alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Masih Percaya Mitos Gigi Berlubang Dimakan Ulat?

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mitos-mitos tidak benar terkait sakit gigi dan gigi berlubang ternyata cukup beragam di masyarakat. Bahkan, mitos itu juga tertanam usai Lebaran ini karena usai berpuasa terus makan-makanan panas dan minuman dingin.

Thomas Djaja salah satu dokter spesialis gigi membenarkan ada beragam mitos masyarakat terkait sakit gigi. Seperti mitos ada yang bilang penyebab gigi berlubang akibat makan makanan panas dan minum minuman dingin dengan rentang waktu dekat. Misalnya, makan bakso didampingi es teh. 

Thomas mengatakan mitos itu tak sepenuhnya benar. Sebab, suhu di mulut selalu stabil di suhu sekitar 36 derajat. Sedangkan suhu makanan panas tidak mungkin suhu mendidih. Dan minuman dingin bersuhu hingga titik beku.

Karena penyebab utama gigi berlubang ialah sisa-sisa makanan yang ada di gigi dan mulut. Selama sisa-sisa makanan itu tidak dibersihkan dengan sikat gigi, sisa makanan tersebut menjadi asam dengan jutaan bakteri. Sehingga memicu gigi bisa berlubang. Timbunan asam itu juga membuat plak pada gigi. Sehingga warna gigi menjadi kuning, cokelat, atau hitam.

Baca Juga :  Baru Selesaikan 5 Raperda, DPRD Sibuk Kunjungan, Hearing, & Paripurna

Mitos lain sering beredar ialah mencabut gigi bagian atas bisa mengakibatkan saraf mata rusak. Padahal, menurut Thomas, selama tindakan pencabutan gigi dilakukan secara profesional oleh dokter gigi, kerusakan saraf mata tidak akan terjadi. Kecuali kalau pencabutan gigi dilakukan secara sembarangan, tentu berpotensi merusak saraf mata.

Tridharma Kurniawan dokter gigi lainnya menambahkan, ada mitos juga gigi berlubang akibat dimakan ulat. Tentu hal tersebut salah. Sebab, pemicu gigi berlubang ialah sisa makanan berubah menjadi asam. 

Dharma, sapaan akrabnya mengungkapkan, bahwa masyarakat kerap lari ke obat pereda nyeri ketika terserang sakit gigi. Padahal jelas-jelas tidak ada obat khusus menyembuhkan sakit gigi. Sifatnya obat tersebut hanya meredakan nyeri sementara. Seharusnya, pergi ke dokter gigi dan mendapatkan perawatan yang tepat.

“Karena kalau sering minum obat pereda nyeri tentu efeknya tidak baik bagi tubuh. Bisa menyerang fungsi ginjal,” terangnya.

Baca Juga :  Awasi Ketat Pengerjaan InfrastrukturĀ 

Adapun mitos semasa kecil, ketika masih gigi susu yaitu ketika gigi bagian atas copot wajib dibuang ke bawah. Sedangkan kalau gigi bagian bawah copot wajib dibuang ke atas. Mitos ritual itu dipercaya agar mempercepat pertumbuhan gigi. Faktanya, secara alamiah ketika anak belum berusia enam tahun memang fasenya gigi susu copot. 

“Jadi ketika usia enam tahun itu gigi susu yang tanggal akan digantikan oleh gigi tetap. Setelah anak memiliki gigi tetap, para orang tua harus ajarkan anak untuk lebih disiplin dalam merawat giginya sehingga terhindar dari kerusakan gigi,” bebernya.

Tidak sehatnya gigi bukan hanya mengakibatkan nyeri. Tapi juga bau mulut. Jadi, bau mulut bisa teratasi dengan obat kumur itu hanyalah mitos. Karena bau mulut sifatnya hanya sementara. Bau mulut perlu perawatan gigi. Apabila gigi sudah sehat tapi tetap bau mulut, berarti ada yang bermasalah di sistem pencernaan.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mitos-mitos tidak benar terkait sakit gigi dan gigi berlubang ternyata cukup beragam di masyarakat. Bahkan, mitos itu juga tertanam usai Lebaran ini karena usai berpuasa terus makan-makanan panas dan minuman dingin.

