alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Cakupan Masih Rendah, Vaksin Cadangan Disiapkan

Radar Lamongan – Cakupan vaksinasi hari pertama masih rendah, 0,81 persen. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI, sasaran vaksin Lamongan 5,405 orang. Data yang registrasi bersedia ada 5.322 orang.

Dari jumlah itu, dua orang batal vaksin dengan alasan banyak komorbid (penyakit penyerta). Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Taufik Hidayat menjelaskan, target vaksinasi terus bertambah seiring pendataan yang dilakukan kementrian.

Vaksin cadangan disiapkan kementerian untuk memenuhi target sasaran. “Yang penting vaksin yang sudah didroping ke kita digunakan dulu sampai habis. Setelah itu mengajukan lagi kalau memang kurang. Sebab droping disesuaikan dengan ruang pendingin yang dimiliki daerah,” jelasnya.

Seperti diberitakan, tahap satu vaksinasi untuk tenaga kesehatan, TNI/POLRI, dan forkopimda sebagai role model. Setelah itu, pihaknya menunggu informasi pusat untuk prioritas penerima vaksin tahap berikutnya.

Baca Juga :  Diwarnai, Rambut Rusak karena Obat

Taufik mengklaim rata-rata cakupan vaksin di kabupaten/kota di Jawa Timur masih di bawah 1 persen. Hanya Kota Surabaya, Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo yang cakupannya di atas 50 persen karena pelaksanaannya lebih awal.

“Sejauh ini belum ada laporan keluhan yang serius dari penerima vaksin,” klaim pria yang juga kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu.

Taufik menuturkan, vaksinasi akan berlangsung paling lama satu minggu. Dari jumlah yang ditetapkan untuk Lamongan, 2.500 orang masuk kelompok usia 31 – 45 tahun. Sisanya kelompok usia 18 – 30 tahun dan 46 – 59 tahun. Taufik mengklaim kelompok usia 46-59 tahun jumlahnya lebih sedikit, kurang dari 1.000 orang. Mereka rata-rata sudah memiliki penyakit penyerta. 

Baca Juga :  Lukisan dan Jurnalisme

Radar Lamongan – Cakupan vaksinasi hari pertama masih rendah, 0,81 persen. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI, sasaran vaksin Lamongan 5,405 orang. Data yang registrasi bersedia ada 5.322 orang.

Dari jumlah itu, dua orang batal vaksin dengan alasan banyak komorbid (penyakit penyerta). Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Taufik Hidayat menjelaskan, target vaksinasi terus bertambah seiring pendataan yang dilakukan kementrian.

Vaksin cadangan disiapkan kementerian untuk memenuhi target sasaran. “Yang penting vaksin yang sudah didroping ke kita digunakan dulu sampai habis. Setelah itu mengajukan lagi kalau memang kurang. Sebab droping disesuaikan dengan ruang pendingin yang dimiliki daerah,” jelasnya.

Seperti diberitakan, tahap satu vaksinasi untuk tenaga kesehatan, TNI/POLRI, dan forkopimda sebagai role model. Setelah itu, pihaknya menunggu informasi pusat untuk prioritas penerima vaksin tahap berikutnya.

Baca Juga :  Tunggu Tim Labfor Polda Jatim

Taufik mengklaim rata-rata cakupan vaksin di kabupaten/kota di Jawa Timur masih di bawah 1 persen. Hanya Kota Surabaya, Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo yang cakupannya di atas 50 persen karena pelaksanaannya lebih awal.

“Sejauh ini belum ada laporan keluhan yang serius dari penerima vaksin,” klaim pria yang juga kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu.

Taufik menuturkan, vaksinasi akan berlangsung paling lama satu minggu. Dari jumlah yang ditetapkan untuk Lamongan, 2.500 orang masuk kelompok usia 31 – 45 tahun. Sisanya kelompok usia 18 – 30 tahun dan 46 – 59 tahun. Taufik mengklaim kelompok usia 46-59 tahun jumlahnya lebih sedikit, kurang dari 1.000 orang. Mereka rata-rata sudah memiliki penyakit penyerta. 

Baca Juga :  Unisla Kembangkan Kampus ke Paciran

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/