alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Bupati Obsesi Kembangkan Wisata Paralayang

TUBAN – Kejurda Jatim dan Open Paralayan Tuban 2017 yang digelar di bukit Glodagan, Desa Trantang, Kecamatan Kerek, pada Sabtu (25/11) lalu menyisakan pekerjaan rumah (PR) bagi dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda dan olahraga (disparbudpora) setempat.

Pasca event tersebut, bupati Fathul Huda berobsesi menjadikan bukit Glodagan sebagai paket wisata paralayang. Paket wisata paralayang ini tidak ubahnya seperti di Kota Batu.

Obsesi bupati tersebut setidaknya menjadi ujian bagi disparbudpora untuk membuktikan kinerjanya sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab dalam mengembangkan wisata di Bumi Wali.

‘’Setelah melihat langsung lokasi dan potensinya, bupati ingin tempat itu (bukit Glodagan, Red) bisa dijadikan wisata,’’ ujar  Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban Rohman Ubaid kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Daftar Rawat Inap Bisa dari Rumah

Dikatakan Ubaid, bupati menilai potensi Glodagan luar biasa. Karena itu, sebagai orang nomor satu di pemerintahan Tuban, dia tidak ingin menyia-nyiakan potensi tersebut.

‘’Pak bupati tahu, lokasi ini bisa dikembangkan menjadi paket wisata paralayang, layaknya di Batu,’’ tegas dia. 

Bahkan, lanjut Ubaid, potensi yang dimiliki bukit Glodagan dinilai lebih bagus ketimbang Batu. Utamanya dari sisi  keamanannya.

‘’Sekali lagi, potensinya sangat luar biasa. Sehingga sayang jika tidak bisa dikembangkan,’’ tandasnya.

Hanya, bagaimana konsep pengembangan wisata tersebut nanti, mantan camat Kerek ini belum bisa menjelaskan.

‘’Nanti dipikirkan bersama-sama dengan (disparbudpora, Red),’’ kata dia.

Sekadar diketahui, kegiatan Kejurda Jatim Open Paralayang Tuban yang berlansung selama dua hari (25-26/11) itu diikuti sekitar 80 atlet dari sejumlah kabupaten/kota se-Jatim.

Baca Juga :  Kuota PPDB Offline Hanya 5 Persen

TUBAN – Kejurda Jatim dan Open Paralayan Tuban 2017 yang digelar di bukit Glodagan, Desa Trantang, Kecamatan Kerek, pada Sabtu (25/11) lalu menyisakan pekerjaan rumah (PR) bagi dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda dan olahraga (disparbudpora) setempat.

Pasca event tersebut, bupati Fathul Huda berobsesi menjadikan bukit Glodagan sebagai paket wisata paralayang. Paket wisata paralayang ini tidak ubahnya seperti di Kota Batu.

Obsesi bupati tersebut setidaknya menjadi ujian bagi disparbudpora untuk membuktikan kinerjanya sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab dalam mengembangkan wisata di Bumi Wali.

‘’Setelah melihat langsung lokasi dan potensinya, bupati ingin tempat itu (bukit Glodagan, Red) bisa dijadikan wisata,’’ ujar  Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban Rohman Ubaid kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Guru RA Dituntut Kreatif Bikin Alat Peraga Edukasi

Dikatakan Ubaid, bupati menilai potensi Glodagan luar biasa. Karena itu, sebagai orang nomor satu di pemerintahan Tuban, dia tidak ingin menyia-nyiakan potensi tersebut.

‘’Pak bupati tahu, lokasi ini bisa dikembangkan menjadi paket wisata paralayang, layaknya di Batu,’’ tegas dia. 

Bahkan, lanjut Ubaid, potensi yang dimiliki bukit Glodagan dinilai lebih bagus ketimbang Batu. Utamanya dari sisi  keamanannya.

‘’Sekali lagi, potensinya sangat luar biasa. Sehingga sayang jika tidak bisa dikembangkan,’’ tandasnya.

Hanya, bagaimana konsep pengembangan wisata tersebut nanti, mantan camat Kerek ini belum bisa menjelaskan.

‘’Nanti dipikirkan bersama-sama dengan (disparbudpora, Red),’’ kata dia.

Sekadar diketahui, kegiatan Kejurda Jatim Open Paralayang Tuban yang berlansung selama dua hari (25-26/11) itu diikuti sekitar 80 atlet dari sejumlah kabupaten/kota se-Jatim.

Baca Juga :  KA Diperketat, Penumpang Bus Harus Miliki Surat Kepentingan dari Desa

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/