alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

MA Swasta Bersaing Mutu dengan MAN

BOJONEGORO – Sebanyak 88 siswa madrasah aliyah (MA) berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019. Tidak hanya madrasah aliyah negeri (MAN), namun juga terdapat MA swasta berhasil menembuskan siswanya masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Sedangkan, di jenjang SMA, sebanyak 320 siswa yang lolos. Jumlah itu tersebar di 20 SMAN di Bojonegoro.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdul Wakhid menuturkan, melihat hasil SNMPTN tahun ini, bukan hanya MA negeri meloloskan siswanya di PTN. Sebaliknya, MA swasta juga tak mau ketinggalan.

Baca Juga :  Musim Hujan Lebih Panjang di Bojonegoro, DBD Masih Mengintai

Kondisi tersebut membuktikan jika mutu pendidikan di MA tak jauh ketinggalan dengan sekolah negeri. Meskipun, secara fasilitas jauh berbeda dengan sekolah negeri. “Melihat hasil SNMPTN ini, membuktikan MA swasta mulai ada kemajuan,” katanya kemarin (28/3)

Berdasar data, 31 siswa MAN 1 Bojonegoro lolos SNMPTN. MAN 2 Bojonegoro 19 siswa, MAN 3 Bojonegoro 4 siswa. Sedangkan siswa MAN 4 ada 12 siswa, MAN 5 terdapat 9 siswa. Selengkapnya lihat grafis.

Dia menambahkan, MA Abu Dzarrin tahun ini banyak meloloskan siswanya masuk SNMPTN. Ada juga MA Miftahul Huda Purworejo Padangan. “MA yang negeri harus terus berbenah,” jelasnya.

Kepala MAN 1 Bojonegoro Syaifudin membenarkan siswanya lolos SNMPTN tahun ini cukup mendominasi. Kepala MA Abu Dzarrin Bojonegoro Maria Ulfa saat dikonfirmasi terpisah mengapresiasi kerja tim lembaganya berhasil meloloskan 10 siswanya lolos SNMPTN.

Baca Juga :  Dibuka Video Menggelegar, Ditutup Kambing Guling

Meskipun lembaganya berstatus swasta, membuktikan MA berbasis pesantren itu jika ditangani dengan baik, akan membuahkan hasil membanggakan. Keberhasilan itu, tidak lepas penambahan jam pelajaran siswa kelas 12 yang sudah berlangsung beberapa bulan ini.

“Meskipun mayoritas siswa kami anak desa, tapi jika dikelola dengan baik, tetap akan berdampak positif,” katanya.

Dia menambahkan, siswa sekolah yang berada di Kecamatan Dander itu mayoritas adalah anak petani yang sebelumnya tidak memiliki cita-cita besar, apalagi melanjutkan pendidikan di PTN.  “Yang lolos itu mayoritas anak petani, rumahnya di pedesaan,” ujarnya.

BOJONEGORO – Sebanyak 88 siswa madrasah aliyah (MA) berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019. Tidak hanya madrasah aliyah negeri (MAN), namun juga terdapat MA swasta berhasil menembuskan siswanya masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Sedangkan, di jenjang SMA, sebanyak 320 siswa yang lolos. Jumlah itu tersebar di 20 SMAN di Bojonegoro.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdul Wakhid menuturkan, melihat hasil SNMPTN tahun ini, bukan hanya MA negeri meloloskan siswanya di PTN. Sebaliknya, MA swasta juga tak mau ketinggalan.

Baca Juga :  Mulai Matangkan Persiapan Teknis Tryout CBT

Kondisi tersebut membuktikan jika mutu pendidikan di MA tak jauh ketinggalan dengan sekolah negeri. Meskipun, secara fasilitas jauh berbeda dengan sekolah negeri. “Melihat hasil SNMPTN ini, membuktikan MA swasta mulai ada kemajuan,” katanya kemarin (28/3)

Berdasar data, 31 siswa MAN 1 Bojonegoro lolos SNMPTN. MAN 2 Bojonegoro 19 siswa, MAN 3 Bojonegoro 4 siswa. Sedangkan siswa MAN 4 ada 12 siswa, MAN 5 terdapat 9 siswa. Selengkapnya lihat grafis.

Dia menambahkan, MA Abu Dzarrin tahun ini banyak meloloskan siswanya masuk SNMPTN. Ada juga MA Miftahul Huda Purworejo Padangan. “MA yang negeri harus terus berbenah,” jelasnya.

Kepala MAN 1 Bojonegoro Syaifudin membenarkan siswanya lolos SNMPTN tahun ini cukup mendominasi. Kepala MA Abu Dzarrin Bojonegoro Maria Ulfa saat dikonfirmasi terpisah mengapresiasi kerja tim lembaganya berhasil meloloskan 10 siswanya lolos SNMPTN.

Baca Juga :  IDENTITAS PERJUANGAN, LA MANIA SEMAKIN DEWASA

Meskipun lembaganya berstatus swasta, membuktikan MA berbasis pesantren itu jika ditangani dengan baik, akan membuahkan hasil membanggakan. Keberhasilan itu, tidak lepas penambahan jam pelajaran siswa kelas 12 yang sudah berlangsung beberapa bulan ini.

“Meskipun mayoritas siswa kami anak desa, tapi jika dikelola dengan baik, tetap akan berdampak positif,” katanya.

Dia menambahkan, siswa sekolah yang berada di Kecamatan Dander itu mayoritas adalah anak petani yang sebelumnya tidak memiliki cita-cita besar, apalagi melanjutkan pendidikan di PTN.  “Yang lolos itu mayoritas anak petani, rumahnya di pedesaan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/