alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Perbaikan Terminal Rajekwesi Dianggarkan Rp 5 Miliar

KOTA – Pengelolaan Terminal Rajekwesi resmi diambil alih oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak April lalu.

Namun, hingga kini belum ada perubahan signifikan. Baik dari segi pelayanan maupun infrastruktur.

Perbaikan sejumlah fasilitas mulai didengungkan. Perbaikan itu mengacu pada jumlah kendaraan dan penumpang.

Namun, perbaikan belum menyeluruh, dengan pertimbangan menyesuaikan kebutuhan dan jumlah anggaran.

Koordinator Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo mengungkapkan, perbaikan terminal dengan standar menyerupai bandara diperkirakan menelan biaya Rp 5 miliar.

Jumlah tersebut dimungkinkan bertambah. Rencananya, perbaikan Terminal Rejekwesi dimulai tahun depan.

Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan dilengkapi sejumlah fasilitas khusus. Mulai perbaikan toilet berstandar bagi disabilitas, landasan kedatangan angkutan bus, tempat menunggu dan istirahat, mushola, serta layanan kesehatan.

Baca Juga :  Berharap Kembali Dikelola Daerah, Bisakah?

’’Tujuannya, supaya angkutan umum kembali menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian,” katanya kemarin (28/8)

Budi, staf pelaksana Terminal Rajekwesi Bojonegoro, membenarkan rencana tersebut. Tetapi, semuanya masih menyesuiakan dengan pusat karena anggarannya disana.

Namun, harapannya, memang rencana tersebut bisa terealisasi supaya ada perubahan signifikan terhadap pengelolaan terminal.

’’Penumpang bisa lebih aman dan nyaman ketika berada di terminal,” terangnya.

Sementara itu, sejak Terminal Rekjekwesi resmi diambil oleh Kemenhub, pegawai, administrasi, dan seluruh asetnya menjadi kewenangan pusat.

Karena itu, perbaikan dan pengelolaan terminal sepenuhnya kewenangan pusat.

Total terminal tipe A di Indonesia sebanyak 143 terminal. Sejumlah 97 di antaranya sudah diambil alih oleh pusat, sisanya masih menunggu kelengkapan administrasi.

Baca Juga :  Arus Mudik, Penumpang Kereta Lokal Dibatasi 70 Persen

Sedangkan untuk terminal yang sudah diambil alih oleh pusat, ke depannya pengelolaannya akan disamakan. ’’Baik  petugasnya, pelayanan, hingga fasilitas,” ujarnya.

KOTA – Pengelolaan Terminal Rajekwesi resmi diambil alih oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak April lalu.

Namun, hingga kini belum ada perubahan signifikan. Baik dari segi pelayanan maupun infrastruktur.

Perbaikan sejumlah fasilitas mulai didengungkan. Perbaikan itu mengacu pada jumlah kendaraan dan penumpang.

Namun, perbaikan belum menyeluruh, dengan pertimbangan menyesuaikan kebutuhan dan jumlah anggaran.

Koordinator Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo mengungkapkan, perbaikan terminal dengan standar menyerupai bandara diperkirakan menelan biaya Rp 5 miliar.

Jumlah tersebut dimungkinkan bertambah. Rencananya, perbaikan Terminal Rejekwesi dimulai tahun depan.

Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan dilengkapi sejumlah fasilitas khusus. Mulai perbaikan toilet berstandar bagi disabilitas, landasan kedatangan angkutan bus, tempat menunggu dan istirahat, mushola, serta layanan kesehatan.

Baca Juga :  Usulkan Bus Besar Jurusan Bojonegoro-Ngawi

’’Tujuannya, supaya angkutan umum kembali menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian,” katanya kemarin (28/8)

Budi, staf pelaksana Terminal Rajekwesi Bojonegoro, membenarkan rencana tersebut. Tetapi, semuanya masih menyesuiakan dengan pusat karena anggarannya disana.

Namun, harapannya, memang rencana tersebut bisa terealisasi supaya ada perubahan signifikan terhadap pengelolaan terminal.

’’Penumpang bisa lebih aman dan nyaman ketika berada di terminal,” terangnya.

Sementara itu, sejak Terminal Rekjekwesi resmi diambil oleh Kemenhub, pegawai, administrasi, dan seluruh asetnya menjadi kewenangan pusat.

Karena itu, perbaikan dan pengelolaan terminal sepenuhnya kewenangan pusat.

Total terminal tipe A di Indonesia sebanyak 143 terminal. Sejumlah 97 di antaranya sudah diambil alih oleh pusat, sisanya masih menunggu kelengkapan administrasi.

Baca Juga :  Pemkab Diminta Evaluasi OPD

Sedangkan untuk terminal yang sudah diambil alih oleh pusat, ke depannya pengelolaannya akan disamakan. ’’Baik  petugasnya, pelayanan, hingga fasilitas,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/