alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Alokasi Bansos Covid Tahun Depan Belum Dipastikan

Radar Lamongan – Seiring berakhirnya tahun 2020, bantuan sosial (bansos) untuk warga kurang mampu dan terdampak Covid-19 berakhir. Sedangkan tahun depan belum diketahui kepastian masih berlanjut atau tidak.

Kepala Dinas Sosial Lamongan, M.Kamil menjelaskan, bansos bagi warga kurang mampu dan terdampak Covid-19 untuk bulan ini masih dalam proses penyaluran. ‘’Namun mekanisme penyaluran untuk bulan depan (masuk tahun 2021) termasuk jenis bantuannya, belum kami ketahui,’’ ujarnya kemarin (27/12).

Dia melanjutkan, bansos bulan ini sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Yakni, bansos sembako dan bantuan lain dari Kementerian sosial, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pariwisata bernama bantuan sosial tunai (BST).

Selain itu juga jaring pengaman sosial (JPS) dari provinsi kepada penerima yang belum terkaver bansos dari kementerian. Menurut Kamil, karena menterinya baru, kemungkinan mekanisme penyalurannya juga berbeda untuk tahun depan. Namun pihaknya belum mendapatkan petunjuk teknis (juknis)-nya.

Baca Juga :  Implementasi Program KLA Harus Nyata

“Kita masih menunggu teknisnya. Diberikan setiap bulan secara tunai atau nontunai,” ujarnya. Kamil mengungkapkan, mekanisme penyaluran langsung disarankan oleh kementerian.

Pemerintah daerah hanya mendata jumlah penerima berdasarkan basis data terpadu (BDT). Kemudian penyaluran berikutnya dilakukan verifikasi, apakah yang bersangkutan masih berhak atau tidak. Dia melanjutkan, untuk BST diberikan masing-masing kementerian bekerjasama dengan kemensos.

Data penerima untuk Lamongan, bansos sembako sebanyak 88 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Kemudian BST dari tiga kementerian sebanyak 48 ribu KPM. Sedangkan JPS Provinsi ada 15 ribu KPM.

Menurut dia, bantuan-bantuan tersebut belum termasuk yang dikaver desa melalui dana desa (DD). Jumlahnya menyesuaikan dengan usulan data dari desa. Karena itu, Kamil belum bisa memastikan jumlah dan jenis bansos untuk tahun depan. Namun, apabila akan diberikan bansos lagi, datanya akan diperbarui.

Baca Juga :  Ekonomi Belum Membaik, Pedagang Berharap SK Sewa Dibatalkan

“Sekarang, setelah bantuan disalurkan, data harus diperbarui untuk memastikan bantuan tepat sasaran,”ujarnya. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamongan, Khusnul Yaqin menambahkan untuk bansos dari DD dipastikan masih ada.

Namun jumlah penerimanya masih belum pasti, karena menyesuaikan usulan desa. Dari plot anggaran Kementerian Keuangan, tetap dialokasikan untuk bantuan langsung tunai (BLT) DD dan penanganan covid oleh desa. “Jumlahnya masih kita tunggu laporan desa, untuk memastikan penerimanya belum terkover bantuan lain-lain,” tambahnya.

Radar Lamongan – Seiring berakhirnya tahun 2020, bantuan sosial (bansos) untuk warga kurang mampu dan terdampak Covid-19 berakhir. Sedangkan tahun depan belum diketahui kepastian masih berlanjut atau tidak.

Kepala Dinas Sosial Lamongan, M.Kamil menjelaskan, bansos bagi warga kurang mampu dan terdampak Covid-19 untuk bulan ini masih dalam proses penyaluran. ‘’Namun mekanisme penyaluran untuk bulan depan (masuk tahun 2021) termasuk jenis bantuannya, belum kami ketahui,’’ ujarnya kemarin (27/12).

Dia melanjutkan, bansos bulan ini sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Yakni, bansos sembako dan bantuan lain dari Kementerian sosial, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pariwisata bernama bantuan sosial tunai (BST).

Selain itu juga jaring pengaman sosial (JPS) dari provinsi kepada penerima yang belum terkaver bansos dari kementerian. Menurut Kamil, karena menterinya baru, kemungkinan mekanisme penyalurannya juga berbeda untuk tahun depan. Namun pihaknya belum mendapatkan petunjuk teknis (juknis)-nya.

Baca Juga :  Mendag Optimistis Indonesia Jadi Pusat Industri Produk Halal 

“Kita masih menunggu teknisnya. Diberikan setiap bulan secara tunai atau nontunai,” ujarnya. Kamil mengungkapkan, mekanisme penyaluran langsung disarankan oleh kementerian.

Pemerintah daerah hanya mendata jumlah penerima berdasarkan basis data terpadu (BDT). Kemudian penyaluran berikutnya dilakukan verifikasi, apakah yang bersangkutan masih berhak atau tidak. Dia melanjutkan, untuk BST diberikan masing-masing kementerian bekerjasama dengan kemensos.

Data penerima untuk Lamongan, bansos sembako sebanyak 88 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Kemudian BST dari tiga kementerian sebanyak 48 ribu KPM. Sedangkan JPS Provinsi ada 15 ribu KPM.

Menurut dia, bantuan-bantuan tersebut belum termasuk yang dikaver desa melalui dana desa (DD). Jumlahnya menyesuaikan dengan usulan data dari desa. Karena itu, Kamil belum bisa memastikan jumlah dan jenis bansos untuk tahun depan. Namun, apabila akan diberikan bansos lagi, datanya akan diperbarui.

Baca Juga :  Perbanyak Baca Alquran, Saatnya Puasa Media Sosial

“Sekarang, setelah bantuan disalurkan, data harus diperbarui untuk memastikan bantuan tepat sasaran,”ujarnya. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamongan, Khusnul Yaqin menambahkan untuk bansos dari DD dipastikan masih ada.

Namun jumlah penerimanya masih belum pasti, karena menyesuaikan usulan desa. Dari plot anggaran Kementerian Keuangan, tetap dialokasikan untuk bantuan langsung tunai (BLT) DD dan penanganan covid oleh desa. “Jumlahnya masih kita tunggu laporan desa, untuk memastikan penerimanya belum terkover bantuan lain-lain,” tambahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/