alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Estimasi Vaksin 1.040.760 Warga Bojonegoro

Radar Bojonegoro – Babak baru penanganan pandemi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 di Bojonegoro mulai digelar kemarin (28/1). Berlangsung di RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menjalani vaksinasi pertama.

Beserta 10 pejabat forkopimda lainnya. Meliputi Wakil Bupati (Wabup) Budi Irawanto, Kapolres AKBP Eva Guna Pandia, Dandim 0813 Letkol Inf Bambang Hariyanto, Ketua DPRD Imam Sholikin, dan Ketua Pengadilan Negeri Unggul Tri Esthi Muljono, bersama tokoh masyarakat lainnya.

Vaksinasi di kalangan pejabat forkopimda ini akan berlanjut ke tenaga kesehatan hingga masyarakat. Berdasar estimasi ada 1.040.760 jiwa warga Bojonegoro akan mendapat vaksin.

Jumlah itu belum menyeluruh, mengingat total warga Bojonegoro sekitar 1,3 juta jiwa. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ani Pudjiningrum mengatakan, vaksinasi ini setidaknya upaya mengatasi pandemi Covid-19.

Untuk mencapai kekebalan komunitas, yang bisa dicapai ketika dilakukan vaksinasi terhadap 70 persen penduduk. “Termasuk di Bojonegoro. Skala prioritas nasional untuk vaksinasi adalah penduduk di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera,” jelasnya kemarin.

Ani menjelaskan, vaksinasi di Bojonegoro nanti estimasinya 1.040.760 jiwa. Sasaran vaksinasi adalah penduduk usia 18 hingga 59 tahun sudah lolos skrining. Ada 15 item skrining akan dilakukan pada calon penerima sebelum mendapatkan vaksin.

Baca Juga :  Sapi dari Lamongan Dilarang Masuk ke Bojonegoro

Vaksinasi akan digelar lima tahap. Tahap pertama vaksin diberikan tenaga kesehatan, karena kelompok paling berisiko. Tahap kedua, aparat atau petugas pelayan publik. Meliputi, Polri, TNI, guru, satpol PP, petugas pemadam kebakaran, dan penanggulangan bencana.

Tahap ketiga pelaku ekonomi, keempat masyarakat umum, dan kelima kelompok masyarakat rentan. Mantan direktur RSUD Sumberrejo itu menjelaskan, vaksin tahap pertama telah sampai pukul 03.00 Selasa (26/1) lalu dengan jumlah vaksin 3.680 vial.

Vaksinasi tahap pertama dilaksanakan akhir Januari hingga awal Februari. Dilakukan dua kali penyuntikan dengan interval 14 hari. Vaksinasi dalam empat proses. Pertama verifikasi data atau pengecakan bukti e-tiket melalui aplikasi. Kedua skrining, pemeriksaan kondisi kesehatan. Ketiga penyuntikan vaksin. Dan keempat pencatatan hasil pelayanan vaksinasi.

Sementara itu, jalannya vaksinasi kemarin dengan penjagaan. Selain forkopimda, vaksinasi juga terhadap Ketua PC Nahdlatul Ulama Bojonegoro Kholid Ubed, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Iwan Sukmono, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum Moh. Taufiqurrohman, Kepala Dinkes Ani Pudjiningrum, dan Direktur RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Ahmad Hernowo Wahyutomo.

Baca Juga :  Catatan Harian Sang Mayoret

Sementara itu, setelah disuntik vaksin, Bu Anna mengaku sedikit perih. Sama seperti disuntik pada umumnya. “Agak perih, agak panas. Biasa seperti dulu diimuniasi, standar,” ujarnya kepada awak media.

Bu Anna mengatakan, vaksinasi upaya negara memberikan atau melindungi keselamatan pada warganya. Selain teritorial dipertahankan, perlindungan kepada warga sesuatu yang mutlak.

Menurut dia, pandemi Covid-19 tidak pernah terduga. Hampir setahun hidup berdampingan. Lama-lama menjadi terbiasa. Namun, harus tetap mewaspadai. “Pertama ada kasus korona di Bojonegoro masyarakat heboh. Orang-orang pernah terpapar dikucilkan. Lama-lama bersahabat dengan orang pernah terpapar,” ungkap dia.

Bu Anna mengaku adanya vaksin ekonomi bisa bangkit dan masyarakat bertahan di tengah pandemi korona. Karena membuat pola hidup masyarakat berbeda, khususnya konsumsi. “Contohnya konsumsi kosmetik, ibu-ibu tidak mencari lipstik. Tetapi, masker yang nyaman untuk bernapas dan aman,” jelasnya. (irv)

Radar Bojonegoro – Babak baru penanganan pandemi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 di Bojonegoro mulai digelar kemarin (28/1). Berlangsung di RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menjalani vaksinasi pertama.

