diajak membicarakan masalah itu adalah dinas pendidikan (disdik). Sebab, bus itu melibatkan sekolah yang notabene instansi di bawah naungan disdik. Setidaknya, kata Iskandar, bus sekolah tersebut cukup mendesak diadakan. 

Sebab, ini demi keselamatan dan kenyamanan siswa sekolah. Saat ini, siswa yang rumahnya jauh dari sekolah diperbolehkan membawa motor ke sekolahan. ’’Jika ada bus sekolah, sedikit demi sedikit itu bisa dikurangi,’’ jelasnya.

Iskandar menjelaskan, anggaran yang di­butuhkan untuk mengadakan bus mencapai Rp 1 miliar lebih. Estimasinya satu unit bus tersebut seharga Rp 350 juta. ’’Rencananya, saya mengajukan empat unit,’’ jelasnya.

Empat unit tersebut untuk wilayah barat, timur, dan dua unit untuk selatan. Sehingga, semua wilayah Bojonegoro bisa terkaver bus sekolah. ’’Dua tahun lagi mungkin bus itu baru realisasi,’’ jelansya.

Baca Juga :  Fitur Suara Rakyat Minim Aspirasi 

Iskandar menjelaskan, kawasan yang paling mendesak diberikan bus sekolah di kawasan timur. Sebab, kondisi jalan nasional di Bojonegoro arah timur sangat sempit. Hal itu sangat rawan terjadi laka lantas. ’’Dengan adanya bus sekolah, laka melibatkan pelajar bisa ditekan,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/