alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Pemkab Lamongan Jamin Kesehatan Semua Warga

ADVERTORIAL – Derajat kesehatan masyarakat Lamongan meningkat lebih bagus. Sebab Bupati Fadeli menargetkan pada akhir tahun ini (2018) pelayanan kesehatan semua warga Kota Soto tersebut dijamin Pemkab Lamongan. Ini berarti akhir tahun nanti Universal Health Coverage (UHC) Lamongan diharapkan bisa mencapai 100 persen.

Langkah nyata pertama Bupati Fadeli itu ditunjukkan dengan menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk meningkatkan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kerjasama itu ditandatangani Bupati Fadeli dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gresik, dr Galih Anjungsari di Pendapa Lokatantra pemkab setempat Jumat (27/1) lalu.

Dalam kesempatan itu, juga hadir Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur, Handaryo. Berdasarkan data yang ada, UHC Lamongan saat ini masih berada di angka 61 persen.

Yakni dari 1.354.119 warganya, yang sudah terintegrasi dengan JKN sebanyak 825.989 orang.Bupati Fadeli menegaskan segera dilakukan penyisiran oleh tim teknis, by name by address,  siapa saja warga Lamongan yang belum terintegrasi layanan JKN.

Mereka yang belum terlayani BPJS kesehatan tersebut, akan dibiayai Pemkab Lamongan. ‘’Dengan menargetkan Universal Health Coverage 100 persen, saya ingin memastikan setiap warga Lamongan memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Hari Kemerdekaan, Enam Bayi Lahir

Baik itu pelayanan promotof, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang tidak hanya bermutu, namun juga berjangkau,’’tuturnya.Dia menjelaskan, target yang diinginkan adalah melebihi standar UHC.

Sebab kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. “(Standar) UHC sebenarnya sudah bisa dicapai ketika 95 persen penduduk sudah terintegrasi JKN.

Namun saya menargetkan 100 persen bisa terintegrasi di tahun ini,’’ tandasnya.Terkait target UHC tersebut, Bupati Fadeli juga membuka inisiasi berbagai pihak untuk ikut berperan serta.

Misalnya menggunakan hasil dari bank sampah dan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk membantu membiayai premi. Cara itu sudah dipraktikkan di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran.

Seratus  persen pembayaran premi penduduknya yang termasuk penerima bantian iuran (PBI) diambilalih melalui BUMDes.

Selain itu juga ada pilot project di Desa Butungan dan Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah; Desa Sidorejo Kecamatan Deket; Desa/Kecamatan Karanggeneng yang berkomimen mengikutsertakan 100 persen penduduknya pada program JKN dengan pembiayaan dari Bank Sampah.

Baca Juga :  Bercita-cita Menjadi TNI, Kopda Taufik Ajarkan Push Up Pada Anak-Anak

Sementara pada jajaran camat dan kepala puskesmas serta BPJS Cabang Lamongan, Bupati Fadeli menekankan untuk konsisten dan bersinergi. Turun sampai ke tingkat bawah mensosialisasikan program tersebut.

“Setelah pertemuan ini, saya akan meminta komitmen dari para camat dengan menandatangani perjanjian seperti ini juga, untuk memastikan capaian 100 persen keikutsertaan BPJS,’’ tuturnya.

Tidak hanya memberi jaminan pembayaran premi JKN, Bupati Fadeli jauh hari juga sudah menitikberatkan sejumlah program untuk peningkatan dan pemerataan fasilitas kesehatan.

Di antaranya, menargetkan seluruh puskesmas, yang berjumlah 33 puskesmas, sudah berstatus terakreditasi. Saat ini sudah 22 puskesmas yang terakreditasi.

Kemudian bekerjasama dengan RS Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, berupa 11 unit pelayanan kesehatan pasien rujukan dari Lamongan ke RS Unair.

Handaryo menyampaikan apresiasi positif atas inisiatif Bupati Fadeli dan Pemkab Lamongan tersebut. “Kami optimis cakupan semesta jaminan kesehatan di Kabupaten Lamongan akan tercapai tahun ini.

Kami berharap kerjasama, sinergitas, komitmen serta dukungan pemerintah daerah dapat mendukung program mulia bagi masyarakat ini,’’ tukasnya.

