alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Baru Separo Warga Jadi Peserta BPJS

BOJONEGORO – Jumlah warga Bojonegoro yang menjadi kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih jauh panggang dari api. Tentu ini menjadi tugas berat diemban BPJS Kesehatan Bojonegoro. Data dirilis BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, hingga kini baru 57 persen dari total penduduk yang terkaver. ”Dari total penduduk 1,4 juta baru 57 persen yang menjadi peserta kami,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Marsur Ridwan kemarin (28/3).

Masrur melanjutkan, tahun ini paling tidak 95 persen dari total warga Bojonegoro terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2011 tentang BPJS. ”Ini menjadi tugas berat kami,” akunya. Menurut dia, banyak perusahaan masih belum mendaftarkan karyawannya ke BPJS Kesehatan. Namun, perusahaan-perusahaan itu rerata karyawan kontrak tahunan. ”Tapi meskipun kontrak tetap wajib,” tegasnya. Selain itu, peserta dari jalur jamskesda (jaminan kesehatan daerah) juga masih minim.

Baca Juga :  26 PNS Bisa Daftar Seleksi Sekda

Hingga kini baru 7.496 peserta jamkesda yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Padahal, jumlah peserta jamkesda di Bojonegoro mencapai 163 ribu jiwa. Dia menambahkan, pemkab setempat awalnya akan melakukan secara bertahap. Kenyataannya jumlah jamkesda yang terintegrasi BPJS Kesehatan tidak ada penambahan sejak 2017 lalu.

Kini, pihaknya fokus menjaring peserta dari pegawai honorer, perangkat desa, dan peserta mandiri. Namun, selama ini peserta mandiri lebih banyak menggunakan asuransi swasta. Masrur mengakui saat ini BPJS Kesehatan mengalami masa defi sit disebabkan biaya kesehatan lumayan mahal. Bahkan, iuran peserta tidak mengimbangi ongkos rumah sakit yang sangat mahal itu. ”Ini bisa dikurangi dengan menambah jumlah peserta,” jelasnya.

Baca Juga :  Rapid Test Mandiri Tidak Dikaver BPJS

BOJONEGORO – Jumlah warga Bojonegoro yang menjadi kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih jauh panggang dari api. Tentu ini menjadi tugas berat diemban BPJS Kesehatan Bojonegoro. Data dirilis BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, hingga kini baru 57 persen dari total penduduk yang terkaver. ”Dari total penduduk 1,4 juta baru 57 persen yang menjadi peserta kami,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Marsur Ridwan kemarin (28/3).

Masrur melanjutkan, tahun ini paling tidak 95 persen dari total warga Bojonegoro terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2011 tentang BPJS. ”Ini menjadi tugas berat kami,” akunya. Menurut dia, banyak perusahaan masih belum mendaftarkan karyawannya ke BPJS Kesehatan. Namun, perusahaan-perusahaan itu rerata karyawan kontrak tahunan. ”Tapi meskipun kontrak tetap wajib,” tegasnya. Selain itu, peserta dari jalur jamskesda (jaminan kesehatan daerah) juga masih minim.

Baca Juga :  Kaget, Ada Ular Kobra di Dalam Bak Mandi

Hingga kini baru 7.496 peserta jamkesda yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Padahal, jumlah peserta jamkesda di Bojonegoro mencapai 163 ribu jiwa. Dia menambahkan, pemkab setempat awalnya akan melakukan secara bertahap. Kenyataannya jumlah jamkesda yang terintegrasi BPJS Kesehatan tidak ada penambahan sejak 2017 lalu.

Kini, pihaknya fokus menjaring peserta dari pegawai honorer, perangkat desa, dan peserta mandiri. Namun, selama ini peserta mandiri lebih banyak menggunakan asuransi swasta. Masrur mengakui saat ini BPJS Kesehatan mengalami masa defi sit disebabkan biaya kesehatan lumayan mahal. Bahkan, iuran peserta tidak mengimbangi ongkos rumah sakit yang sangat mahal itu. ”Ini bisa dikurangi dengan menambah jumlah peserta,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Juga Tolak Tarif BPJS Naik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/