alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Ditemukan Lima Kejanggalan Menyolok

- Advertisement -

TUBAN – Tidak hanya mencoreng dunia pendidikan. Kasus dugaan pemalsuan piagam olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tersebut juga mencemarkan nama dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda, dan olahraga (disparbudpora) setempat.

Selaku penyelenggara O2SN tahun 2017, organisasi perangkat daerah (OPD) di Jalan Manunggal tersebut juga dirugikan karena dipalsukannya tanda tangan Kepala Disparbudpora Tuban Sulistyadi.

Entah, dengan cara di-scan atau ditandatangani ulang, surat yang dipalsukan tersebut sangat mirip dengan aslinya. Siapa pun yang melihat pasti terkecoh. Jawa Pos Radar Tuban yang mencoba mengklarifikasi kepada OPD yang bersangkutan menemukan sejumlah kejanggalan pada piagam palsu tersebut. Setelah dikroscek, Kabid Olahraga Dispabudpora Tuban Zainal Maftuhien didampingi kasi olahraga tradisional Purwanto mengkonfirmasi piagam tersebut palsu dan ditemukan lima kejanggalan.

Kejanggalan pertama, O2SN tidak pernah menerbitkan sertifikat atau piagam cabang olahraga (cabor) bernama lari 200 meter dan lompat jauh seperti yang tertulis. Dua cabor tersebut dipertandingkan dalam kejuaraan Kids Atletics. Kedua, pada penghargaan palsu tersebut tertulis dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) bukan disparbudpora. ‘’Dari dua hal ini saja sudah tahu kalau itu memang palsu,’’ tegas Zaenal.

Baca Juga :  Tuban dan Tambakboyo Paling Beruntung

Kejanggalan lain, pada nomor surat dan tanggal penerbitan piagam palsu tertulis dengan font komputer atau diketik. Sementara yang asli menggunakan tulisan tangan. Yang terakhir, tidak pernah ada arsip legalisir di bidang olahraga atas nama yang tertera pada piagam tersebut.  ‘’Saya merasa tidak pernah melegalisir piagam itu. Begitu pula ketika saya cek ternyata tidak ada arsipnya,’’ tandas mantan kepala SMPN 6 Tuban itu.

- Advertisement -

Zaenal menegaskan, pihaknya yang merasa dirugikan siap menempuh jalur hukum jika diperlukan. Namun, sejauh ini institusinya tidak ingin mengambil langkah prematur. Sebab, ketika sertifikat kejuaraan tersebut diterbitkan, dirinya belum menjabat kabid olahraga disparbudpora.

Sehingga, dia masih berkoordinasi dengan mantan kabid dan kasi olahraga sebelumnya. ‘’Saya akan koordinasi terlebih dahulu untuk menentukan langkah lebih lanjut,’’ ujar sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban itu.

Baca Juga :  Belum Ada Paket Wisata

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disparbudpora Tuban Sulistyadi justru menanggapi kasus tersebut lebih santai. Dia menyadari betul kalau tanda tangan dirinya dipalsukan dan institusinya dilecehkan dengan piagam abal-abal tersebut. Hanya saja, dia enggan melanjutkan perkara tersebut ke ranah hukum. ‘’Yang jelas disparbudpora tidak pernah menerbitkan piagam yang jadi masalah tersebut. Tapi saya tidak ingin ini diperpanjang (hingga ke polisi),’’ tutur dia.

Indikasi pemalsuan tersebut diperkuat dengan data juara O2SN 2017 dari disparbudpora. Pejabat yang akrab disapa Didit itu memaparkan, pada cabor Kids Athletic wanita kategori SD, juara 1 adalah Dinda Wahyu (Plumpang), juara 2 Dwi Setya (Semanding) dan juara 3 Endah Febrianti (Bangilan). Ketiganya bukan dari Tuban seperti yang tercantum pada piagam abal-abal tersebut. ‘’Kami akan menyelidiki keabsahan piagam tersebut dan akan menyerahkan ke pihak yang berwenang,’’ jelasnya.

