alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Jalin Kerjasama dengan Luar Negeri

LAMONGAN, Radar Lamongan – Universitas Muhammadiyah Lamongan  (UMLA) mewisuda 574 mahasiswanya kemarin (28/9). Wisuda pertama UMLA ini menjadi komitmen organisasi besar Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.

Universitas Muhammadiyah Lamongan  terbentuk setelah keputusan Menteri RISTEK DIKTI RI Nomor 880/KPT/I/2018, tentang izin penyatuan dan perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Lamongan. Lembaga pendidikan tertinggi ini memiliki lebih dari 13 program studi. Seperti pendidikan profesi Ners, keperawatan program sarjana, farmasi program diploma tiga, dan akuntansi program sarjana.

‘’Alhamdulillah, keinginan Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk memiliki universitas terwujud. Bahkan sudah mewisuda mahasiswanya untuk kali pertama,” ujar Rektor UMLA, Drs. H. Budi Utomo, M.Kes.

Baca Juga :  10 Komunitas Bojonegoro Tuntas Bagikan Daging Kurban

Menurut dia, wisudawan UMLA dididik agar mampu menjawan tantangan era industri 4.0. Selain memberikan pembelajaran dalam ilmu keahlian bidang, para mahasiswa UMLA diwajibkan untuk meningkatkan ilmu keagamaan. UMLA secara konsisten melakukan perbaikan baik dari segi kualitas dosen serta sarana prasarana.

Ketua Senat upacara Wisuda UMLA Ke-1 itu juga menyampaikan bahwa universitas ini sudah menjalin kerjasama baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kerjasama lintas perguruan ini terjalin bukan hanya di bidang pendidikan. Juga lintas pembangunan,  lintas perpustakaan, dan lintas program secara internal. Selama tiga tahun terakhir, Universitas Muhammadiyah Lamongan banyak melakukan kegiatan luar negeri melalui lembaga Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK). Antara lain, Khong Kaen University Thailand, MSU Malaysia, Guest Lecture dari Mahasarakham University of Thailand. “Melalui kerjasama itu, ada mahasiswa keperawatan yang mendapat beasiswa penuh di Thailand,” tuturnya.

Baca Juga :  Tiga Hari, Enam Desa Baru Terpapar Covid-19

Karena itu, kepada wisudawan dia berpesan bahwa keberhasilan itu merupakan modal awal untuk mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah kehidupan nyata. Di antara keberagamanan dan keunikan pribadi masing-masing.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Universitas Muhammadiyah Lamongan  (UMLA) mewisuda 574 mahasiswanya kemarin (28/9). Wisuda pertama UMLA ini menjadi komitmen organisasi besar Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.

Universitas Muhammadiyah Lamongan  terbentuk setelah keputusan Menteri RISTEK DIKTI RI Nomor 880/KPT/I/2018, tentang izin penyatuan dan perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Lamongan. Lembaga pendidikan tertinggi ini memiliki lebih dari 13 program studi. Seperti pendidikan profesi Ners, keperawatan program sarjana, farmasi program diploma tiga, dan akuntansi program sarjana.

‘’Alhamdulillah, keinginan Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk memiliki universitas terwujud. Bahkan sudah mewisuda mahasiswanya untuk kali pertama,” ujar Rektor UMLA, Drs. H. Budi Utomo, M.Kes.

Baca Juga :  Dilempari Batu, Rumah dan Warung Dirusak Rombongan Konvoi

Menurut dia, wisudawan UMLA dididik agar mampu menjawan tantangan era industri 4.0. Selain memberikan pembelajaran dalam ilmu keahlian bidang, para mahasiswa UMLA diwajibkan untuk meningkatkan ilmu keagamaan. UMLA secara konsisten melakukan perbaikan baik dari segi kualitas dosen serta sarana prasarana.

Ketua Senat upacara Wisuda UMLA Ke-1 itu juga menyampaikan bahwa universitas ini sudah menjalin kerjasama baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kerjasama lintas perguruan ini terjalin bukan hanya di bidang pendidikan. Juga lintas pembangunan,  lintas perpustakaan, dan lintas program secara internal. Selama tiga tahun terakhir, Universitas Muhammadiyah Lamongan banyak melakukan kegiatan luar negeri melalui lembaga Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK). Antara lain, Khong Kaen University Thailand, MSU Malaysia, Guest Lecture dari Mahasarakham University of Thailand. “Melalui kerjasama itu, ada mahasiswa keperawatan yang mendapat beasiswa penuh di Thailand,” tuturnya.

Baca Juga :  Kepala Sekolah Tidak Lagi Periodesasi¬†

Karena itu, kepada wisudawan dia berpesan bahwa keberhasilan itu merupakan modal awal untuk mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah kehidupan nyata. Di antara keberagamanan dan keunikan pribadi masing-masing.

Artikel Terkait

Most Read

Mencari Berkah Ramadan

Lindra Turun Langsung

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/