alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Penerima PKH Bisa Dicoret

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penerima program keluarga harapan (PKH) yang membelanjakan bantuan sosial (bansos) untuk membeli rokok terancam dicoret. Ketegasan itu disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Helmy Elisabeth atas hasil riset Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia (UI) tentang dana PKH yang disalahgunakan penerima untuk membeli rokok.

’’Jika dibelanjakan tidak sesuai peruntukannya bisa dicoret,’’ tegas Helmy Elisabeth kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Dia meminta semua pendamping PKH terus memantau keluarga penerima manfaat (KPM) dampingannya. Langkah ini agar pembelanjaan bansos sesuai peruntukannya.

Helmy menuturkan, temuan dari PKJS UI itu tentunya menjadi evaluasi bersama. Sehingga semua pendamping PKH diminta untuk lebih serius mengawal penerima PKH agar dana bansos yang diterima KPM digunakan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Senang Dihadiahi Mesin Jahit

Apalagi, menurut Helmy, kriteria penerima PKH sudah diatur sesuai regulasinya. Di antaranya untuk ibu hamil, anak sekolah, dan difabel. Sedangkan untuk belanja rokok, tidak masuk dalam kategori belanja dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Helmy mengatakan, pendamping yang menemukan penerima PKH membelanjakan dana bansos tidak sesuai peruntukannya harus dilaporkan dan diproses. ’’Tahap awal tetap dilakukan pembinaan dulu. Jika diabaikan baru dicoret,’’ ujar mantan staf ahli bupati itu.

Sesuai temuan PKJS UI, penerima bantuan PKH mayoritas perokok aktif. Sehingga, bantuan tersebut rawan disalahgunakan dengan dibelikan rokok. Penyebab penyelewengan itu karena metode distribusi PKH secara tunai. Sehingga penerima PKH mudah membelanjakan yang tidak sesuai peruntukannya.

Baca Juga :  Enam Sekolah Kunjungan Belajar di Jakarta

Sesuai hasil penelitiannya, belanja rokok di Indonesia memasuki urutan kedua setelah beras. Kemudian belanja rokok didominasi dari keluarga dengan perekonomian menengah ke bawah.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penerima program keluarga harapan (PKH) yang membelanjakan bantuan sosial (bansos) untuk membeli rokok terancam dicoret. Ketegasan itu disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Helmy Elisabeth atas hasil riset Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia (UI) tentang dana PKH yang disalahgunakan penerima untuk membeli rokok.

’’Jika dibelanjakan tidak sesuai peruntukannya bisa dicoret,’’ tegas Helmy Elisabeth kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Dia meminta semua pendamping PKH terus memantau keluarga penerima manfaat (KPM) dampingannya. Langkah ini agar pembelanjaan bansos sesuai peruntukannya.

Helmy menuturkan, temuan dari PKJS UI itu tentunya menjadi evaluasi bersama. Sehingga semua pendamping PKH diminta untuk lebih serius mengawal penerima PKH agar dana bansos yang diterima KPM digunakan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Salak Wedi Selalu Habis Diborong

Apalagi, menurut Helmy, kriteria penerima PKH sudah diatur sesuai regulasinya. Di antaranya untuk ibu hamil, anak sekolah, dan difabel. Sedangkan untuk belanja rokok, tidak masuk dalam kategori belanja dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Helmy mengatakan, pendamping yang menemukan penerima PKH membelanjakan dana bansos tidak sesuai peruntukannya harus dilaporkan dan diproses. ’’Tahap awal tetap dilakukan pembinaan dulu. Jika diabaikan baru dicoret,’’ ujar mantan staf ahli bupati itu.

Sesuai temuan PKJS UI, penerima bantuan PKH mayoritas perokok aktif. Sehingga, bantuan tersebut rawan disalahgunakan dengan dibelikan rokok. Penyebab penyelewengan itu karena metode distribusi PKH secara tunai. Sehingga penerima PKH mudah membelanjakan yang tidak sesuai peruntukannya.

Baca Juga :  Keponakan Aniaya Calon Suami Bibi, Ini Alasannya

Sesuai hasil penelitiannya, belanja rokok di Indonesia memasuki urutan kedua setelah beras. Kemudian belanja rokok didominasi dari keluarga dengan perekonomian menengah ke bawah.

Artikel Terkait

Most Read

Pengunjung Taman Bangkle Sepi 

Duduk Manis, Sampai di Tempat Kerja

Nasib Honorer K2 Masih Mengambang

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/