ADVERTORIAL – Derajat kesehatan masyarakat Lamongan meningkat lebih bagus. Sebab Bupati Fadeli menargetkan pada akhir tahun ini (2018) pelayanan kesehatan semua warga Kota Soto tersebut dijamin Pemkab Lamongan. Ini berarti akhir tahun nanti Universal Health Coverage (UHC) Lamongan diharapkan bisa mencapai 100 persen.

Langkah nyata pertama Bupati Fadeli itu ditunjukkan dengan menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk meningkatkan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kerjasama itu ditandatangani Bupati Fadeli dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gresik, dr Galih Anjungsari di Pendapa Lokatantra pemkab setempat Jumat (27/1) lalu.

Dalam kesempatan itu, juga hadir Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur, Handaryo. Berdasarkan data yang ada, UHC Lamongan saat ini masih berada di angka 61 persen.

Yakni dari 1.354.119 warganya, yang sudah terintegrasi dengan JKN sebanyak 825.989 orang.Bupati Fadeli menegaskan segera dilakukan penyisiran oleh tim teknis, by name by address,  siapa saja warga Lamongan yang belum terintegrasi layanan JKN.

Mereka yang belum terlayani BPJS kesehatan tersebut, akan dibiayai Pemkab Lamongan. ‘’Dengan menargetkan Universal Health Coverage 100 persen, saya ingin memastikan setiap warga Lamongan memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Normalisasi Sungai Belum Tuntas

Baik itu pelayanan promotof, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang tidak hanya bermutu, namun juga berjangkau,’’tuturnya.Dia menjelaskan, target yang diinginkan adalah melebihi standar UHC.

Sebab kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. “(Standar) UHC sebenarnya sudah bisa dicapai ketika 95 persen penduduk sudah terintegrasi JKN.

Namun saya menargetkan 100 persen bisa terintegrasi di tahun ini,’’ tandasnya.Terkait target UHC tersebut, Bupati Fadeli juga membuka inisiasi berbagai pihak untuk ikut berperan serta.

Misalnya menggunakan hasil dari bank sampah dan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk membantu membiayai premi. Cara itu sudah dipraktikkan di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran.

Seratus  persen pembayaran premi penduduknya yang termasuk penerima bantian iuran (PBI) diambilalih melalui BUMDes.

Selain itu juga ada pilot project di Desa Butungan dan Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah; Desa Sidorejo Kecamatan Deket; Desa/Kecamatan Karanggeneng yang berkomimen mengikutsertakan 100 persen penduduknya pada program JKN dengan pembiayaan dari Bank Sampah.

Baca Juga :  Permintaan Domestik Membaik, Inflasi Masih Terkendali

Sementara pada jajaran camat dan kepala puskesmas serta BPJS Cabang Lamongan, Bupati Fadeli menekankan untuk konsisten dan bersinergi. Turun sampai ke tingkat bawah mensosialisasikan program tersebut.

“Setelah pertemuan ini, saya akan meminta komitmen dari para camat dengan menandatangani perjanjian seperti ini juga, untuk memastikan capaian 100 persen keikutsertaan BPJS,’’ tuturnya.

Tidak hanya memberi jaminan pembayaran premi JKN, Bupati Fadeli jauh hari juga sudah menitikberatkan sejumlah program untuk peningkatan dan pemerataan fasilitas kesehatan.

Di antaranya, menargetkan seluruh puskesmas, yang berjumlah 33 puskesmas, sudah berstatus terakreditasi. Saat ini sudah 22 puskesmas yang terakreditasi.

Kemudian bekerjasama dengan RS Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, berupa 11 unit pelayanan kesehatan pasien rujukan dari Lamongan ke RS Unair.

Handaryo menyampaikan apresiasi positif atas inisiatif Bupati Fadeli dan Pemkab Lamongan tersebut. “Kami optimis cakupan semesta jaminan kesehatan di Kabupaten Lamongan akan tercapai tahun ini.

Kami berharap kerjasama, sinergitas, komitmen serta dukungan pemerintah daerah dapat mendukung program mulia bagi masyarakat ini,’’ tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/