alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Empat PNS Ajukan Pensiun Dini

Radar Bojonegoro – Ada empat pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Bojonegoro mengajukan pensiun dini. Alasan pemberhentian atas permintaan sendiri (APS) itu, dua PNS hendak mencalonkan diri saat pemilihan kepala desa (pilkades) 2022 mendatang.

“Sisanya, satu beralasan sakit dan satu lagi beralasan ada urusan keluarga yang mana hendak menjaga orang tua,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Joko Tri Cahyono kemarin.

Disinggung terkait identitas keempat PNS tersebut, Mantan Lurah Kepatihan tidak berkenan membeberkannya secara detail. Adapun dua PNS hendak nyalon kades merupakan pegawai kantor kecamatan. Selain itu, proses pengajuan pensiun dini tersebut masih ditelaah oleh bupati.

Baca Juga :  Sepuluh SMPN Masih Minim Siswa

“Saat ini prosesnya masih ditelaah ibu bupati. Permintaan pensiunnya sekitar per Februari atau Maret mendatang,” jelas Joko.

Aturan perihal pensiun dini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Adapun pasal 305 huruf b menyebutkan, PNS mengajukan pensiun dini atas permintaan sendiri apabila telah berusia 45 tahun. Serta, masa kerja paling sedikit 20 tahun.

“Bagi PNS mengajukan pensiun dini, namun tidak memenuhi syarat tersebut otomatis tidak mendapatkan jaminan pensiun. Nanti bersangkutan hanya mendapat jaminan hari tua yang diambilkan dari potongan gaji per bulan,” jelasnya.

Sementara itu, total jumlah PNS di Bojonegoro sebanyak 8.872 orang. Menurut Joko, angka tersebut masih kurang. Mengingat rasio jumlah PNS pensiun tiap tahun dengan jumlah CPNS baru tidak seimbang.

Baca Juga :  Dakwaan Rampung, Satu Kasus Korupsi Siap Disidangkan

Joko menerangkan, hasil rekrutmen CPNS 2019 hanya 434 orang yang lolos. Sedangkan, selama 2020 lalu sebanyak 464 PNS pensiun dan pada 2021 ada 510 PNS pensiun. “Selain itu, ada juga kemungkinan jumlah PNS terus berkurang akibat meninggal dunia, pindah ke luar daerah, pensiun atas permintaan sendiri atau pensiun dini, atau diberhentikan,” jelas Joko.

Disinggung jumlah PNS yang ideal di lingkup Pemkab Bojonegoro, Joko mengaku belum bisa memperkirakannya. Karena masih dilakukan analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (abk) guna mengetahui jumlah kebutuhan PNS yang memang ideal tersebut. 

Radar Bojonegoro – Ada empat pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Bojonegoro mengajukan pensiun dini. Alasan pemberhentian atas permintaan sendiri (APS) itu, dua PNS hendak mencalonkan diri saat pemilihan kepala desa (pilkades) 2022 mendatang.

“Sisanya, satu beralasan sakit dan satu lagi beralasan ada urusan keluarga yang mana hendak menjaga orang tua,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Joko Tri Cahyono kemarin.

Disinggung terkait identitas keempat PNS tersebut, Mantan Lurah Kepatihan tidak berkenan membeberkannya secara detail. Adapun dua PNS hendak nyalon kades merupakan pegawai kantor kecamatan. Selain itu, proses pengajuan pensiun dini tersebut masih ditelaah oleh bupati.

Baca Juga :  Kekurangan Enam Ribu ASN

“Saat ini prosesnya masih ditelaah ibu bupati. Permintaan pensiunnya sekitar per Februari atau Maret mendatang,” jelas Joko.

Aturan perihal pensiun dini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Adapun pasal 305 huruf b menyebutkan, PNS mengajukan pensiun dini atas permintaan sendiri apabila telah berusia 45 tahun. Serta, masa kerja paling sedikit 20 tahun.

“Bagi PNS mengajukan pensiun dini, namun tidak memenuhi syarat tersebut otomatis tidak mendapatkan jaminan pensiun. Nanti bersangkutan hanya mendapat jaminan hari tua yang diambilkan dari potongan gaji per bulan,” jelasnya.

Sementara itu, total jumlah PNS di Bojonegoro sebanyak 8.872 orang. Menurut Joko, angka tersebut masih kurang. Mengingat rasio jumlah PNS pensiun tiap tahun dengan jumlah CPNS baru tidak seimbang.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Dump Truk Terguling

Joko menerangkan, hasil rekrutmen CPNS 2019 hanya 434 orang yang lolos. Sedangkan, selama 2020 lalu sebanyak 464 PNS pensiun dan pada 2021 ada 510 PNS pensiun. “Selain itu, ada juga kemungkinan jumlah PNS terus berkurang akibat meninggal dunia, pindah ke luar daerah, pensiun atas permintaan sendiri atau pensiun dini, atau diberhentikan,” jelas Joko.

Disinggung jumlah PNS yang ideal di lingkup Pemkab Bojonegoro, Joko mengaku belum bisa memperkirakannya. Karena masih dilakukan analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (abk) guna mengetahui jumlah kebutuhan PNS yang memang ideal tersebut. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/