Thomas Djaja salah satu dokter spesialis gigi membenarkan ada beragam mitos masyarakat terkait sakit gigi. Seperti mitos ada yang bilang penyebab gigi berlubang akibat makan makanan panas dan minum minuman dingin dengan rentang waktu dekat. Misalnya, makan bakso didampingi es teh. 

Thomas mengatakan mitos itu tak sepenuhnya benar. Sebab, suhu di mulut selalu stabil di suhu sekitar 36 derajat. Sedangkan suhu makanan panas tidak mungkin suhu mendidih. Dan minuman dingin bersuhu hingga titik beku.

Karena penyebab utama gigi berlubang ialah sisa-sisa makanan yang ada di gigi dan mulut. Selama sisa-sisa makanan itu tidak dibersihkan dengan sikat gigi, sisa makanan tersebut menjadi asam dengan jutaan bakteri. Sehingga memicu gigi bisa berlubang. Timbunan asam itu juga membuat plak pada gigi. Sehingga warna gigi menjadi kuning, cokelat, atau hitam.

Baca Juga :  Kades Glondonggede Dituntut 2,5 Tahun

Mitos lain sering beredar ialah mencabut gigi bagian atas bisa mengakibatkan saraf mata rusak. Padahal, menurut Thomas, selama tindakan pencabutan gigi dilakukan secara profesional oleh dokter gigi, kerusakan saraf mata tidak akan terjadi. Kecuali kalau pencabutan gigi dilakukan secara sembarangan, tentu berpotensi merusak saraf mata.

Tridharma Kurniawan dokter gigi lainnya menambahkan, ada mitos juga gigi berlubang akibat dimakan ulat. Tentu hal tersebut salah. Sebab, pemicu gigi berlubang ialah sisa makanan berubah menjadi asam. 

Dharma, sapaan akrabnya mengungkapkan, bahwa masyarakat kerap lari ke obat pereda nyeri ketika terserang sakit gigi. Padahal jelas-jelas tidak ada obat khusus menyembuhkan sakit gigi. Sifatnya obat tersebut hanya meredakan nyeri sementara. Seharusnya, pergi ke dokter gigi dan mendapatkan perawatan yang tepat.

“Karena kalau sering minum obat pereda nyeri tentu efeknya tidak baik bagi tubuh. Bisa menyerang fungsi ginjal,” terangnya.

Baca Juga :  Hasil ANBK Diperkirakan Keluar Maret

Adapun mitos semasa kecil, ketika masih gigi susu yaitu ketika gigi bagian atas copot wajib dibuang ke bawah. Sedangkan kalau gigi bagian bawah copot wajib dibuang ke atas. Mitos ritual itu dipercaya agar mempercepat pertumbuhan gigi. Faktanya, secara alamiah ketika anak belum berusia enam tahun memang fasenya gigi susu copot. 

“Jadi ketika usia enam tahun itu gigi susu yang tanggal akan digantikan oleh gigi tetap. Setelah anak memiliki gigi tetap, para orang tua harus ajarkan anak untuk lebih disiplin dalam merawat giginya sehingga terhindar dari kerusakan gigi,” bebernya.

Tidak sehatnya gigi bukan hanya mengakibatkan nyeri. Tapi juga bau mulut. Jadi, bau mulut bisa teratasi dengan obat kumur itu hanyalah mitos. Karena bau mulut sifatnya hanya sementara. Bau mulut perlu perawatan gigi. Apabila gigi sudah sehat tapi tetap bau mulut, berarti ada yang bermasalah di sistem pencernaan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/