alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Kendalikan Penurunan Produksi

KOTA – Sejak beberapa waktu terakhir, ada pemandangan baru di lokasi Pad A di lapangan migas yang dikelola Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ).

Di lokasi itu nampak berdiri rig baru. Banyak pertanyaan yang muncul dengan berdirinya rig tersebut, karena biasanya alat tersebut dibangun untuk memulai pemboran. ’’Itu rig servis bukan rig pengeboran,’’ ujar  Field Admin Superintendant JOB PPEJ Akbar Pradima kemarin (28/7).

Karena rig servis, maka yang dilakukan untuk servis, bukan untuk pengeboran sumur. Service tersebut dilakukan untuk perawatan rutin terhadap sumur yangb dikelola.

‘’Hanya perawatan sumur rutin, agar penurunan produksi bisa terkendali,’’ katanya.

Sementara, Kepala Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali Masyhar saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan.

Baca Juga :  Nominal CSR Migas Dianggap Terlalu Kecil

’’Maaf saya masih rapat,’’ jawabnya.

Sekadar diketahui, lapangan yang dikelola JOB PPEJ tersebut masuk di lapangan migas Blok Tuban yang kontraknya habis Februari 2018 nanti. Pengelolaan bakal dialihkan ke PT Pertamina.

Namun, belum dipastikan perusahaan yang mana dari perusahaan minyak plat merah itu yang akan menjadi operator. Hanya, kabar yang sudah tersiar operator lapangan akan dilakukan oleh PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) dan Pertamia Hulu Energi (PHE).

KOTA – Sejak beberapa waktu terakhir, ada pemandangan baru di lokasi Pad A di lapangan migas yang dikelola Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ).

Di lokasi itu nampak berdiri rig baru. Banyak pertanyaan yang muncul dengan berdirinya rig tersebut, karena biasanya alat tersebut dibangun untuk memulai pemboran. ’’Itu rig servis bukan rig pengeboran,’’ ujar  Field Admin Superintendant JOB PPEJ Akbar Pradima kemarin (28/7).

Karena rig servis, maka yang dilakukan untuk servis, bukan untuk pengeboran sumur. Service tersebut dilakukan untuk perawatan rutin terhadap sumur yangb dikelola.

‘’Hanya perawatan sumur rutin, agar penurunan produksi bisa terkendali,’’ katanya.

Sementara, Kepala Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali Masyhar saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan.

Baca Juga :  10 Nakes Gugur Karena Covid-19

’’Maaf saya masih rapat,’’ jawabnya.

Sekadar diketahui, lapangan yang dikelola JOB PPEJ tersebut masuk di lapangan migas Blok Tuban yang kontraknya habis Februari 2018 nanti. Pengelolaan bakal dialihkan ke PT Pertamina.

Namun, belum dipastikan perusahaan yang mana dari perusahaan minyak plat merah itu yang akan menjadi operator. Hanya, kabar yang sudah tersiar operator lapangan akan dilakukan oleh PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) dan Pertamia Hulu Energi (PHE).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/