alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tempat Karaoke Ilegal Marak saat Pandemi

Radar Bojonegoro – Tempat-tempat karaoke ilegal masih nekat beroperasi di tengah pandemi. Bahkan, ada yang mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Tentu, rawan menjadi klaster baru. Temuan itu setelah Satpol PP merazia dua tempat karaoke tak berizin di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Minggu malam (27/9).

Dua pemilik karaoke itu perempuan berinisial AU, 34, warga Kecamatan Malo dan pria berinisial EA, 24, warga Kecamatan Dander. Penindakan dua tempat dungdung (sebutan tempat karaoke) tersebut lantaran masyarakat sekitar merasa resah.

Kedua tempat karaoke itu masih beroperasi hingga larut malam. Padahal, saat ini masih masa pandemi Covid-19. Barang bukti disita 12 botol arak, 12 botol anggur merah, 4 VCD player, dan tiga mikrofon.

Baca Juga :  Iskandar Laporkan Istrinya karena Selingkuh

“Kami juga mengamankan tujuh pemandu lagu tidak mengenakan masker. Mereka juga akan menjalani sidang tipiring (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, besok Kamis,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol PP Bojonegoro Beny Subiakto.

Beny menjelaskan, bahwa kedua pemilik tempat karaoke tak berizin itu melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).

Sedangkan, ketujuh pemandu lagu tidak memakai masker itu melanggar Perda Provinsi Jatim Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Trantibum dan Perlindungan Masyarakat.

“Serta Perbup Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bojonegoro,” tambah Beny.

Baca Juga :  Tryout SMP Selesai, MKKS Berharap Nilai Diumumkan

Sementara itu, Kasatpol PP Bojonegoro Arief Nanang Sugianto menambahkan, terkait patroli tempat-tempat karaoke tak berizin yang menjual minuman keras itu merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat.

Pihaknya juga masih fokus setiap hari patroli terkait pendisiplinan menggunakan masker. “Kalau patroli tempat karaoke atau penjual miras itu tidak terjadwal, kami menindaklanjuti aduan masyarakat,” terangnya.

Disinggung terkait data tempat karaoke sudah ditertibkan satpol PP selama tahun ini, Nanang mengaku belum melakukan rekapitulasi tersebut. Sebelumnya sekitar Juni lalu, pihaknya juga menertibkan salah satu tempat karaoke belum mengantongi izin di Jalan Pondok Pinang.

Namun, pada intinya kerja sama masyarakat dalam memberikan aduan kepada satpol PP sangat dibutuhkan.

Radar Bojonegoro – Tempat-tempat karaoke ilegal masih nekat beroperasi di tengah pandemi. Bahkan, ada yang mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Tentu, rawan menjadi klaster baru. Temuan itu setelah Satpol PP merazia dua tempat karaoke tak berizin di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Minggu malam (27/9).

Dua pemilik karaoke itu perempuan berinisial AU, 34, warga Kecamatan Malo dan pria berinisial EA, 24, warga Kecamatan Dander. Penindakan dua tempat dungdung (sebutan tempat karaoke) tersebut lantaran masyarakat sekitar merasa resah.

Kedua tempat karaoke itu masih beroperasi hingga larut malam. Padahal, saat ini masih masa pandemi Covid-19. Barang bukti disita 12 botol arak, 12 botol anggur merah, 4 VCD player, dan tiga mikrofon.

Baca Juga :  Gadis ini Bangga Jadi Mekanik

“Kami juga mengamankan tujuh pemandu lagu tidak mengenakan masker. Mereka juga akan menjalani sidang tipiring (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, besok Kamis,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol PP Bojonegoro Beny Subiakto.

Beny menjelaskan, bahwa kedua pemilik tempat karaoke tak berizin itu melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).

Sedangkan, ketujuh pemandu lagu tidak memakai masker itu melanggar Perda Provinsi Jatim Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Trantibum dan Perlindungan Masyarakat.

“Serta Perbup Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bojonegoro,” tambah Beny.

Baca Juga :  Potret Kampung TKI, Pulang Bangun Rumah dan Beli Tanah

Sementara itu, Kasatpol PP Bojonegoro Arief Nanang Sugianto menambahkan, terkait patroli tempat-tempat karaoke tak berizin yang menjual minuman keras itu merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat.

Pihaknya juga masih fokus setiap hari patroli terkait pendisiplinan menggunakan masker. “Kalau patroli tempat karaoke atau penjual miras itu tidak terjadwal, kami menindaklanjuti aduan masyarakat,” terangnya.

Disinggung terkait data tempat karaoke sudah ditertibkan satpol PP selama tahun ini, Nanang mengaku belum melakukan rekapitulasi tersebut. Sebelumnya sekitar Juni lalu, pihaknya juga menertibkan salah satu tempat karaoke belum mengantongi izin di Jalan Pondok Pinang.

Namun, pada intinya kerja sama masyarakat dalam memberikan aduan kepada satpol PP sangat dibutuhkan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/