alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Dua Kakek Pejudi Divonis Berbeda

LAMONGAN, Radar Lamongan – Ahmad Shobirin, 63, dan Suwoto, 65, sama-sama tersandung perkara judi. Namun, dua kakek ini dijatuhi vonis hukuman yang berbeda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (28/8).

Shobirin divonis delapan bulan penjara. Sementara Suwoto divonis tiga bulan lima belas hari. Menurut Ketua Majelis Hakim, Muhammad Sainal, perbedaan vonis hukuman itu disesuaikan jenis perjudian yang dilakukan keduanya.

‘’Kalau judi remi lebih rendah hukumannya. Judi togel lebih tinggi karena terdakwa Shobirin di sini berperan sebagai pengecer,’’ jelasnya kepada para terdakwa.

Dalam praktiknya, Shobirin menerima tombokan nomor togel dari para penombok melalui SMS atau datang ke rumahnya. Kakek asal Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, ini bertugas merekap pesanan nomor togel dan menyetorkannya ke bandar. Apabila ada penombok yang keluar nomornya, maka Shobirin diberi Rp 20 ribu oleh penombok dan dapat omzet dari bandar Rp 100 ribu.

Baca Juga :  Kekurangan 413 Guru PAI PNS

‘’Makanya jangan main judi lagi, kalau ketangkap tuntutan hukumannya lebih tinggi lagi,’’ pesan hakim.

Shobirin akhirnya menerima vonis itu. Sementara Suwoto, kakek asal Desa Mekanderejo, Kecamatan Kedungpring, ditangkap aparat  kepolisian sedang melakukan judi remi bersama empat orang lainnya. Rekannya berhasil melarikan diri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heri Pamungkas menuntut Suwoto dengan pidana penjara selama empat bulan. Merasa keberatan, dia memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim dan dikabulkan karena faktor usia. ‘’Makanya kalau sudah tua berhenti main judi,’’ saran hakim.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Ahmad Shobirin, 63, dan Suwoto, 65, sama-sama tersandung perkara judi. Namun, dua kakek ini dijatuhi vonis hukuman yang berbeda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (28/8).

Shobirin divonis delapan bulan penjara. Sementara Suwoto divonis tiga bulan lima belas hari. Menurut Ketua Majelis Hakim, Muhammad Sainal, perbedaan vonis hukuman itu disesuaikan jenis perjudian yang dilakukan keduanya.

‘’Kalau judi remi lebih rendah hukumannya. Judi togel lebih tinggi karena terdakwa Shobirin di sini berperan sebagai pengecer,’’ jelasnya kepada para terdakwa.

Dalam praktiknya, Shobirin menerima tombokan nomor togel dari para penombok melalui SMS atau datang ke rumahnya. Kakek asal Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, ini bertugas merekap pesanan nomor togel dan menyetorkannya ke bandar. Apabila ada penombok yang keluar nomornya, maka Shobirin diberi Rp 20 ribu oleh penombok dan dapat omzet dari bandar Rp 100 ribu.

Baca Juga :  Sering Minder Lihat Lawan, Tingkatkan Sabuk

‘’Makanya jangan main judi lagi, kalau ketangkap tuntutan hukumannya lebih tinggi lagi,’’ pesan hakim.

Shobirin akhirnya menerima vonis itu. Sementara Suwoto, kakek asal Desa Mekanderejo, Kecamatan Kedungpring, ditangkap aparat  kepolisian sedang melakukan judi remi bersama empat orang lainnya. Rekannya berhasil melarikan diri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heri Pamungkas menuntut Suwoto dengan pidana penjara selama empat bulan. Merasa keberatan, dia memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim dan dikabulkan karena faktor usia. ‘’Makanya kalau sudah tua berhenti main judi,’’ saran hakim.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/