alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

SMKN 1 Tatap Muka Senin Depan, Temayang dan Tambakrejo Masih Daring

Radar Bojonegoro – Pembelajaran dalam jaringan (daring) kembali dilaksanakan SMKN 1 Bojonegoro sejak seminggu terakhir. Penyebabnya, ada salah satu guru di sekolah itu diduga suspect Covid-19.

Guru tersebut suspect setelah perjalanan dari Surabaya. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Bojonegoro-Tuban memastikan Senin depan sudah bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Namun, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kepala Cabdin Bojonegoro Adi Prayitno menjelaskan, aktivitas pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Bojonegoro dihentikan sementara. Ada indikasi salah satu gurunya suspect Covid-19. Guru tersebut sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

‘’Atas perintah dari pemerintah provinsi, pembelajaran di SMKN 1 kami intruksikan daring lagi,’’ ujar pria asli Nganjuk itu. Pembelajaran daring di SMKN 1 Bojonegoro hanya berlangsung selama dua minggu. Dimulai sejak 18 September lalu. Sehingga, Senin pekan depan sudah bisa mulai pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Tekan Pengangguran dengan Pemberdayaan

Adi menjelaskan, salah satu guru itu diduga terpapar Covid-19 dari Surabaya. Sebelumnya guru itu melakukan perjalanan dari Surabaya. Namun, Adi belum memastikan guru itu sempat datang ke sekolah atau tidak.

‘’Kami belum sempat menelusuri itu. Namun, provinsi sudah minta untuk dihentikan tatap muka, segera kami lakukan,’’ jelasnya. Namun, lanjut Adi, hingga kini tidak ada klaster penularan Covid-19 di sekolah. Para siswa juga tidak ada yang terinfeksi. Pembelajaran daring tidak hanya dilakukan di SMKN 1 Bojonegoro. Sejumlah sekolah lain juga masih melakukannya. Sebab, gugus tugas kecamatan belum memberikan rekomendasi.

‘’Temayang dan Tambakrejo hingga kini masih daring. Belum pernah tatap muka sama sekali,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bojonegoro Fatkhurrohim membenarkan bahwa sekolahnya kini melakukan pembelajaran daring lagi. Namun, dia memastikan hal itu bukan karena ada guru yang terkena Covid-19.

Baca Juga :  SN Berharap Tiga Temannya Serahkan Diri

‘’Memang sedang jadwal daring,’’ tuturnya saat dikonfirmasi kemarin. Mengenai guru diduga suspect itu, dia belum bisa memberikan keterangan. Sebab, hingga kini pihaknya memang belum menerima data resmi mengenai itu.

Namun, dia mengakui guru itu memang sedang sakit. ‘’Covid atau bukan saya tidak tahu. Saya belum menerima datanya,’’ jelasnya. Saat ini, lanjut dia, pelayanan di SMKN 1 Bojonegoro masih berjalan normal. Guru dan staf masih masuk kerja seperti biasa. ‘’Kami masuk seperti biasa. Namun, siswa masih belajar daring,’’ terangnya. (

Radar Bojonegoro – Pembelajaran dalam jaringan (daring) kembali dilaksanakan SMKN 1 Bojonegoro sejak seminggu terakhir. Penyebabnya, ada salah satu guru di sekolah itu diduga suspect Covid-19.

Guru tersebut suspect setelah perjalanan dari Surabaya. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Bojonegoro-Tuban memastikan Senin depan sudah bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Namun, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kepala Cabdin Bojonegoro Adi Prayitno menjelaskan, aktivitas pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Bojonegoro dihentikan sementara. Ada indikasi salah satu gurunya suspect Covid-19. Guru tersebut sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

‘’Atas perintah dari pemerintah provinsi, pembelajaran di SMKN 1 kami intruksikan daring lagi,’’ ujar pria asli Nganjuk itu. Pembelajaran daring di SMKN 1 Bojonegoro hanya berlangsung selama dua minggu. Dimulai sejak 18 September lalu. Sehingga, Senin pekan depan sudah bisa mulai pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Bojonegoro Tetap Optimistis Bisnis Hotel 

Adi menjelaskan, salah satu guru itu diduga terpapar Covid-19 dari Surabaya. Sebelumnya guru itu melakukan perjalanan dari Surabaya. Namun, Adi belum memastikan guru itu sempat datang ke sekolah atau tidak.

‘’Kami belum sempat menelusuri itu. Namun, provinsi sudah minta untuk dihentikan tatap muka, segera kami lakukan,’’ jelasnya. Namun, lanjut Adi, hingga kini tidak ada klaster penularan Covid-19 di sekolah. Para siswa juga tidak ada yang terinfeksi. Pembelajaran daring tidak hanya dilakukan di SMKN 1 Bojonegoro. Sejumlah sekolah lain juga masih melakukannya. Sebab, gugus tugas kecamatan belum memberikan rekomendasi.

‘’Temayang dan Tambakrejo hingga kini masih daring. Belum pernah tatap muka sama sekali,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bojonegoro Fatkhurrohim membenarkan bahwa sekolahnya kini melakukan pembelajaran daring lagi. Namun, dia memastikan hal itu bukan karena ada guru yang terkena Covid-19.

Baca Juga :  Warga Harus Ikut Awasi Limbah Industri

‘’Memang sedang jadwal daring,’’ tuturnya saat dikonfirmasi kemarin. Mengenai guru diduga suspect itu, dia belum bisa memberikan keterangan. Sebab, hingga kini pihaknya memang belum menerima data resmi mengenai itu.

Namun, dia mengakui guru itu memang sedang sakit. ‘’Covid atau bukan saya tidak tahu. Saya belum menerima datanya,’’ jelasnya. Saat ini, lanjut dia, pelayanan di SMKN 1 Bojonegoro masih berjalan normal. Guru dan staf masih masuk kerja seperti biasa. ‘’Kami masuk seperti biasa. Namun, siswa masih belajar daring,’’ terangnya. (

Artikel Terkait

Most Read

Tempe Daun Jati Masih Bertahan

Kades Kuniran Belum Ajukan Rekomendasi 

Sudah Ada Laporan Kekeringan

Artikel Terbaru


/