alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Kabupaten Lamongan Kembali Meraih penghargaan KLA

MALAM penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2019 diselenggarakan tepat pada Hari Anak Nasional di Makassar. Sebelum acara malam penghargaan, Lapangan Karabosi Makassar menjadi saksi kegiatan Hari Anak Nasional yang dihadiri ribuan anak. Bahkan Lamongan turut mengirimkan satu perwakilan delegasi dalam forum tersebut.

Penganugerahan Kabupaten Lamongan sebagai KLA tingkat Madya diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana S. Yembise. Penghargaan ini sudah ke tiga kalinya sejak tahun 2017 dengan kategori  pratama,  2018 dengan kategori Madya dan 2019 dengan kategori Madya. Ada lima kategori penghargaan KLA, yaitu mulai dari peringkat bawah Pratama, Madya, Nindya, Utama dan Kota Layak Anak (KLA),

Baca Juga :  Siswi SMP Korban Pencabulan Diskors Tiga Minggu

Menteri PPPA Yohana S. Yembise dalam sambutannya menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 pasal 21 ayat 4 dan 5, mendorong Pemerintah Daerah bertanggung jawab mendukung Pemerintah pusat dalam perlindungan terhadap anak.

Sementara Ketua Tim Evaluasi Penghargaan KLA 2019, Lenny Rosalin selaku Deputi Tumbuh kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan, Penghargaan kabupaten/kota KLA tahun 2019 merupakan bentuk apresiasi bagi Daerah yang berkomitmen dalam upaya-upaya konkrit pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Penghargaan KLA diawali dengan proses evaluasi secara komprehensif yang dilakukan oleh tim independen dan juga melibatkan Kementerian/Lembaga melalui 4 tahapan proses evaluasi, antara lain, penilaian mandiri yang dilakukan oleh masing – masing daerah, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan dan verifikasi final.

Baca Juga :  Rencana Kerja Berbasis Kinerja: Untuk Membangun Tuban Lebih Maju

Bupati Lamongan, H. Fadeli, mengucapkan rasa syukur atas prestasi tersebut. Kerja keras seluruh sektor ini harus ditingkatkan. Salah satunya dengan penyempuranaan kegiatan pendukung KLA. Misalnya menyediakan lebih banyak fasilitas layanan publik ramah anak. Sekolah ramah anak, membuat road map menuju kota layak anak. Dan menyelesaikan pembangunan rumah aman bagi korban yang butuh pendampingan. “Meski kita berada di level menengah, tapi jangan berpuas dan terus menyempurnakan layanan,” terangnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lamongan, Drg. Fida Nuraida.,M.Kes menuturkan, dalam mewujudkan KLA menjadi tugas semua instansi terkait. Bukan hanya tugas Dinas PPPA saja tapi semua lintas sektor. Supaya kedepan Kabupaten Lamongan bisa naik satu tingkat dari Madya ke Nindya.

MALAM penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2019 diselenggarakan tepat pada Hari Anak Nasional di Makassar. Sebelum acara malam penghargaan, Lapangan Karabosi Makassar menjadi saksi kegiatan Hari Anak Nasional yang dihadiri ribuan anak. Bahkan Lamongan turut mengirimkan satu perwakilan delegasi dalam forum tersebut.

Penganugerahan Kabupaten Lamongan sebagai KLA tingkat Madya diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana S. Yembise. Penghargaan ini sudah ke tiga kalinya sejak tahun 2017 dengan kategori  pratama,  2018 dengan kategori Madya dan 2019 dengan kategori Madya. Ada lima kategori penghargaan KLA, yaitu mulai dari peringkat bawah Pratama, Madya, Nindya, Utama dan Kota Layak Anak (KLA),

Baca Juga :  Deklarasi Sekolah Ramah Anak, Ajak Cintai Lingkungan

Menteri PPPA Yohana S. Yembise dalam sambutannya menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 pasal 21 ayat 4 dan 5, mendorong Pemerintah Daerah bertanggung jawab mendukung Pemerintah pusat dalam perlindungan terhadap anak.

Sementara Ketua Tim Evaluasi Penghargaan KLA 2019, Lenny Rosalin selaku Deputi Tumbuh kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan, Penghargaan kabupaten/kota KLA tahun 2019 merupakan bentuk apresiasi bagi Daerah yang berkomitmen dalam upaya-upaya konkrit pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Penghargaan KLA diawali dengan proses evaluasi secara komprehensif yang dilakukan oleh tim independen dan juga melibatkan Kementerian/Lembaga melalui 4 tahapan proses evaluasi, antara lain, penilaian mandiri yang dilakukan oleh masing – masing daerah, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan dan verifikasi final.

Baca Juga :  Tergiur Mobil Murah di Medsos, Rp 52 Juta Amblas¬†¬†

Bupati Lamongan, H. Fadeli, mengucapkan rasa syukur atas prestasi tersebut. Kerja keras seluruh sektor ini harus ditingkatkan. Salah satunya dengan penyempuranaan kegiatan pendukung KLA. Misalnya menyediakan lebih banyak fasilitas layanan publik ramah anak. Sekolah ramah anak, membuat road map menuju kota layak anak. Dan menyelesaikan pembangunan rumah aman bagi korban yang butuh pendampingan. “Meski kita berada di level menengah, tapi jangan berpuas dan terus menyempurnakan layanan,” terangnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lamongan, Drg. Fida Nuraida.,M.Kes menuturkan, dalam mewujudkan KLA menjadi tugas semua instansi terkait. Bukan hanya tugas Dinas PPPA saja tapi semua lintas sektor. Supaya kedepan Kabupaten Lamongan bisa naik satu tingkat dari Madya ke Nindya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/