alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Waspada Daging Gelonggongan

BOJONEGORO – Jelang Lebaran, masyarakat perlu mewaspadai adanya peredaran daging sapi gelonggongan (daging yang dijual setelah melalui proses yang tak wajar). Namun, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro mengklaim bahwa daging sapi yang dijual pedagang di Pasar Bojonegoro dipastikan layak dikonsumsi. Sebab, telah dilakukan pemeriksaan secara berkala. “Dari pemeriksaan fisik, daging sapi yang dijual layak dikonsumsi.

Tidak ada daging gelonggongan. Ikan-ikan juga segar, tanpa bahan pengawet atau formalin,” ujar Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Catur Rahayu. Dikatakan, guna mengantisipasi daging sapi gelonggongan, konsumen dapat membedakannya dengan daging sapi normal, yaitu permukaan daging selalu basah sampai ke serat-seratnya. Sementara, daging sapi normal hanya nampak lembab tapi tidak basah. 

Karena itu, satu per satu daging sapi, daging ayam, dan ikan yang dijual pedagang di Pasar Bojonegoro diupayakan diperiksa oleh petugas. Pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2018, melainkan secara periodik setiap tahun. “Pemeriksaan secara periodik itu untuk memastikan daging hewan dan ikan yang dijual aman dikonsumsi,” katanya. 

Pihak Disnakkan Bojonegoro juga telah melakukan pemeriksaan empat rumah potong hewan (RPH). Di antaranya RPH Bojonegoro, Sumberrejo, Baureno, dan Padangan. “Kami pastikan di seluruh RPH tidak ada daging gelonggongan, sebab di RPH telah resmi ada dokter hewan, juru sembelih, mantri, juru daging, dan petugas kebersihan,” ujarnya. 

Baca Juga :  Kuota Tak Sesuai Kebutuhan, Elpiji 3 Kg Berpotensi Alami Kelangkaan

Sementara itu, stok daging di Bojonegoro selalu surplus. Sebab, kebutuhan Bojonegoro tiap tahunnya 3.634 ton, sedangkan populasi sapi potong dalam setahun ditaksir sebesar 7.727 ton atau setara 316.034 ekor sapi. “Tahun ini saja, Bojonegoro diperkirakan surplus sekitar 4.092 ton atau setara 167.362 ekor sapi,” tuturnya. Pantauan harga pun stabil, yakni Rp 100 ribu per kilogram. “Apabila ada kenaikan mungkin hanya 10 persen, karena wajar pemintaan tinggi,” jelasnya. Adapun stok daging ayam juga surplus sekitar 7.792 ton. “Daging ayam kebutuhan 6.978 ton per tahun, sedangkan ketersediannya mencapai 14.770 ton,” ujarnya.

Terpisah, ketika berkunjung di Pasar Tradisional Bojonegoro, salah satu pedagang daging sapi, Marni mengatakan bahwa harga daging sapi terpantau stabil di angka Rp 100 ribu per kilogram. Permintaan selama Ramadan biasanya tidak terlalu banyak. “Prediksi seperti tahun-tahun lalu, harga daging akan mulai naik ketika mendekati Lebaran, biasanya naik sekitar 30 persen,” terangnya. 

Terpisah, untuk memastikan ketersediaan pangan dan keamanan pangan kondusif, Pemkab Bojonegoro lakukan sidak pasar secara besar-besaran. Meski waktu sidak masih dirahasiakan, pemkab menegaskan bakal melakukannya dalam waktu dekat. Selain memastikan ketersediaan, sidak tersebut juga ditujukan untuk menjaga stabilitas harga. 

“Ketersediaan, harga, dan keamanan pangan. Itu menjadi titik fokus kita,” kata Kepala Bidang Ketersediaan dan Kewaspadaan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Bojonegoro Moch. Rudianto senin (28/5). 

Baca Juga :  Bertengkar dengan Istri, Cabuli Bocah SD

Rudi mengatakan, istilah lebih tepatnya bukan sidak, melainkan pemantauan. Nah, pemantauan itu, menurutnya, dilakukan tidak hanya di pasar dalam kota saja. Melainkan juga sejumlah pasar terdapat di kecamatan-kecamatan.  Sebab, potensi kurangnya ketersediaan pangan tentu tidak hanya terjadi di kota besar saja. 

Menurut Rudi, dalam pantauan keamanan dan ketersediaan pangan ini, dinasnya tidak sendirian. Namun bersama dengan tim pengendali inflasi daerah dan satgas pangan polres. Meliputi bagian perekonomian, dinas peternakan, Bulog, dinkes, dinas perdagangan, satpol PP, kodim, hingga polres. Aksi pemantauan tersebut, untuk menjaga stabilitas harga.

Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro Rahmat Junaidi membenarkan adanya rencana pemantauan secara langsung  tersebut. Hanya, masih enggan membeber kapan kepastian melakukan pemantauan itu. Itu dinilai penting karena bisa memberi gambaran kondisi secara detail. Meski, dia mengaku, saat ini kondisi harga pangan masih sangat stabil.

“Jika sampai ada gejolak (harga atau kelangkaan), bakal dilakukan operasi pasar,” ucapnya. 

Dia menambahkan jika giat pemantauan langsung ini, diharap mampu memberi gambaran riil pada kebutuhan pasar. Sehingga, kalaupun ada potensi masalah, bisa diredam jauh-jauh hari. Sejumlah masalah seperti lonjakan harga dan kelangkaan barang menjadi masalah lama yang tetap berpotensi terjadi. Karena itu, imbuhnya, pemkab melakukan pemantauan secara langsung atau sidak pada pekan ini. 

