alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Dinas Pendidikan Lamongan Cari Seratus Kepala SD

Radar Lamongan – Pengisian jabatan kepala sekolah tingkat SD cukup mendesak. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Lamongan, hingga bulan ini terdapat 49 sekolah dari total 638 lembaga yang mengalami kekosongan kepala sekolah.

Selama ini, sekolah – sekolah tersebut dipimpin Plt. “Kekosongan ini sampai dengan bulan Januari saja. Setelah dihitung sampai Desember (2021), kebutuhannya mencapai 96 kepsek karena masuk purna,” jelas Kepala Disdik Lamongan Adi Suwito kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, kekosongan ini perlu segera diisi agar tidak semakin banyak kurangnya. Disdik memrogramkan pengisian kepala SD bulan depan. Pegawai yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi sudah dipetakan.

“Kita sudah programkan melalui dana APBD 2021. Seleksinya langsung mencari 100 kepsek, supaya kalau ada yang purna bisa langsung diisi,” tuturnya.

Baca Juga :  Retribusi Sewa Eks Bengkok di Kecamatan Kota Meleset

Adi mengatakan, seleksi kepsek bisa diikuti semua aparatur sipil negara (ASN). Khususnya, guru dengan masa golongan III c. Mereka bisa mengikuti seleksi untuk meningkatkan kompetensi masing-masing.

Pengujinya nanti dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) yang dibentuk Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Calon peserta akan mengikuti tiga tahapan seleksi. Yakni, administrasi, potensi akademik, dan terakhir diklat.

Mereka yang sudah memenuhi semua tahapan dan dinyatakan lolos, mendapatkan nomor unik kepala sekolah (NUKS). “Sertifikat itu nantinya bisa digunakan sebagai modal untuk peningkatan jabatan menjadi kepala sekolah,” jelas Adi.

Dia menambahkan, satu periode kepsek SD empat tahun. Mereka akan dinilai selama memimpin sekolahnya. Jika nilainya buruk, maka kepsek tersebut tidak bisa menyelesaikan hingga satu periode.

Baca Juga :  Ingin Tulis Karya Bersama Pendidik Lain

Jika penilaiannya baik, maka mereka bisa melanjutkan periode berikutnya dengan catatan meningkatkan kompetensinya lagi. Peningkatan kompetensi dilakukan mandiri biayanya mencapai Rp 7 juta. Adi berharap seleksi terbuka ini bisa dimanfaatkan semua guru yang sudah memenuhi syarat.

“Saya harap guru-guru memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensinya,” harapnya.

Di tingkat SMP negeri, lanjut dia, ada empat lembaga yang kepala sekolahnya kosong. Namun, Adi mengklaim sudah ada calon kasek yang memiliki sertifikat untuk menempati jabatan tersebut. Bahkan, cadangan kepala SMP sudah ada hingga 2023. Apabila ada yang kosong bisa langsung diisi dengan yang sudah memiliki sertifikat uji kompetensi tersebut. 

Radar Lamongan – Pengisian jabatan kepala sekolah tingkat SD cukup mendesak. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Lamongan, hingga bulan ini terdapat 49 sekolah dari total 638 lembaga yang mengalami kekosongan kepala sekolah.

Selama ini, sekolah – sekolah tersebut dipimpin Plt. “Kekosongan ini sampai dengan bulan Januari saja. Setelah dihitung sampai Desember (2021), kebutuhannya mencapai 96 kepsek karena masuk purna,” jelas Kepala Disdik Lamongan Adi Suwito kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, kekosongan ini perlu segera diisi agar tidak semakin banyak kurangnya. Disdik memrogramkan pengisian kepala SD bulan depan. Pegawai yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi sudah dipetakan.

“Kita sudah programkan melalui dana APBD 2021. Seleksinya langsung mencari 100 kepsek, supaya kalau ada yang purna bisa langsung diisi,” tuturnya.

Baca Juga :  Terbanyak, Rem Belum Standar

Adi mengatakan, seleksi kepsek bisa diikuti semua aparatur sipil negara (ASN). Khususnya, guru dengan masa golongan III c. Mereka bisa mengikuti seleksi untuk meningkatkan kompetensi masing-masing.

Pengujinya nanti dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) yang dibentuk Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Calon peserta akan mengikuti tiga tahapan seleksi. Yakni, administrasi, potensi akademik, dan terakhir diklat.

Mereka yang sudah memenuhi semua tahapan dan dinyatakan lolos, mendapatkan nomor unik kepala sekolah (NUKS). “Sertifikat itu nantinya bisa digunakan sebagai modal untuk peningkatan jabatan menjadi kepala sekolah,” jelas Adi.

Dia menambahkan, satu periode kepsek SD empat tahun. Mereka akan dinilai selama memimpin sekolahnya. Jika nilainya buruk, maka kepsek tersebut tidak bisa menyelesaikan hingga satu periode.

Baca Juga :  Retribusi Sewa Eks Bengkok di Kecamatan Kota Meleset

Jika penilaiannya baik, maka mereka bisa melanjutkan periode berikutnya dengan catatan meningkatkan kompetensinya lagi. Peningkatan kompetensi dilakukan mandiri biayanya mencapai Rp 7 juta. Adi berharap seleksi terbuka ini bisa dimanfaatkan semua guru yang sudah memenuhi syarat.

“Saya harap guru-guru memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensinya,” harapnya.

Di tingkat SMP negeri, lanjut dia, ada empat lembaga yang kepala sekolahnya kosong. Namun, Adi mengklaim sudah ada calon kasek yang memiliki sertifikat untuk menempati jabatan tersebut. Bahkan, cadangan kepala SMP sudah ada hingga 2023. Apabila ada yang kosong bisa langsung diisi dengan yang sudah memiliki sertifikat uji kompetensi tersebut. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/