alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Tunjangan Honorer Disdik Kian Menipis, Tunggu Realisasi Anggaran 6M

Radar Bojonegoro – Anggaran tunjangan guru dan pegawai honorer di Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro kian menipis. Tunjangan itu hanya cukup untuk satu kali pencairan lagi, yakni September-Oktober.

Pencairan tahap terakhir November-Desember, disdik masih menunggu realisasi tambahan anggaran di Perubahan (P)-APBD 2020. Kepala Disdik Bojonegoro Dandi Suprayitno menjelaskan, anggaran tunjangan guru dan pegawai honorer tahun ini memang tidak penuh.

Ada sebagian honorer tidak dialo kasikan anggaran. Mereka adalah honorer terjaring sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK). ‘’Informasi kami terima tahun ini mereka mendapatkan SK. Sehingga, anggaran untuk mereka tidak kami alokasikan,’’ jelasnya kemarin.

Hingga kini, lanjut dia, para honorer yang lolos PPPK itu belum mendapatkan SK. Bahkan, kabar turunya SK juga masih belum jelas. Sehingga, disdik harus mengalokasikan anggaran untuk hohorer tersebut.

Baca Juga :  Seminggu Tiga Laka, Satu Meninggal

‘’Jika tidak dialokasikan tambahan anggaran, mereka tidak akan menerima tunjangan untuk dua bulan terakhir,’’ jelas mantan Kadispora itu. Jumlah honorer terjaring masuk PPPK sebanyak 359 orang.

Mereka adalah honorer kategori 2 (K-2). Tunjangan yang mereka terima adalah Rp 1,4 juta per bulan. Kabid Ketenagaan Disdik Totok Ismanto menambahkan, tahun ini alokasi anggaran tunjangan semua honorer adalah Rp 34 miliar.

Padahal, seharusnya tunjangan dialokasikan adalah Rp 36,5 miliar. Sehingga, kekurangan Rp 6,5 miliar diajukan di P-APBD. Totok menjelaskan, 359 honorer K-2 itu memang tidak dianggarkan tunjangan tahun ini.

Namun, sejak awal tahun mereka tetap menerima tunjangan. Alokasinya dari anggaran NovemberDesember dialokasikan untuk mereka. Sehingga, mereka tetap menerima tunjangan itu. ‘’Sebagai gantinya kami ajukan tambahan anggaran untuk November-Desember. Kalau tidak ada tambahan ya mereka tidak akan menerima tunjangan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Foto Paspor CJH Dipercepat

Tahun depan alokasi anggaran tunjangan honorer akan disiapkan penuh Rp 36,5 miliar. Sehingga, tidak terjadi kekurangan anggaran seperti tahun ini. ‘’Kami siapkan penuh,’’ jelasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengatakan, tambahan anggaran diajukan disdik memang cukup besar, yakni Rp 6 miliar. Pihaknya sempat kaget dengan tambahan anggaran itu.

‘’Kami sudah minta disdik untuk menjabarkan tambahan anggaran itu,’’ ujarnya. Politikus Partai Golkar itu meminta disdik mendata dengan detail kebutuhan anggaran GTT dan PTT itu.

Sehingga, tidak terjadi kekurangan anggaran. ‘’Kalau untuk tunjangan honorer kami dukung. Sejauh ini memang PPPK belum ada kejelasan,’’ tuturnya.

Radar Bojonegoro – Anggaran tunjangan guru dan pegawai honorer di Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro kian menipis. Tunjangan itu hanya cukup untuk satu kali pencairan lagi, yakni September-Oktober.

Pencairan tahap terakhir November-Desember, disdik masih menunggu realisasi tambahan anggaran di Perubahan (P)-APBD 2020. Kepala Disdik Bojonegoro Dandi Suprayitno menjelaskan, anggaran tunjangan guru dan pegawai honorer tahun ini memang tidak penuh.

Ada sebagian honorer tidak dialo kasikan anggaran. Mereka adalah honorer terjaring sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK). ‘’Informasi kami terima tahun ini mereka mendapatkan SK. Sehingga, anggaran untuk mereka tidak kami alokasikan,’’ jelasnya kemarin.

Hingga kini, lanjut dia, para honorer yang lolos PPPK itu belum mendapatkan SK. Bahkan, kabar turunya SK juga masih belum jelas. Sehingga, disdik harus mengalokasikan anggaran untuk hohorer tersebut.

Baca Juga :  Suporter Anggap Realistis Opsi Alih Status

‘’Jika tidak dialokasikan tambahan anggaran, mereka tidak akan menerima tunjangan untuk dua bulan terakhir,’’ jelas mantan Kadispora itu. Jumlah honorer terjaring masuk PPPK sebanyak 359 orang.

Mereka adalah honorer kategori 2 (K-2). Tunjangan yang mereka terima adalah Rp 1,4 juta per bulan. Kabid Ketenagaan Disdik Totok Ismanto menambahkan, tahun ini alokasi anggaran tunjangan semua honorer adalah Rp 34 miliar.

Padahal, seharusnya tunjangan dialokasikan adalah Rp 36,5 miliar. Sehingga, kekurangan Rp 6,5 miliar diajukan di P-APBD. Totok menjelaskan, 359 honorer K-2 itu memang tidak dianggarkan tunjangan tahun ini.

Namun, sejak awal tahun mereka tetap menerima tunjangan. Alokasinya dari anggaran NovemberDesember dialokasikan untuk mereka. Sehingga, mereka tetap menerima tunjangan itu. ‘’Sebagai gantinya kami ajukan tambahan anggaran untuk November-Desember. Kalau tidak ada tambahan ya mereka tidak akan menerima tunjangan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ciptakan Permen untuk Penderita Diabetes

Tahun depan alokasi anggaran tunjangan honorer akan disiapkan penuh Rp 36,5 miliar. Sehingga, tidak terjadi kekurangan anggaran seperti tahun ini. ‘’Kami siapkan penuh,’’ jelasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengatakan, tambahan anggaran diajukan disdik memang cukup besar, yakni Rp 6 miliar. Pihaknya sempat kaget dengan tambahan anggaran itu.

‘’Kami sudah minta disdik untuk menjabarkan tambahan anggaran itu,’’ ujarnya. Politikus Partai Golkar itu meminta disdik mendata dengan detail kebutuhan anggaran GTT dan PTT itu.

Sehingga, tidak terjadi kekurangan anggaran. ‘’Kalau untuk tunjangan honorer kami dukung. Sejauh ini memang PPPK belum ada kejelasan,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Rencanakan Jalan Tol di Pantura

Mulai Cetak Soal Tryout

Artikel Terbaru


/