alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Kondisi Dedy Belum Membaik, ini Yang Disarankan oleh Dokter

TUBAN – Dua hari mendapat perawatan kemoterapi, kondisi Dedy Setya Pambudi belum juga membaik. Penderita tumor ganas yang tinggal di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding itu masih terkulai lemas tak berdaya. 

Libun, ayah Dedy mengatakan, setelah kemoterapi, putranya itu disarankan untuk menjalani  pengobatan radioterapi. Pengobatan dengan menggunakan sinar X-ray itu sebagai upaya tambahan agar menekan pertumbuhan sel kanker. Menurut dia, sebulan, kemoterapi dijadwalkan selama satu minggu. Selebihnya dijadwalkan radioterapi. Penyinaran ini diharapkan lebih bermanfaat untuk mengobati sel kanker yang tumbuh di saluran pernapasan. Terlebih, titik sel kanker lokasinya dekat dengan saraf yang rawan.

Pria yang bekerja sebagai karyawan toko spare part itu mengatakan, Dedy kini dirawat di kamar 6 ruang Terate lantai II RSUD dr. Sutomo, Surabaya. Selama pengobatan, Dedy terlihat bersemangat. Sarjana pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) Unirow Tuban itu beberapa kali bilang ke ayahnya kalau dirinya ingin sembuh dan kembali bekerja. ‘’Dedy semangat ingin sembuh. Dia terlihat sadar selama pengobatan dan tidak kesakitan,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Zakat Sebagai Basis Perwujudan Keadilan Sosial

Sementara itu, bantuan untuk Dedy mulai mengalir. Kemarin (28/7) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tuban memberi bantuan untuk keluarga Dedy. Bantuan diterima Sundari, ibu Dedy di rumahnya Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding. Selain dana, Baznas juga mengganti biaya obat di luar yang ditanggung asuransi pemerintah. ‘’Semoga bantuan yang disalurkan Baznas bisa meringankan beban Dedy dan keluarga,’’ tutur Sekretaris Baznas Tuban Sudarmaji.

Diberitakan sebelumnya, Dedy, penderita tumor di kepala itu kondisinya terus drop. Pengobatan di RSUD dr. R. Koesma dan rumah sakit di Surabaya tak membuat kondisinya membaik. Tubuh sarjana PGSD Unirow Tuban itu kian menyusut. Kurus. Sejak divonis mengidap tumor ganas, dia kesulitan bernapas. Kondisi penglihatannya juga mulai kabur. Dia juga tidak bisa mengunyah dan halus mengonsumsi makanan yang lembek seperti bubur dan jus buah.

Baca Juga :  Dipicu Hutan Gundul, Jembatan Penghubung Desa Ambrol 

TUBAN – Dua hari mendapat perawatan kemoterapi, kondisi Dedy Setya Pambudi belum juga membaik. Penderita tumor ganas yang tinggal di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding itu masih terkulai lemas tak berdaya. 

Libun, ayah Dedy mengatakan, setelah kemoterapi, putranya itu disarankan untuk menjalani  pengobatan radioterapi. Pengobatan dengan menggunakan sinar X-ray itu sebagai upaya tambahan agar menekan pertumbuhan sel kanker. Menurut dia, sebulan, kemoterapi dijadwalkan selama satu minggu. Selebihnya dijadwalkan radioterapi. Penyinaran ini diharapkan lebih bermanfaat untuk mengobati sel kanker yang tumbuh di saluran pernapasan. Terlebih, titik sel kanker lokasinya dekat dengan saraf yang rawan.

Pria yang bekerja sebagai karyawan toko spare part itu mengatakan, Dedy kini dirawat di kamar 6 ruang Terate lantai II RSUD dr. Sutomo, Surabaya. Selama pengobatan, Dedy terlihat bersemangat. Sarjana pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) Unirow Tuban itu beberapa kali bilang ke ayahnya kalau dirinya ingin sembuh dan kembali bekerja. ‘’Dedy semangat ingin sembuh. Dia terlihat sadar selama pengobatan dan tidak kesakitan,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Lamongan Siap Fungsikan RS Darurat Covid-19

Sementara itu, bantuan untuk Dedy mulai mengalir. Kemarin (28/7) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tuban memberi bantuan untuk keluarga Dedy. Bantuan diterima Sundari, ibu Dedy di rumahnya Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding. Selain dana, Baznas juga mengganti biaya obat di luar yang ditanggung asuransi pemerintah. ‘’Semoga bantuan yang disalurkan Baznas bisa meringankan beban Dedy dan keluarga,’’ tutur Sekretaris Baznas Tuban Sudarmaji.

Diberitakan sebelumnya, Dedy, penderita tumor di kepala itu kondisinya terus drop. Pengobatan di RSUD dr. R. Koesma dan rumah sakit di Surabaya tak membuat kondisinya membaik. Tubuh sarjana PGSD Unirow Tuban itu kian menyusut. Kurus. Sejak divonis mengidap tumor ganas, dia kesulitan bernapas. Kondisi penglihatannya juga mulai kabur. Dia juga tidak bisa mengunyah dan halus mengonsumsi makanan yang lembek seperti bubur dan jus buah.

Baca Juga :  Bupati, Wabup, Sekda, Kakan Kemenag, Perbankan, Berzakat di Baznas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/