alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Enam Kelas Rusak, SMPN 1 Purwosari Digelontor Rp 1,1 Miliar

Radar Bojonegoro – Tahun ini ternyata ada 39 ruang kelas tersebar di 16 SMPN akan diperbaiki. Perbaikan terbanyak di SMPN 1 Puwosari. Enam ruang kelas diperbaiki dengan pagu mencapai Rp 1,1 miliar. Kondisi tidak layak membuat tiga ruang kelas tidak digunakan dan membahayakan siswa.

Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Zaenal Arifin mengatakan, total perbaikan ruangan terdiri dari 39 ruang kelas, dua laboratorium, dan dua ruang guru. Perbaikan tersebar di 16 SMPN di sejumlah kecamatan.

“Empat perbaikan SMPN dengan sistem PL (penunjukan langsung) terdiri dari SMPN 1 Ngambon, SMPN 2 Gondang, SMPN 1 Kedewan, dan SMPN 1 Malo,” jelasnya kemarin (28/7).

Zaenal menjelaskan, setiap SMPN jumlah ruangan yang diperbaiki berbeda-beda. Salah satunya SMPN 1 Purwosari sekitar enam ruang kelas akan diperbaiki, dengan anggaran Rp 1,1 miliar. “Untuk sistem PL juga perbaikan ruang kelas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pendapatan APBD Terealisasi Rp 1,9 Triliun

Selain perbaikan, menurut Zaenal, diperlukan perawatan dari pihak sekolah untuk menjaga kondisi bangunan. Terlebih ketika sekolah tidak digunakan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) selama pandemi, tentu rawan terjadi kerusakan. “Sebaiknya perawatan harus tetap dilakukan,” harapnya.

Salah satunya, tutur Zaenal, dengan mengganti genteng yang bocor maupan copot akibat angin. Sebab ketika hujan dan bocor kerangka atap rawan rusak terkena air. Selain itu, perawatan bisa dilakukan dengan melakukan penambalan tembok yang rusak ringan serta pengecatannya.

Kepala SMPN 1 Purwosari Budi Santoso mengatakan, kondisi ruang kelas di sekolahnya sudah mengkhawatirkan. Terlihat dari beberapa sisi bangunan yang mengalami kerusakan. Seperti atap dan lantai. “Hanya dilihat saja sudah tidak layak,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, perbaikan ruang kelas di SMPN 1 Purwosari akan dilakukan pada enam ruang kelas. Kondisi enam ruang kelas tidak memungkinkan untuk digunakan kegiatan belajar mengajar. Bahkan, tiga ruang kelas sudah tidak digunakan, karena atap sudah rusak. Kayu penyangga lapuk. Sehingga dikhawatirkan ketika digunakan kegiatan belajar mengajar akan membahayakan siswa. “Lantainya sudah tidak rata,” ujarnya.

Baca Juga :  Sulap Ruko Jadi Kebun Sayuran Organik Siap Petik

Menurut Budi, sementara pembelajaran di tiga ruang kelas tersebut dialihkan ke ruang lainnya. Salah satunya laboratorium. Selain kerusakan tiga ruang kelas tidak digunakan, Budi menjelaskan tiga ruang kelas lainnya juga sudah tidak layak. Sebab, bangunan lama dan perlu segera diperbaiki.

Budi meminta perbaikan segera dilakukan terlebih pembelajaran tatap muka belum digelar. Sehingga perbaikan dilakukan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar nantinya. “Saya kira perbaikan dilakukan bulan ini,” ujarnya. (irv)

Radar Bojonegoro – Tahun ini ternyata ada 39 ruang kelas tersebar di 16 SMPN akan diperbaiki. Perbaikan terbanyak di SMPN 1 Puwosari. Enam ruang kelas diperbaiki dengan pagu mencapai Rp 1,1 miliar. Kondisi tidak layak membuat tiga ruang kelas tidak digunakan dan membahayakan siswa.

Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Zaenal Arifin mengatakan, total perbaikan ruangan terdiri dari 39 ruang kelas, dua laboratorium, dan dua ruang guru. Perbaikan tersebar di 16 SMPN di sejumlah kecamatan.

“Empat perbaikan SMPN dengan sistem PL (penunjukan langsung) terdiri dari SMPN 1 Ngambon, SMPN 2 Gondang, SMPN 1 Kedewan, dan SMPN 1 Malo,” jelasnya kemarin (28/7).

Zaenal menjelaskan, setiap SMPN jumlah ruangan yang diperbaiki berbeda-beda. Salah satunya SMPN 1 Purwosari sekitar enam ruang kelas akan diperbaiki, dengan anggaran Rp 1,1 miliar. “Untuk sistem PL juga perbaikan ruang kelas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua CJH Gagal Berangkat

Selain perbaikan, menurut Zaenal, diperlukan perawatan dari pihak sekolah untuk menjaga kondisi bangunan. Terlebih ketika sekolah tidak digunakan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) selama pandemi, tentu rawan terjadi kerusakan. “Sebaiknya perawatan harus tetap dilakukan,” harapnya.

Salah satunya, tutur Zaenal, dengan mengganti genteng yang bocor maupan copot akibat angin. Sebab ketika hujan dan bocor kerangka atap rawan rusak terkena air. Selain itu, perawatan bisa dilakukan dengan melakukan penambalan tembok yang rusak ringan serta pengecatannya.

Kepala SMPN 1 Purwosari Budi Santoso mengatakan, kondisi ruang kelas di sekolahnya sudah mengkhawatirkan. Terlihat dari beberapa sisi bangunan yang mengalami kerusakan. Seperti atap dan lantai. “Hanya dilihat saja sudah tidak layak,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, perbaikan ruang kelas di SMPN 1 Purwosari akan dilakukan pada enam ruang kelas. Kondisi enam ruang kelas tidak memungkinkan untuk digunakan kegiatan belajar mengajar. Bahkan, tiga ruang kelas sudah tidak digunakan, karena atap sudah rusak. Kayu penyangga lapuk. Sehingga dikhawatirkan ketika digunakan kegiatan belajar mengajar akan membahayakan siswa. “Lantainya sudah tidak rata,” ujarnya.

Baca Juga :  PKS Isyaratkan Gabung Demokrat

Menurut Budi, sementara pembelajaran di tiga ruang kelas tersebut dialihkan ke ruang lainnya. Salah satunya laboratorium. Selain kerusakan tiga ruang kelas tidak digunakan, Budi menjelaskan tiga ruang kelas lainnya juga sudah tidak layak. Sebab, bangunan lama dan perlu segera diperbaiki.

Budi meminta perbaikan segera dilakukan terlebih pembelajaran tatap muka belum digelar. Sehingga perbaikan dilakukan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar nantinya. “Saya kira perbaikan dilakukan bulan ini,” ujarnya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/