alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

25 Persen Hippam Tidak Aktif

LAMONGAN – Lembaga himpunan penduduk pemakai air minum (Hippam) di Lamongan tidak semuanya aktif. Dari 168 Hippam yang ada, sebanyak 25 persen atau 42 Hippam dinyatakan tidak aktif. ‘’(Hippam yang tidak aktif,Red) dikarenakan internal pengelolaannya kurang efisien sehingga hippam tidak lagi memberikan manfaat bagi masyarakat desa,’’ kata Kasi Penanggulangan dan Pengentasan Kemiskinan Dinas Pemberdayaan Desa dan Masyarakat Lamongan, Matorip rabu (28/3).

Dia menuturkan, jumlah hippam di Lamongan saat ini mencapai 168 lembaga, tapi tidak semua aktif. Ada sekitar 25 persen yang tidak aktif. “Bisa dicarikan solusi kalau desa memiliki pengelola kompeten,” terangnya. Menurut dia , sumber pendanaan program Hippam sumbernya beragam. Ada yang dari desa dan CSR perusahaan. Sehingga pengelolaannya tidak bisa diseragamkan. Tahun ini rencananya akan dimaksimalkan, supaya, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. ‘’Permasalahan yang terjadi sebenarnya tidak rumit.

Baca Juga :  Butuh Inovasi, Taman Rajekwesi Berharap Banyak Pengunjung

Hanya permasalahan internal pengelola, sarpras (sarana prasarana) dan debit air. Selama ini Hippam memanfaatkan air telaga dan pengeboran. Sehingga kalau airnya habis, Hippam tidak jalan,’’ ungkapnya. Dia menjelaskan, program Hippam merupakan program swadaya masyarakat desa. Sehingga operasional dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab mereka. Pemerintah daerah, melalui badan pemberdayaan desa dan masyarakat hanya mendampingi . Dengan adanya BUMDes, Hippam bisa menjadi salah satu program pemberdayaan.

“Air bersih menjadi kebutuhan semua orang, jadi kalau pengelolaannya baik akan bermanfaat,” tandasnya. Terpisah Direktur PDAM Lamongan , Ali Mahfudi mengatakan, keberadaan Hippam tidak mempengaruhi saluran rumah (SR) PDAM. Karena antara PDAM dan Hippam sudah terjalin komunikasi. Sehingga memiliki wilayah pengembangan masing-masing. PDAM masih terus melakukan pengembangan di wilayah perkotaan, karena kebutuhan air bersih memang sangat tinggi. “Kita selalu mengarahkan untuk memanfaatkan air PDAM, agar jumlah air tanah tetap terjaga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kekeringan Mendekati Kawasan Kota

Dia menjelaskan, air baku PDAM diambil dari berbagai sumber, baik Bengawan Solo maupun waduk. Tapi paling banyak memanfaatkan Bengawan Solo dengan mekanisme penyaringan dan pelarutan menggunakan reaksi kimia. Agar air yang masuk ke rumah warga tidak terkontaminasi. Selain itu, dalam pengembangannya, PDAM terus melakukan koordinasi dengan desa karena ada beberapa desa memilih menggunakan Hippam.

LAMONGAN – Lembaga himpunan penduduk pemakai air minum (Hippam) di Lamongan tidak semuanya aktif. Dari 168 Hippam yang ada, sebanyak 25 persen atau 42 Hippam dinyatakan tidak aktif. ‘’(Hippam yang tidak aktif,Red) dikarenakan internal pengelolaannya kurang efisien sehingga hippam tidak lagi memberikan manfaat bagi masyarakat desa,’’ kata Kasi Penanggulangan dan Pengentasan Kemiskinan Dinas Pemberdayaan Desa dan Masyarakat Lamongan, Matorip rabu (28/3).

Dia menuturkan, jumlah hippam di Lamongan saat ini mencapai 168 lembaga, tapi tidak semua aktif. Ada sekitar 25 persen yang tidak aktif. “Bisa dicarikan solusi kalau desa memiliki pengelola kompeten,” terangnya. Menurut dia , sumber pendanaan program Hippam sumbernya beragam. Ada yang dari desa dan CSR perusahaan. Sehingga pengelolaannya tidak bisa diseragamkan. Tahun ini rencananya akan dimaksimalkan, supaya, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. ‘’Permasalahan yang terjadi sebenarnya tidak rumit.

Baca Juga :  Upaya Menutup Defisit 2021, DPRD Tak Setuju Naikkan Pajak

Hanya permasalahan internal pengelola, sarpras (sarana prasarana) dan debit air. Selama ini Hippam memanfaatkan air telaga dan pengeboran. Sehingga kalau airnya habis, Hippam tidak jalan,’’ ungkapnya. Dia menjelaskan, program Hippam merupakan program swadaya masyarakat desa. Sehingga operasional dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab mereka. Pemerintah daerah, melalui badan pemberdayaan desa dan masyarakat hanya mendampingi . Dengan adanya BUMDes, Hippam bisa menjadi salah satu program pemberdayaan.

“Air bersih menjadi kebutuhan semua orang, jadi kalau pengelolaannya baik akan bermanfaat,” tandasnya. Terpisah Direktur PDAM Lamongan , Ali Mahfudi mengatakan, keberadaan Hippam tidak mempengaruhi saluran rumah (SR) PDAM. Karena antara PDAM dan Hippam sudah terjalin komunikasi. Sehingga memiliki wilayah pengembangan masing-masing. PDAM masih terus melakukan pengembangan di wilayah perkotaan, karena kebutuhan air bersih memang sangat tinggi. “Kita selalu mengarahkan untuk memanfaatkan air PDAM, agar jumlah air tanah tetap terjaga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Konsisten Penuhi Kebutuhan Air Bersih dan Sanitasi Layak

Dia menjelaskan, air baku PDAM diambil dari berbagai sumber, baik Bengawan Solo maupun waduk. Tapi paling banyak memanfaatkan Bengawan Solo dengan mekanisme penyaringan dan pelarutan menggunakan reaksi kimia. Agar air yang masuk ke rumah warga tidak terkontaminasi. Selain itu, dalam pengembangannya, PDAM terus melakukan koordinasi dengan desa karena ada beberapa desa memilih menggunakan Hippam.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/