BOJONEGORO – Jelang Lebaran, masyarakat perlu mewaspadai adanya peredaran daging sapi gelonggongan (daging yang dijual setelah melalui proses yang tak wajar). Namun, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro mengklaim bahwa daging sapi yang dijual pedagang di Pasar Bojonegoro dipastikan layak dikonsumsi. Sebab, telah dilakukan pemeriksaan secara berkala. “Dari pemeriksaan fisik, daging sapi yang dijual layak dikonsumsi.

Tidak ada daging gelonggongan. Ikan-ikan juga segar, tanpa bahan pengawet atau formalin,” ujar Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Catur Rahayu. Dikatakan, guna mengantisipasi daging sapi gelonggongan, konsumen dapat membedakannya dengan daging sapi normal, yaitu permukaan daging selalu basah sampai ke serat-seratnya. Sementara, daging sapi normal hanya nampak lembab tapi tidak basah. 

Karena itu, satu per satu daging sapi, daging ayam, dan ikan yang dijual pedagang di Pasar Bojonegoro diupayakan diperiksa oleh petugas. Pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2018, melainkan secara periodik setiap tahun. “Pemeriksaan secara periodik itu untuk memastikan daging hewan dan ikan yang dijual aman dikonsumsi,” katanya. 

Pihak Disnakkan Bojonegoro juga telah melakukan pemeriksaan empat rumah potong hewan (RPH). Di antaranya RPH Bojonegoro, Sumberrejo, Baureno, dan Padangan. “Kami pastikan di seluruh RPH tidak ada daging gelonggongan, sebab di RPH telah resmi ada dokter hewan, juru sembelih, mantri, juru daging, dan petugas kebersihan,” ujarnya. 

Baca Juga :  Bertengkar dengan Istri, Cabuli Bocah SD

Sementara itu, stok daging di Bojonegoro selalu surplus. Sebab, kebutuhan Bojonegoro tiap tahunnya 3.634 ton, sedangkan populasi sapi potong dalam setahun ditaksir sebesar 7.727 ton atau setara 316.034 ekor sapi. “Tahun ini saja, Bojonegoro diperkirakan surplus sekitar 4.092 ton atau setara 167.362 ekor sapi,” tuturnya. Pantauan harga pun stabil, yakni Rp 100 ribu per kilogram. “Apabila ada kenaikan mungkin hanya 10 persen, karena wajar pemintaan tinggi,” jelasnya. Adapun stok daging ayam juga surplus sekitar 7.792 ton. “Daging ayam kebutuhan 6.978 ton per tahun, sedangkan ketersediannya mencapai 14.770 ton,” ujarnya.

Terpisah, ketika berkunjung di Pasar Tradisional Bojonegoro, salah satu pedagang daging sapi, Marni mengatakan bahwa harga daging sapi terpantau stabil di angka Rp 100 ribu per kilogram. Permintaan selama Ramadan biasanya tidak terlalu banyak. “Prediksi seperti tahun-tahun lalu, harga daging akan mulai naik ketika mendekati Lebaran, biasanya naik sekitar 30 persen,” terangnya. 

Terpisah, untuk memastikan ketersediaan pangan dan keamanan pangan kondusif, Pemkab Bojonegoro lakukan sidak pasar secara besar-besaran. Meski waktu sidak masih dirahasiakan, pemkab menegaskan bakal melakukannya dalam waktu dekat. Selain memastikan ketersediaan, sidak tersebut juga ditujukan untuk menjaga stabilitas harga. 

“Ketersediaan, harga, dan keamanan pangan. Itu menjadi titik fokus kita,” kata Kepala Bidang Ketersediaan dan Kewaspadaan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Bojonegoro Moch. Rudianto senin (28/5). 

Baca Juga :  Karyawan Rumah Sakit Tewas Ditabrak Pikap

Rudi mengatakan, istilah lebih tepatnya bukan sidak, melainkan pemantauan. Nah, pemantauan itu, menurutnya, dilakukan tidak hanya di pasar dalam kota saja. Melainkan juga sejumlah pasar terdapat di kecamatan-kecamatan.  Sebab, potensi kurangnya ketersediaan pangan tentu tidak hanya terjadi di kota besar saja. 

Menurut Rudi, dalam pantauan keamanan dan ketersediaan pangan ini, dinasnya tidak sendirian. Namun bersama dengan tim pengendali inflasi daerah dan satgas pangan polres. Meliputi bagian perekonomian, dinas peternakan, Bulog, dinkes, dinas perdagangan, satpol PP, kodim, hingga polres. Aksi pemantauan tersebut, untuk menjaga stabilitas harga.

Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro Rahmat Junaidi membenarkan adanya rencana pemantauan secara langsung  tersebut. Hanya, masih enggan membeber kapan kepastian melakukan pemantauan itu. Itu dinilai penting karena bisa memberi gambaran kondisi secara detail. Meski, dia mengaku, saat ini kondisi harga pangan masih sangat stabil.

“Jika sampai ada gejolak (harga atau kelangkaan), bakal dilakukan operasi pasar,” ucapnya. 

Dia menambahkan jika giat pemantauan langsung ini, diharap mampu memberi gambaran riil pada kebutuhan pasar. Sehingga, kalaupun ada potensi masalah, bisa diredam jauh-jauh hari. Sejumlah masalah seperti lonjakan harga dan kelangkaan barang menjadi masalah lama yang tetap berpotensi terjadi. Karena itu, imbuhnya, pemkab melakukan pemantauan secara langsung atau sidak pada pekan ini. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/