Beserta 10 pejabat forkopimda lainnya. Meliputi Wakil Bupati (Wabup) Budi Irawanto, Kapolres AKBP Eva Guna Pandia, Dandim 0813 Letkol Inf Bambang Hariyanto, Ketua DPRD Imam Sholikin, dan Ketua Pengadilan Negeri Unggul Tri Esthi Muljono, bersama tokoh masyarakat lainnya.

Vaksinasi di kalangan pejabat forkopimda ini akan berlanjut ke tenaga kesehatan hingga masyarakat. Berdasar estimasi ada 1.040.760 jiwa warga Bojonegoro akan mendapat vaksin.

Jumlah itu belum menyeluruh, mengingat total warga Bojonegoro sekitar 1,3 juta jiwa. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ani Pudjiningrum mengatakan, vaksinasi ini setidaknya upaya mengatasi pandemi Covid-19.

Untuk mencapai kekebalan komunitas, yang bisa dicapai ketika dilakukan vaksinasi terhadap 70 persen penduduk. “Termasuk di Bojonegoro. Skala prioritas nasional untuk vaksinasi adalah penduduk di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera,” jelasnya kemarin.

Ani menjelaskan, vaksinasi di Bojonegoro nanti estimasinya 1.040.760 jiwa. Sasaran vaksinasi adalah penduduk usia 18 hingga 59 tahun sudah lolos skrining. Ada 15 item skrining akan dilakukan pada calon penerima sebelum mendapatkan vaksin.

Baca Juga :  Sapi dari Lamongan Dilarang Masuk ke Bojonegoro

Vaksinasi akan digelar lima tahap. Tahap pertama vaksin diberikan tenaga kesehatan, karena kelompok paling berisiko. Tahap kedua, aparat atau petugas pelayan publik. Meliputi, Polri, TNI, guru, satpol PP, petugas pemadam kebakaran, dan penanggulangan bencana.

Tahap ketiga pelaku ekonomi, keempat masyarakat umum, dan kelima kelompok masyarakat rentan. Mantan direktur RSUD Sumberrejo itu menjelaskan, vaksin tahap pertama telah sampai pukul 03.00 Selasa (26/1) lalu dengan jumlah vaksin 3.680 vial.

Vaksinasi tahap pertama dilaksanakan akhir Januari hingga awal Februari. Dilakukan dua kali penyuntikan dengan interval 14 hari. Vaksinasi dalam empat proses. Pertama verifikasi data atau pengecakan bukti e-tiket melalui aplikasi. Kedua skrining, pemeriksaan kondisi kesehatan. Ketiga penyuntikan vaksin. Dan keempat pencatatan hasil pelayanan vaksinasi.

Sementara itu, jalannya vaksinasi kemarin dengan penjagaan. Selain forkopimda, vaksinasi juga terhadap Ketua PC Nahdlatul Ulama Bojonegoro Kholid Ubed, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Iwan Sukmono, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum Moh. Taufiqurrohman, Kepala Dinkes Ani Pudjiningrum, dan Direktur RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Ahmad Hernowo Wahyutomo.

Baca Juga :  RPH Masih Buang Limbah ke Sungai

Sementara itu, setelah disuntik vaksin, Bu Anna mengaku sedikit perih. Sama seperti disuntik pada umumnya. “Agak perih, agak panas. Biasa seperti dulu diimuniasi, standar,” ujarnya kepada awak media.

Bu Anna mengatakan, vaksinasi upaya negara memberikan atau melindungi keselamatan pada warganya. Selain teritorial dipertahankan, perlindungan kepada warga sesuatu yang mutlak.

Menurut dia, pandemi Covid-19 tidak pernah terduga. Hampir setahun hidup berdampingan. Lama-lama menjadi terbiasa. Namun, harus tetap mewaspadai. “Pertama ada kasus korona di Bojonegoro masyarakat heboh. Orang-orang pernah terpapar dikucilkan. Lama-lama bersahabat dengan orang pernah terpapar,” ungkap dia.

Bu Anna mengaku adanya vaksin ekonomi bisa bangkit dan masyarakat bertahan di tengah pandemi korona. Karena membuat pola hidup masyarakat berbeda, khususnya konsumsi. “Contohnya konsumsi kosmetik, ibu-ibu tidak mencari lipstik. Tetapi, masker yang nyaman untuk bernapas dan aman,” jelasnya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/