alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Gerhana Total, Warna Bulan Bakal Memerah

KOTA – Lembaga Falakiyah PC NU Lamongan sudah menerima surat edaran (SE) dari PBNU terkait terjadinya gerhana bulan total di akhir bulan ini. Jika gerhana bulan total biasanya warnanya hitam lebam, maka gerhana 31 Januari lusa warnanya kemerah-merahan. 

‘’Biasanya disebut super blue blood moon. Lebih istimewa dibanding gerhana bulan total sebelumnya,’’ tutur Ketua Lembaga Falakiyah PC NU Lamongan, Choirul Anam, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (28/1).

Dia menjelaskan, terjadinya super blue blood moon akibat dari pembiasan sinar matahari seperti pelangi. Hanya warna merah yang tak mengalami pembiasan, sehingga menembus ke bulan. ‘’Itu yang membuat warnanya nanti kemerah-merahan tak seperti biasanya,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Razia Hari valentine, Hanya Ditemukan Satu Pasangan

Anam mengatakan, PC NU Lamongan sudah melakukan hisab melalui lembaga falakiyah. Hasilnya, 31 Januari mendatang terjadinya gerhana total. ‘’Lamongan ini menjadi salah satu wilayah yang bisa melihat gerhana total kalau tidak hujan,’’ imbuhnya. 

Dia bakal melakukan pengamatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, saat gerhana bulan total terjadi. ‘’Sebagian pengurus nantinya juga akan melakukan salat berjamaah,’’ katanya. 

Anam menjelaskan, terdapat tiga macam gerhana bulan. Di antaranya cincin, sebagian, dan total. Nah, untuk gerhana bulan total terjadi karena posisi bumi, bulan, dan matahari sama persis.

‘’Kalau posisinya sejajar tak persis biasanya yang terjadi gerhana bulan sebagian,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Tinggal Jalur Online

KOTA – Lembaga Falakiyah PC NU Lamongan sudah menerima surat edaran (SE) dari PBNU terkait terjadinya gerhana bulan total di akhir bulan ini. Jika gerhana bulan total biasanya warnanya hitam lebam, maka gerhana 31 Januari lusa warnanya kemerah-merahan. 

‘’Biasanya disebut super blue blood moon. Lebih istimewa dibanding gerhana bulan total sebelumnya,’’ tutur Ketua Lembaga Falakiyah PC NU Lamongan, Choirul Anam, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (28/1).

Dia menjelaskan, terjadinya super blue blood moon akibat dari pembiasan sinar matahari seperti pelangi. Hanya warna merah yang tak mengalami pembiasan, sehingga menembus ke bulan. ‘’Itu yang membuat warnanya nanti kemerah-merahan tak seperti biasanya,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Razia Hari valentine, Hanya Ditemukan Satu Pasangan

Anam mengatakan, PC NU Lamongan sudah melakukan hisab melalui lembaga falakiyah. Hasilnya, 31 Januari mendatang terjadinya gerhana total. ‘’Lamongan ini menjadi salah satu wilayah yang bisa melihat gerhana total kalau tidak hujan,’’ imbuhnya. 

Dia bakal melakukan pengamatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, saat gerhana bulan total terjadi. ‘’Sebagian pengurus nantinya juga akan melakukan salat berjamaah,’’ katanya. 

Anam menjelaskan, terdapat tiga macam gerhana bulan. Di antaranya cincin, sebagian, dan total. Nah, untuk gerhana bulan total terjadi karena posisi bumi, bulan, dan matahari sama persis.

‘’Kalau posisinya sejajar tak persis biasanya yang terjadi gerhana bulan sebagian,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Sebulan Tertangkap 11 Tersangka

Artikel Terkait

Most Read

Melirik Potensi Budidaya Bunga Kenanga

Tak Kenal Tanggal Merah

Artikel Terbaru


/