alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Satu Pasien Omicron Sembuh

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Lamongan. Kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan terus melacak persebaran varian Omicron di Kota Soto. 

Namun, masyarakat tak perlu panik dengan varian baru tersebut, yang hanya bergejala mirip flu ringan. Meski begitu, penerapan prokes tetap harus ditingkatkan, guna meminimalisasi penularannya.  

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan Indra Tsani menjelaskan, lima hari lalu ditemukan satu kasus Omicron di Kecamatan Brondong. 

Pasien tersebut dinyatakan positif ketika swab, sebelum melakukan operasi hemoroid di RS Suyudi Paciran. Selanjutnya, pasien mengeluh flu ringan dan setelah swab hasilnya positif. Hasil swab diteliti dan ternyata terpapar varian baru Omicron. 

Baca Juga :  Jalan Bergelombang, Pengendara Motor

‘’Alhamdulillah sudah sembuh. Dia dikarantina RS, karena memang sebelumnya mau menjalani operasi. Tapi idealnya kalau Omicron bisa karantina mandiri apabila tidak ditemukan gejala yang berbahaya,’’ terang Indra. 

Indra menuturkan, gejala utama Omicron batuk, pilek, dan gatal di tenggorokan. Demam rerata hanya 30 persen. Itu berbeda dengan varian Delta, yang kebanyakan panasnya mencapai 90 persen.  

Dari spesimen pasien yang terpapar, sebagian besar gejala batuk 80 persen. Sedangkan pilek 40 persen, serta demam 30 persen. Sehingga, diakuinya, virus ini termasuk ringan tapi mudah penularannya. 

Menurut dia, tidak sedikit dari mereka yang terpapar Omicron justru tidak menunjukkan gejala apapun. Mayoritas hanya mengeluhkan gatal di tenggorokan tidak sampai di paru-paru. Sehingga, terang dia, Kemenkes menyatakan angka kematian dari varian baru ini kurang dari 1 persen. 

Baca Juga :  Tuban Sulit Beranjak dari Zona Oranye

Meski begit, diakui Indra, masyarakat tetap diminta waspada untuk mengantisipasi gelombang III. Karena puncak kenaikan kasus diprediksi akhir Februari hingga Maret mendatang. 

Terutama tetap melakukan prokes dan mengikuti vaksinasi booster untuk kekebalan tubuhnya. Indra mengatakan, terdapat kenaikan kasus Covid-19 di Lamongan. Hingga kini, terdapat 16 kasus aktif terkonfirmasi. Hingga awal Januari lalu nihil kasus, kini hampir setiap hari terdapat kasus baru. 

‘’Kita sudah mulai ada kenaikan, tapi apakah varian baru masih perlu diteliti tim,” terang Indra.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Lamongan. Kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan terus melacak persebaran varian Omicron di Kota Soto. 

Namun, masyarakat tak perlu panik dengan varian baru tersebut, yang hanya bergejala mirip flu ringan. Meski begitu, penerapan prokes tetap harus ditingkatkan, guna meminimalisasi penularannya.  

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan Indra Tsani menjelaskan, lima hari lalu ditemukan satu kasus Omicron di Kecamatan Brondong. 

Pasien tersebut dinyatakan positif ketika swab, sebelum melakukan operasi hemoroid di RS Suyudi Paciran. Selanjutnya, pasien mengeluh flu ringan dan setelah swab hasilnya positif. Hasil swab diteliti dan ternyata terpapar varian baru Omicron. 

Baca Juga :  Jalan Bergelombang, Pengendara Motor

‘’Alhamdulillah sudah sembuh. Dia dikarantina RS, karena memang sebelumnya mau menjalani operasi. Tapi idealnya kalau Omicron bisa karantina mandiri apabila tidak ditemukan gejala yang berbahaya,’’ terang Indra. 

Indra menuturkan, gejala utama Omicron batuk, pilek, dan gatal di tenggorokan. Demam rerata hanya 30 persen. Itu berbeda dengan varian Delta, yang kebanyakan panasnya mencapai 90 persen.  

Dari spesimen pasien yang terpapar, sebagian besar gejala batuk 80 persen. Sedangkan pilek 40 persen, serta demam 30 persen. Sehingga, diakuinya, virus ini termasuk ringan tapi mudah penularannya. 

Menurut dia, tidak sedikit dari mereka yang terpapar Omicron justru tidak menunjukkan gejala apapun. Mayoritas hanya mengeluhkan gatal di tenggorokan tidak sampai di paru-paru. Sehingga, terang dia, Kemenkes menyatakan angka kematian dari varian baru ini kurang dari 1 persen. 

Baca Juga :  Persela Belum Aman

Meski begit, diakui Indra, masyarakat tetap diminta waspada untuk mengantisipasi gelombang III. Karena puncak kenaikan kasus diprediksi akhir Februari hingga Maret mendatang. 

Terutama tetap melakukan prokes dan mengikuti vaksinasi booster untuk kekebalan tubuhnya. Indra mengatakan, terdapat kenaikan kasus Covid-19 di Lamongan. Hingga kini, terdapat 16 kasus aktif terkonfirmasi. Hingga awal Januari lalu nihil kasus, kini hampir setiap hari terdapat kasus baru. 

‘’Kita sudah mulai ada kenaikan, tapi apakah varian baru masih perlu diteliti tim,” terang Indra.

Artikel Terkait

Most Read

Menarik jika Ada Pasar Khusus Ikan

Awal Puasa Diprediksi 56 Hari Lagi

Semakin Suka Mendaki

Artikel Terbaru


/