TUBAN – Tidak hanya mencoreng dunia pendidikan. Kasus dugaan pemalsuan piagam olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tersebut juga mencemarkan nama dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda, dan olahraga (disparbudpora) setempat.

Selaku penyelenggara O2SN tahun 2017, organisasi perangkat daerah (OPD) di Jalan Manunggal tersebut juga dirugikan karena dipalsukannya tanda tangan Kepala Disparbudpora Tuban Sulistyadi.

Entah, dengan cara di-scan atau ditandatangani ulang, surat yang dipalsukan tersebut sangat mirip dengan aslinya. Siapa pun yang melihat pasti terkecoh. Jawa Pos Radar Tuban yang mencoba mengklarifikasi kepada OPD yang bersangkutan menemukan sejumlah kejanggalan pada piagam palsu tersebut. Setelah dikroscek, Kabid Olahraga Dispabudpora Tuban Zainal Maftuhien didampingi kasi olahraga tradisional Purwanto mengkonfirmasi piagam tersebut palsu dan ditemukan lima kejanggalan.

Kejanggalan pertama, O2SN tidak pernah menerbitkan sertifikat atau piagam cabang olahraga (cabor) bernama lari 200 meter dan lompat jauh seperti yang tertulis. Dua cabor tersebut dipertandingkan dalam kejuaraan Kids Atletics. Kedua, pada penghargaan palsu tersebut tertulis dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) bukan disparbudpora. ‘’Dari dua hal ini saja sudah tahu kalau itu memang palsu,’’ tegas Zaenal.

Baca Juga :  57 Pendaftar Berebut Lima Jabatan KPUK

Kejanggalan lain, pada nomor surat dan tanggal penerbitan piagam palsu tertulis dengan font komputer atau diketik. Sementara yang asli menggunakan tulisan tangan. Yang terakhir, tidak pernah ada arsip legalisir di bidang olahraga atas nama yang tertera pada piagam tersebut.  ‘’Saya merasa tidak pernah melegalisir piagam itu. Begitu pula ketika saya cek ternyata tidak ada arsipnya,’’ tandas mantan kepala SMPN 6 Tuban itu.

- Advertisement -

Zaenal menegaskan, pihaknya yang merasa dirugikan siap menempuh jalur hukum jika diperlukan. Namun, sejauh ini institusinya tidak ingin mengambil langkah prematur. Sebab, ketika sertifikat kejuaraan tersebut diterbitkan, dirinya belum menjabat kabid olahraga disparbudpora.

Sehingga, dia masih berkoordinasi dengan mantan kabid dan kasi olahraga sebelumnya. ‘’Saya akan koordinasi terlebih dahulu untuk menentukan langkah lebih lanjut,’’ ujar sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban itu.

Baca Juga :  Mas Bupati Melepas Rindu dengan Guru

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disparbudpora Tuban Sulistyadi justru menanggapi kasus tersebut lebih santai. Dia menyadari betul kalau tanda tangan dirinya dipalsukan dan institusinya dilecehkan dengan piagam abal-abal tersebut. Hanya saja, dia enggan melanjutkan perkara tersebut ke ranah hukum. ‘’Yang jelas disparbudpora tidak pernah menerbitkan piagam yang jadi masalah tersebut. Tapi saya tidak ingin ini diperpanjang (hingga ke polisi),’’ tutur dia.

Indikasi pemalsuan tersebut diperkuat dengan data juara O2SN 2017 dari disparbudpora. Pejabat yang akrab disapa Didit itu memaparkan, pada cabor Kids Athletic wanita kategori SD, juara 1 adalah Dinda Wahyu (Plumpang), juara 2 Dwi Setya (Semanding) dan juara 3 Endah Febrianti (Bangilan). Ketiganya bukan dari Tuban seperti yang tercantum pada piagam abal-abal tersebut. ‘’Kami akan menyelidiki keabsahan piagam tersebut dan akan menyerahkan ke pihak yang berwenang,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/