alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Mayoritas Pengunjung Cari Wisata Tanpa Retribusi

Radar Lamongan – Obyek wisata di Lamongan mulai dibuka bertahap sejak Juni. Pertengahan bulan ini semua obyek wisata sudah melaporkan dibuka. “Kita sudah dapat laporan kalau semua obyek wisata sudah buka seperti semula dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan yang benar,” ujar Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan Erdiana Renawati.

Evaluasi sementara, lanjut dia, obyek wisata yang buka lebih dulu sudah menyiapkan tempat cuci tangan portable, menyebar banner bertuliskan penggunaan masker dan memberikan batasan antarpengunjung. Selain itu, jumlah pengunjung juga terus dievaluasi maksimal 75 persen dari kapasitas.

“Sekarang pengunjungnya belum seberapa karena masyarakat masih mencari obyek wisata yang tidak ada retribusi,” klaimnya. Dina mengatakan, dampak pandemi Covid-19 sangat besar. Penghasilan masyarakat berkurang signifikan. Sehingga mereka memilih obyek wisata yang gratis dan tidak ada retribusi.

Baca Juga :  SMAN Pelosok dan Kota Bersaing

Dari pantauannya sementara, tutur dia, obyek wisata yang memberlakukan tiket masih sepi. Sementara wisata yang gratis mulai ada pengunjung. Namun, Dina meminta pengelola tetap menerapkan physical dan social distancing antarpengunjung.

Minimal mengatur jadwal pengunjung berdasarkan sif kalau memang membeludak. Dia mengklaim kunjungan wisata rata-rata masih lokalan. Yakni, warga setempat dan desa sekitar yang mulai jenuh di rumah. Kalau pengunjung luar kota, belum terlalu signifikan. Kecuali untuk kepentingan ziarah. “Kesadaran masyarakat sudah tinggi jadi mereka menghindari kerumunan,” katanya.

Radar Lamongan – Obyek wisata di Lamongan mulai dibuka bertahap sejak Juni. Pertengahan bulan ini semua obyek wisata sudah melaporkan dibuka. “Kita sudah dapat laporan kalau semua obyek wisata sudah buka seperti semula dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan yang benar,” ujar Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan Erdiana Renawati.

Evaluasi sementara, lanjut dia, obyek wisata yang buka lebih dulu sudah menyiapkan tempat cuci tangan portable, menyebar banner bertuliskan penggunaan masker dan memberikan batasan antarpengunjung. Selain itu, jumlah pengunjung juga terus dievaluasi maksimal 75 persen dari kapasitas.

“Sekarang pengunjungnya belum seberapa karena masyarakat masih mencari obyek wisata yang tidak ada retribusi,” klaimnya. Dina mengatakan, dampak pandemi Covid-19 sangat besar. Penghasilan masyarakat berkurang signifikan. Sehingga mereka memilih obyek wisata yang gratis dan tidak ada retribusi.

Baca Juga :  Masih Terkendala Status Bangunan

Dari pantauannya sementara, tutur dia, obyek wisata yang memberlakukan tiket masih sepi. Sementara wisata yang gratis mulai ada pengunjung. Namun, Dina meminta pengelola tetap menerapkan physical dan social distancing antarpengunjung.

Minimal mengatur jadwal pengunjung berdasarkan sif kalau memang membeludak. Dia mengklaim kunjungan wisata rata-rata masih lokalan. Yakni, warga setempat dan desa sekitar yang mulai jenuh di rumah. Kalau pengunjung luar kota, belum terlalu signifikan. Kecuali untuk kepentingan ziarah. “Kesadaran masyarakat sudah tinggi jadi mereka menghindari kerumunan,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/