alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Suara Hakim Tinggi, Ag Didampingi 13 Pengacara

KOTA – Sidang perdana kasus dugaan pencabulan yang dituduhkan kepada A Gunawan (Ag), 47, guru salah satu SMK di Kabupaten Lamongan, digelar di pengadilan negeri (PN)  setempat kemarin (28/3). Sidang di ruang Candra itu digelar pukul 15.30 hingga 16.30. Sidang dugaan pencabulan terhadap siswa yang masih di bawah umur itu digelar tertutup.

Terdakwa yang berbaju putih dengan rompi oranye kombinasi hijau datang ke PN dengan didampingi 13 penasihat hukum. Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda. Dia didampingi anggotanya, M Aunur Rofiq dan Agusty Hadi Widarto.

Meski sidang tertutup, beberapa kali terdengar ketua majelis hakim berbicara dengan nada tinggi.

Pada sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andhika Nugraha Triputra mendakwa terdakwa melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 pasal 82 ayat 2 perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya, pidana penjara selama 15 tahun ditambah sepertiga hukuman.

Baca Juga :  Pencuri Ternak Dituntut Empat Bulan Penjara

Usai sidang, Gunawan dibawa petugas menuju ruang tahanan. Sumaji, perwakilan penasihat hukum terdakwa, menyatakan, pihaknya sepakat mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut.

‘’Kami diberi waktu satu minggu untuk menyusun eksepsi. Ini kelemahannya, waktunya terbatas. Tentunya kami harus baca dulu berita acara pemeriksaannya (BAP). Besok ke sini lagi untuk ambil berita acaranya. Harusnya kan berita acara sudah disiapkan oleh kejaksaan,’’ keluh Sumaji.

Dia kecewa terhadap JPU yang tidak memberikan BAP saat itu juga. Padahal, penyusunan ekspesi harus berlandaskan BAP. Permintaan BAP, menurut Sumaji, salah satu bentuk hak – hak perlindungan terhadap terdakwa. Sebagai penasihat hukum, dia mengklaim juga turut punya hak mengaksesnya.

Baca Juga :  Surat Suara Pilpres Kurang

‘’Apalagi sanksinya di atas lima tahun. Advokat punya hak akses informasi untuk pembelaan klien,’’ tambahnya.

Seperti diberitakan, Ag sebelumnya mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polres Lamongan terkait sah atau tidaknya penangkapan dirinya. Sidang praperadilan sudah berlangsung dan belum diputuskan.

KOTA – Sidang perdana kasus dugaan pencabulan yang dituduhkan kepada A Gunawan (Ag), 47, guru salah satu SMK di Kabupaten Lamongan, digelar di pengadilan negeri (PN)  setempat kemarin (28/3). Sidang di ruang Candra itu digelar pukul 15.30 hingga 16.30. Sidang dugaan pencabulan terhadap siswa yang masih di bawah umur itu digelar tertutup.

Terdakwa yang berbaju putih dengan rompi oranye kombinasi hijau datang ke PN dengan didampingi 13 penasihat hukum. Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda. Dia didampingi anggotanya, M Aunur Rofiq dan Agusty Hadi Widarto.

Meski sidang tertutup, beberapa kali terdengar ketua majelis hakim berbicara dengan nada tinggi.

Pada sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andhika Nugraha Triputra mendakwa terdakwa melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 pasal 82 ayat 2 perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya, pidana penjara selama 15 tahun ditambah sepertiga hukuman.

Baca Juga :  Arus Lalin Lamongan Bojonegoro Padat Merayap

Usai sidang, Gunawan dibawa petugas menuju ruang tahanan. Sumaji, perwakilan penasihat hukum terdakwa, menyatakan, pihaknya sepakat mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut.

‘’Kami diberi waktu satu minggu untuk menyusun eksepsi. Ini kelemahannya, waktunya terbatas. Tentunya kami harus baca dulu berita acara pemeriksaannya (BAP). Besok ke sini lagi untuk ambil berita acaranya. Harusnya kan berita acara sudah disiapkan oleh kejaksaan,’’ keluh Sumaji.

Dia kecewa terhadap JPU yang tidak memberikan BAP saat itu juga. Padahal, penyusunan ekspesi harus berlandaskan BAP. Permintaan BAP, menurut Sumaji, salah satu bentuk hak – hak perlindungan terhadap terdakwa. Sebagai penasihat hukum, dia mengklaim juga turut punya hak mengaksesnya.

Baca Juga :  Iseng Edit Foto Bugil, Eko Divonis 16 Bulan

‘’Apalagi sanksinya di atas lima tahun. Advokat punya hak akses informasi untuk pembelaan klien,’’ tambahnya.

Seperti diberitakan, Ag sebelumnya mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polres Lamongan terkait sah atau tidaknya penangkapan dirinya. Sidang praperadilan sudah berlangsung dan belum diputuskan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/